Telset.id – Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan dan AISI menggelar pelatihan keselamatan berkendara untuk 1.052 Mitra Pengemudi roda dua di lima kota. Program ini bertujuan membekali pengemudi dengan keterampilan praktis guna menghadapi berbagai situasi di jalan.
Pelatihan serentak ini dipusatkan di Terminal Jatijajar, Depok, dan terhubung secara hybrid dengan kota lainnya, yaitu Yogyakarta, Surabaya/Sidoarjo, Medan, dan Makassar. Inisiatif bertajuk “Safer Roads, Stronger Communities—Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat” ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan industri dalam membangun budaya keselamatan di jalan.
Materi pelatihan mencakup sesi teori dan praktik. Di dalam kelas, peserta mempelajari rambu, marka, dan isyarat lalu lintas, norma berkendara, serta peran setiap pengguna jalan. Pembekalan dilanjutkan dengan praktik yang meliputi pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan (pre-ride inspection), penggunaan perlengkapan keselamatan diri, teknik defensive riding dan pengereman aman, serta prediksi bahaya pada lalu lintas.
Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, mengatakan, “Mewujudkan lalu lintas dan transportasi darat yang lebih aman membutuhkan pendekatan menyeluruh serta kolaborasi lintas sektor. Pelatihan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk memperkuat budaya berkendara yang aman dan tertib. Kami mengapresiasi kolaborasi Grab Indonesia dan AISI dalam membekali Mitra Pengemudi roda dua dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.”
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan juga mengapresiasi langkah Grab yang sejak 1 Juli 2026 telah menerapkan skema bagi hasil (komisi) maksimal 8%. Ia juga menyambut penyempurnaan mekanisme pemrosesan bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat yang ditargetkan mulai 1 Agustus 2026, sehingga komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan.
“Kami berharap penyesuaian ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi Mitra Pengemudi dalam memahami rincian pendapatannya serta memperkuat hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut Dudy.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, menjelaskan lebih lanjut mengenai perubahan tersebut. “Grab tidak pernah memotong bagi hasil (komisi) lebih dari 8%, dan juga tidak pernah melanggar Tarif Batas Bawah (TBB) sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, perjalanan dengan tarif minimum atau tanpa selisih di atas TBB tidak dikenakan komisi.”
“Dalam mekanisme saat ini, bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat diproses satu kali pada hari berikutnya (H+1). Selama satu bulan terakhir, kami telah menyempurnakan sistem agar mulai 1 Agustus 2026, bagi hasil/komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan. Penyesuaian ini hanya mengubah waktu pemrosesan. Cara penghitungan, batas maksimal bagi hasil (komisi), dan ketentuan TBB tetap sama serta sesuai dengan regulasi,” lanjut Neneng.
Sementara itu, dari sisi penguatan kompetensi berkendara, Hari Budianto, Sekretaris Jenderal AISI, menyampaikan, “Mitra Pengemudi memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan berhadapan langsung dengan beragam kondisi jalan setiap hari. Pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kompetensi, disiplin, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Kami berharap melalui kegiatan ini, para mitra dapat berkendara dengan aman dan nyaman dalam setiap perjalanan serta turut menjadi penggerak budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.”
Pelatihan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Grab dalam menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman. Sebagai platform transportasi online, Grab terus mengembangkan teknologi keselamatan melalui rangkaian fitur terintegrasi. Fitur-fitur tersebut di antaranya AudioProtect Plus, Pemantauan Perjalanan (Trip Monitoring), Tombol Darurat (Emergency Button), Penyamaran Nomor Telepon (Number Masking), Verifikasi Wajah Mitra Pengemudi (Driver Selfie Authentication), Sistem Manajemen Kelelahan (Fatigue Management System), Perlindungan Asuransi Kecelakaan Bebas Biaya, dan Integrasi Layanan Polisi 110.
AudioProtect Plus merupakan fitur perekaman audio terenkripsi selama perjalanan. Grab menjadi satu-satunya platform transportasi online di Indonesia yang menawarkan fitur ini. Perlindungan dikembangkan menjadi lebih proaktif dengan kemampuan analisis audio untuk membantu mendeteksi potensi risiko keselamatan. Privasi tetap terjaga karena rekaman hanya dapat ditinjau oleh tim keselamatan Grab apabila terdapat laporan insiden resmi.
Pemantauan Perjalanan (Trip Monitoring) adalah sistem berbasis kecerdasan buatan yang secara proaktif mendeteksi kejanggalan, seperti pemberhentian tidak terencana atau penyimpangan rute. Sistem ini secara otomatis mengonfirmasi kondisi keselamatan melalui notifikasi di aplikasi. Sementara itu, Tombol Darurat (Emergency Button) terhubung langsung ke Tim Tanggap Darurat Grab 24/7 melalui menu Pusat Bantuan. Saat diaktifkan, sistem membagikan koordinat lokasi secara real-time dan mengirim notifikasi SMS otomatis ke kontak darurat yang terdaftar.
Fitur Penyamaran Nomor Telepon (Number Masking) memastikan seluruh komunikasi dalam aplikasi dihubungkan melalui nomor virtual operasional. Dengan demikian, nomor pribadi mitra pengemudi dan penumpang tetap terjaga kerahasiaannya. Verifikasi Wajah Mitra Pengemudi (Driver Selfie Authentication) melakukan pemindaian wajah berkala sebelum mitra menerima pesanan untuk memastikan kendaraan dioperasikan oleh pemilik akun resmi.
Sistem Manajemen Kelelahan (Fatigue Management System) memberikan pengingat otomatis yang mendorong Mitra Pengemudi untuk mengambil waktu istirahat secara berkala guna mencegah risiko kecelakaan akibat kelelahan. Perlindungan Asuransi Kecelakaan Bebas Biaya memberikan jaminan asuransi kecelakaan diri otomatis untuk setiap perjalanan tanpa biaya tambahan. Integrasi Layanan Polisi 110 menyediakan akses langsung ke layanan darurat Kepolisian 110 melalui aplikasi Grab, yang merupakan integrasi pertama dan satu-satunya di industri transportasi online.
“Bagi Grab, keselamatan adalah fondasi kepercayaan yang menghubungkan Mitra Pengemudi, penumpang, dan masyarakat dalam setiap perjalanan. Jalan yang lebih aman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para Mitra Pengemudi semakin terampil mengantisipasi risiko serta membawa kebiasaan berkendara yang lebih aman ke komunitasnya,” tutup Neneng.
Grab berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah, aparat penegak hukum, komunitas pengemudi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas edukasi serta memperkuat standar keselamatan berkendara. Peningkatan keterampilan satu pengendara diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih luas bagi penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Baca Juga:
Kolaborasi antara Grab, Kementerian Perhubungan, dan AISI ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan transportasi yang lebih aman di Indonesia. Dengan membekali Mitra Pengemudi dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan keselamatan bersama semakin terjamin.
Selain pelatihan, perubahan skema bagi hasil yang lebih transparan juga menjadi perhatian utama. Dengan pemrosesan komisi yang langsung diproses pada setiap perjalanan mulai 1 Agustus 2026, Mitra Pengemudi dapat memperoleh kejelasan pendapatan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi di Indonesia.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Dengan semangat “Safer Roads, Stronger Communities”, Grab bersama mitra strategisnya terus berupaya menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.





Komentar
Belum ada komentar.