📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Google Chrome dengan latar belakang keamanan siber menunjukkan pentingnya pembaruan browser

Google Rilis Chrome 152, Perbaiki Zero-Day CVE-2026-85046 yang Aktif Dieksploitasi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Google merilis Chrome 152.0.7977.82/.83 untuk Windows, Mac, dan Linux
  • Patch memperbaiki 12 kerentanan, termasuk zero-day CVE-2026-85046
  • Celah type confusion di V8 memungkinkan eksekusi kode jarak jauh
  • Merupakan zero-day keenam yang diperbaiki Google tahun ini
  • Browser berbasis Chromium lain (Edge, Brave, Opera, Vivaldi) juga terpengaruh
  • Peneliti Salvatore Gulizia menerima hadiah $1.000 atas laporannya
  • Pengguna diimbau segera update untuk mencegah eksploitasi aktif

Telset.id – Google telah merilis versi terbaru browser Chrome, yakni 152.0.7977.82/.83, untuk Windows, Mac, dan Linux. Rilis ini menjadi krusial karena memperbaiki 12 kerentanan keamanan, termasuk satu celah zero-day berseverity tinggi yang saat ini tengah aktif dieksploitasi di dunia nyata. Pengguna diimbau untuk segera memperbarui browser mereka guna mencegah potensi serangan siber.

Dalam sebuah advisory keamanan yang dipublikasikan di blog Google pada 3 September, perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa versi terbaru Chrome kini tersedia untuk pengguna di seluruh dunia. Kerentanan zero-day yang diberi kode CVE-2026-85046 ini merupakan yang keenam kalinya ditemukan dan diperbaiki Google di Chrome sejak awal tahun 2026, menandakan meningkatnya ancaman yang menyasar browser paling populer di dunia tersebut.

Google Chrome app is seen on an iPhone next to Edge and other web browser apps. Microsoft is using new prompts in Edge to try and stop users from downloading Chrome.

Kerentanan Type Confusion di Mesin V8

Celah keamanan CVE-2026-85046 ini ditemukan oleh peneliti keamanan bernama Salvatore Gulizia. Atas jasanya tersebut, Gulizia dianugerahi hadiah sebesar $1.000. Berdasarkan deskripsi di National Vulnerability Database (NVD), kerentanan ini merupakan type confusion pada V8 di Google Chrome yang memungkinkan penyerang jarak jauh untuk mengeksekusi kode arbitrer di dalam sandbox melalui halaman HTML yang dirancang khusus.

V8 sendiri merupakan mesin JavaScript milik Chrome yang berfungsi untuk menjalankan aplikasi web dan situs interaktif di dalam browser. Karena perannya yang fundamental ini, kerentanan pada V8 dapat berdampak luas pada keamanan pengguna. Meskipun Google belum membagikan detail teknis lengkap mengenai eksploitasi ini—kebijakan umum perusahaan hingga mayoritas pengguna terlindungi—para peneliti dapat menemukan rincian teknis kerentanan tersebut di blog pribadi Gulizia.

Patch ini secara total memperbaiki 12 kerentanan, di mana sebagian besar diklasifikasikan memiliki severity tinggi. Google menyarankan pengguna untuk segera memeriksa apakah perangkat mereka sudah menerima pembaruan. Biasanya, pembaruan Chrome berjalan otomatis dan instan. Namun, jika pengguna ragu, mereka dapat mengetuk tiga titik vertikal di pojok kanan atas browser, memilih menu Help, lalu menavigasi ke opsi About Google Chrome untuk melihat nomor versi yang terpasang.

Menariknya, kerentanan zero-day ini tidak hanya berdampak pada Google Chrome. Browser lain yang dibangun di atas basis Chromium juga terpengaruh, termasuk Microsoft Edge, Brave, Opera, dan Vivaldi. Pengguna browser-browser tersebut juga diimbau untuk segera memperbarui ke versi terbaru guna melindungi perangkat mereka dari potensi serangan yang sama.

Ancaman bagi Pengguna Chromium dan Cara Mengatasinya

Serangan zero-day merupakan jenis ancaman yang sangat berbahaya karena dieksploitasi sebelum vendor memiliki kesempatan untuk merilis patch. Dalam kasus CVE-2026-85046, penyerang dapat memanfaatkan celah ini untuk menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh. Meskipun eksekusi kode terjadi di dalam sandbox, kemampuan untuk menjalankan kode arbitrer tetap menjadi pintu masuk yang signifikan bagi berbagai jenis serangan lanjutan.

Para ahli keamanan menekankan bahwa pembaruan ini bukanlah hal yang bisa ditunda. Mengingat sifat kerentanan yang sudah aktif dieksploitasi di alam liar, setiap hari penundaan meningkatkan risiko perangkat pengguna disusupi. Pengguna Chrome di Windows, Mac, dan Linux harus memastikan browser mereka menjalankan versi 152.0.7977.82/.83 (untuk Windows dan Mac) atau 152.0.7977.82 (untuk Linux).

Bagi pengguna yang menggunakan browser berbasis Chromium lainnya, langkah serupa juga perlu diambil. Memperbarui Edge, Brave, Opera, atau Vivaldi ke versi terbaru masing-masing adalah langkah perlindungan yang sama pentingnya. Proses roll out pembaruan Chrome dilakukan secara bertahap, sehingga sebagian pengguna mungkin belum menerima notifikasi pembaruan meskipun versi terbaru sudah tersedia.

Rilis keamanan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga perangkat lunak tetap mutakhir. Dengan semakin canggihnya metode serangan siber, pembaruan rutin bukan lagi sekadar rekomendasi, melainkan kebutuhan mendasar dalam menjaga keamanan data pribadi dan perangkat. Google sendiri terus berupaya memperkuat keamanan Chrome melalui program bug bounty yang memberikan insentif kepada peneliti keamanan untuk menemukan dan melaporkan kerentanan sebelum dieksploitasi oleh pihak jahat.

Seiring dengan meningkatnya frekuensi temuan zero-day di Chrome—enam kasus dalam satu tahun—pengguna perlu lebih proaktif dalam mengelola keamanan browser mereka. Selain memastikan pembaruan otomatis aktif, pengguna juga disarankan untuk berhati-hati terhadap tautan mencurigakan dan hanya mengunjungi situs tepercaya. Keamanan siber adalah tanggung jawab bersama antara vendor dan pengguna, dan langkah sederhana seperti memperbarui browser tepat waktu dapat memberikan perlindungan signifikan terhadap ancaman yang terus berkembang.

[CATATAN: Berdasarkan referensi, artikel ini tidak menyediakan gambar dengan role ‘featured’. Oleh karena itu, metadata gambar unggulan tidak dapat dihasilkan dari sumber yang ada. Saya akan memberikan placeholder yang sesuai dengan konten artikel.]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.