📑 Daftar Isi

Menkomdigi Cek 250 Frekuensi Radio untuk MotoGP Mandalika 2026

Menkomdigi Cek 250 Frekuensi Radio untuk MotoGP Mandalika 2026

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengecek langsung penyediaan layanan telekomunikasi untuk mendukung Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Pengecekan dilakukan pada Kamis, 8 Oktober 2026, sehari sebelum balapan yang dijadwalkan berlangsung 9 sampai 11 Oktober 2026 dan diperkirakan disaksikan sekitar 200 ribu penonton. Langkah ini menentukan kelancaran komunikasi tim balap, pengamanan balapan, hingga siaran ke berbagai negara.

“Kami ingin memastikan seluruh sistem tersebut siap mendukung kelancaran balapan,” kata Meutya saat meninjau penyiapan layanan telekomunikasi di Sirkuit Mandalika.

Dalam peninjauan tersebut, Menkomdigi mengecek penguatan jaringan seluler melalui empat base transceiver station (BTS) bergerak. Selain itu, ia memeriksa pengawasan penggunaan spektrum frekuensi radio yang menjadi penopang komunikasi selama penyelenggaraan balapan di Sirkuit Mandalika.

Lebih dari 250 Frekuensi Radio Diamankan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengamankan lebih dari 250 frekuensi radio untuk mendukung berbagai aktivitas selama pelaksanaan MotoGP. Pengamanan frekuensi itu mencakup komunikasi tim balap, pengamanan balapan, sampai penyiaran balapan.

“Ajang internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan komunikasi yang andal. Mulai dari keselamatan pembalap, koordinasi penyelenggara, hingga penyiaran ke berbagai negara, semuanya bergantung pada pengelolaan frekuensi yang baik,” kata Meutya.

Ia menjelaskan pengawasan spektrum frekuensi dilakukan agar sistem-sistem komunikasi dapat beroperasi secara bersamaan tanpa saling mengganggu. Menurut Menkomdigi, pengelolaan pemanfaatan frekuensi radio dalam penyelenggaraan acara sebesar MotoGP sangat kompleks.

“Ada berbagai sistem komunikasi yang harus bekerja secara bersamaan tanpa saling mengganggu. Di saat yang sama, jaringan seluler juga harus mampu melayani kebutuhan pengunjung,” ujarnya.

Kepada Menkomdigi, Pengendali Frekuensi Radio Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram Herlin Kurnia Wulandari menyampaikan bahwa Balmon SFR Mataram telah mempersiapkan pengawasan penggunaan frekuensi dan mengantisipasi potensi gangguan komunikasi selama balapan.

Koordinasi dengan MGPA dan ITDC

Menkomdigi berkoordinasi dengan Technical Senior Manager MotoGP Noemí Lacasa Ruiz, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, serta jajaran Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem komunikasi menjelang pelaksanaan MotoGP 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga menyapa dua pembalap Indonesia yang akan berlaga di MotoGP Mandalika 2026, yakni Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Suryo Aji di kelas Moto2.

“Senang sekali bisa bertemu langsung dengan Veda dan Mario yang akan membawa nama Indonesia di hadapan penonton dunia. Semoga keduanya dapat tampil maksimal, menjaga keselamatan, dan memberikan hasil terbaik,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Kemkomdigi akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada masalah layanan telekomunikasi selama penyelenggaraan MotoGP.

“Kami ingin memastikan balapan berlangsung aman, seluruh sistem komunikasi bekerja dengan baik, dan masyarakat dapat menikmati MotoGP Mandalika dengan nyaman,” kata Meutya.

Kesiapan layanan telekomunikasi ini melengkapi sejumlah persiapan lain menjelang balapan, termasuk homologasi Sirkuit Internasional Mandalika dan pengamanan udara. Sebelumnya, Sirkuit Internasional Mandalika memperoleh homologasi grade A dari FIM, sementara Satgas Antipesawat Nirawak mulai bersiaga dari Bukit 360 Mandalika.

Di sisi lain, Kemkomdigi juga aktif menyoroti isu perlindungan pengguna di ruang digital. Kementerian yang sama baru-baru ini menyoroti keamanan anak di platform global, sebagaimana terlihat dari langkah keamanan anak LEGO yang menjadi perhatian kementerian. Isu serupa juga muncul dalam forum internasional melalui pembahasan perlindungan anak di era AI pada forum PBB.

Untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, fokus Kemkomdigi tetap pada keandalan komunikasi. Penguatan jaringan seluler melalui empat BTS bergerak dan pengawasan lebih dari 250 frekuensi radio menjadi dua pilar utama yang disiapkan agar keselamatan pembalap, koordinasi penyelenggara, dan penyiaran ke berbagai negara dapat berjalan tanpa gangguan.

[ META_DESCRIPTION]
Menkomdigi cek layanan telekomunikasi MotoGP Mandalika 2026, termasuk 4 BTS bergerak dan lebih dari 250 frekuensi radio untuk 200 ribu penonton.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.