Telset.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa keterbatasan infrastruktur di daerah bukan penghalang bagi tumbuhnya inovasi teknologi. Pernyataan itu disampaikan Nezar di Jakarta, Rabu (4/11/2026), sebagai respons terhadap tantangan pembangunan digital yang tidak merata di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Nezar, kunci inovasi teknologi di daerah terletak pada pengembangan talenta dan kemampuan mengadaptasi teknologi sesuai kebutuhan masyarakat. Dua hal itu disebutnya sebagai penentu lahirnya solusi yang berdampak nyata pada potensi pertumbuhan ekonomi daerah, bukan semata ketersediaan infrastruktur.
“Kita perlu berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana kita menggerakkan talenta-talenta untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada,” kata Nezar dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta.
Talenta Digital Jadi Kunci
Nezar menilai ketersediaan infrastruktur digital di daerah tak perlu menunggu setara dengan negara maju. Generasi muda, menurutnya, tetap bisa menghadirkan solusi bermanfaat dengan teknologi yang sudah ada asalkan mendapatkan pembinaan yang tepat sebagai talenta digital.
Pandangan itu sejalan dengan prioritas pengembangan sumber daya manusia di sektor teknologi. Nezar juga menegaskan bahwa keterbatasan infrastruktur maupun anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi daerah untuk berhenti mencari solusi pembangunan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu mengoptimalkan sumber daya manusia yang tersedia serta mengembangkan pendekatan baru dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial. Pendekatan ini menjadi penting agar transformasi digital tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik jaringan.
Baca Juga:
Dalam keterangannya, Nezar mencontohkan perkembangan industri kecerdasan artifisial (AI) di China. Negara itu disebutnya mampu menghasilkan teknologi kompetitif meskipun menghadapi pembatasan akses terhadap perangkat komputasi canggih.
Melalui penguatan riset dan kemampuan sumber daya manusia, China berhasil mengembangkan sejumlah model AI yang bersaing dengan negara barat. Keberhasilan itu menjadi rujukan bagaimana keterbatasan perangkat tidak otomatis memadamkan kemampuan berinovasi.
“Model AI tersebut kini menjadi pilihan di dunia, mampu bersaing meskipun menggunakan infrastruktur yang lebih rendah dari kompetitornya. Kekuatannya adalah di talenta digitalnya,” ujar Nezar.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa adopsi teknologi yang tepat dapat menjadi jalan pintas menuju solusi, tanpa harus menunggu kesiapan infrastruktur yang sempurna. Bagi Nezar, strategi transformasi digital Indonesia, termasuk di tingkat daerah, perlu diarahkan pada kemampuan mengadopsi teknologi yang telah tersedia.
Adaptasi Teknologi Sektor Pertanian
Nezar mencontohkan pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian sebagai bentuk nyata adaptasi teknologi. Penggunaan sensor elektronik memungkinkan petani memantau pertumbuhan tanaman, mendeteksi hama, mengukur unsur hara tanah, serta memperkirakan kebutuhan air dan perubahan iklim.
Teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat perencanaan rantai pasok. Penerapan sensor di lahan pertanian menjadi ilustrasi bagaimana alat digital sederhana dapat menjawab kebutuhan praktis masyarakat di daerah.
“Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan alat-alat digital, tapi bagaimana kemampuan digital kita itu bisa memberikan solusi,” kata Nezar.
Pernyataan itu menegaskan bahwa penguasaan alat digital perlu diikuti kemampuan merancang solusi. Dalam konteks daerah, pendekatan ini menempatkan talenta lokal sebagai penggerak utama inovasi, sementara infrastruktur berperan sebagai pendukung yang bisa disesuaikan dengan kondisi setempat.
Nezar menilai keterbatasan anggaran juga tidak seharusnya menghentikan langkah daerah. Optimalisasi sumber daya manusia yang tersedia menjadi jalan yang bisa ditempuh sambil terus mengembangkan pendekatan baru terhadap tantangan ekonomi dan sosial yang ada.
Dengan arah itu, transformasi digital Indonesia di tingkat daerah tidak lagi semata soal ketersediaan jaringan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia mengadopsi dan mengadaptasi teknologi. Upaya penguatan talenta digital menjadi fondasi yang disebut Nezar sebagai penentu daya saing, sebagaimana terlihat pada pengembangan model AI di China yang bertumpu pada kekuatan talenta digitalnya.





Komentar
Belum ada komentar.