Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah strategis dengan menguatkan kualitas konektivitas telekomunikasi untuk mendukung operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Langkah ini menjadi krusial mengingat koordinasi dan komunikasi yang andal sangat menentukan kelancaran operasi pencarian dan pertolongan yang tengah berlangsung.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan operator telekomunikasi untuk memastikan dukungan konektivitas dapat berjalan optimal. Hal ini disampaikan Meutya di Jakarta pada Rabu (9/9/2026), merespons insiden hilangnya kapal cepat yang membawa delapan penumpang dari rombongan jurnalis yang sedang meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” kata Meutya. Secara berkala, Kemkomdigi berkomitmen mengevaluasi kebutuhan dukungan jaringan konektivitas agar selalu sesuai dengan perkembangan operasi pencarian di lapangan.
Imbauan kepada Masyarakat dan Insan Pers
Menkomdigi turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keselamatan rombongan jurnalis yang masih dalam proses pencarian. Selain itu, Meutya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memantau sumber informasi terkait peristiwa ini dan mengutamakan sumber-sumber terpercaya.
Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang masih bersifat spekulatif, termasuk mengenai kondisi korban, lokasi keberadaan rombongan, maupun perkembangan operasi pencarian yang faktanya belum dikonfirmasi secara resmi. Meutya menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh korban dan kelancaran operasi pencarian yang tengah berjalan.
“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Meutya. Informasi resmi dan perkembangan terbaru dipastikan akan disalurkan melalui kanal komunikasi pemerintah.
Sebagai sosok yang pernah menjalankan tugas jurnalistik, Meutya juga mengingatkan para insan pers untuk selalu mengutamakan aspek keamanan dalam setiap peliputan, terutama di daerah bencana. “Kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” tambahnya.
Baca Juga:
Kronologi Hilangnya Kapal Cepat Rombongan Jurnalis
Sebelumnya, Basarnas secara resmi menggelar operasi pencarian sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal cepat tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T. Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Operasi pencarian hari kedua ini melibatkan tim SAR gabungan yang memperluas area pencarian dan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Berbagai pihak turut dikerahkan, termasuk Basarnas yang menerjunkan 2 RIB (Rigid Inflatable Boat) serta TNI yang mengerahkan kapal perang untuk membantu proses pencarian di perairan Selat Sunda.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam setiap peliputan jurnalistik, khususnya di area bencana. Dukungan infrastruktur telekomunikasi yang andal menjadi salah satu faktor kunci yang dapat membantu mempercepat proses pencarian dan memastikan koordinasi antar tim SAR berjalan lancar. Peran Kemkomdigi dalam memastikan konektivitas di wilayah operasi ini menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur digital memiliki peran penting dalam operasi kemanusiaan dan tanggap darurat nasional.
Masyarakat dan para pemangku kepentingan diharapkan terus mendukung proses pencarian yang tengah berlangsung dan menunggu informasi resmi dari pemerintah melalui kanal komunikasi yang telah ditetapkan. Sementara itu, berbagai pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan operasi pencarian dapat berjalan optimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Kemkomdigi sendiri merupakan institusi yang secara konsisten berupaya memperkuat infrastruktur digital nasional. Berbagai program dan kebijakan terus dijalankan untuk memastikan konektivitas yang merata di seluruh Indonesia. Dukungan terhadap operasi pencarian di Selat Sunda ini menjadi salah satu wujud komitmen tersebut dalam situasi darurat kemanusiaan.
Ke depannya, insiden ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak, terutama dalam hal kesiapan infrastruktur komunikasi di area-area rawan bencana. Penguatan konektivitas yang dilakukan Kemkomdigi saat ini diharapkan dapat menjadi model penanganan serupa apabila terjadi keadaan darurat di wilayah lain di masa mendatang.





Komentar
Belum ada komentar.