📑 Daftar Isi

Meta dan Kemendag Latih 200 UMKM, Iklan Rp150 Ribu Hasil 7,6x Return

Meta dan Kemendag Latih 200 UMKM, Iklan Rp150 Ribu Hasil 7,6x Return

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Meta di Indonesia bersama Kementerian Perdagangan dan UKMIndonesia.id resmi menutup rangkaian program pendampingan UMKM bertajuk ‘Gapai Pasar Global dengan AI’ di Trade Expo Indonesia 2026. Program ini telah melatih 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta untuk memanfaatkan AI dan solusi bisnis Meta dalam menjangkau pasar global. Salah satu peserta, Zayya, mencatat 7,6x return dari iklan senilai Rp150 ribu, dengan total penjualan Rp1,14 juta dari Malaysia.

Program ini secara khusus menyasar UMKM dengan produk yang telah siap ekspor. Melalui pelatihan, mentoring, dan praktik langsung di tiga kota, peserta menggunakan AI dan solusi bisnis Meta untuk mengatasi salah satu tantangan utama dalam memasuki pasar global, yaitu menemukan dan terhubung dengan calon pembeli di pasar tujuan.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan daya saing UMKM. “Ini untuk kesekian kalinya kita bertemu dan berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing bersama rekan-rekan UMKM semua. Kita bersyukur banyak lembaga, institusi yang terus berjalan bersama dengan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi kita, UMKM kita. Sekarang era digital, kita harus bisa memanfaatkan AI dengan baik. Dan terima kasih kepada Meta yang sudah memfasilitasi ini. Sekarang eranya discovery commerce, jadi produk ataupun consumer yang akan mencari,” ujarnya.

Sarim Aziz, Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara, menambahkan bahwa AI dapat menjadi cara bagi UMKM untuk bekerja lebih efisien, memahami pasar, dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih tepat. “Ketika teknologi ini dipadukan dengan solusi bisnis yang tepat, bahkan investasi yang relatif kecil dapat membuka akses ke pelanggan baru di pasar global. Misalnya seperti yang terlihat dari Zayya, salah satu UMKM yang mendapat pendampingan, yang menghasilkan 7.6x return dari iklan Rp150 ribu,” kata Sarim.

Kisah Sukses UMKM Menembus Pasar Global

Beberapa peserta program berhasil mencatat transaksi ekspor ke Malaysia dan Singapura. Zayya, bisnis fesyen muslim asal Bandung, dalam lima hari menginvestasikan Rp150.000 untuk iklan dan menghasilkan Rp1,14 juta penjualan dari Malaysia, atau 7,6 kali lipat dari investasi iklannya. Zayya memanfaatkan Advantage+ untuk menemukan audiens dan Meta Business Agent untuk membantu berkomunikasi dengan calon pelanggan dalam bahasa Melayu.

Obudjamoe, bisnis jamu asal Batam, dengan iklan senilai Rp135.000 selama tujuh hari mendapatkan pesanan pertamanya dari pembeli Malaysia berupa 60 pouch jahe instan senilai sekitar Rp3 juta. Transaksi tersebut turut meningkatkan penjualan sekitar 50% dibandingkan biasanya.

Ayubifood, bisnis artisanal pasta snack asal Jakarta, menggunakan Advantage+ dan Meta Business Agent untuk menjangkau distributor halal di Malaysia. Penggunaan AI membantu menurunkan biaya per percakapan hingga 85% dan memangkas waktu respons dari 2–3 jam menjadi kurang dari lima menit, sekaligus menghasilkan penjualan dari Malaysia.

Keberhasilan ketiga UMKM ini menunjukkan bagaimana AI dan teknologi digital dapat membantu UMKM memperluas jangkauan ke pasar global tanpa harus terlebih dahulu memiliki jaringan bisnis yang besar di negara tujuan. Salah satu materi yang diedukasi kepada peserta ialah pemanfaatan AI Iklan untuk mengoptimalkan iklan dan Meta Business Agent untuk merespons calon pelanggan dengan lebih cepat.

Pengalaman mereka menunjukkan bahwa go global tidak hanya membutuhkan produk yang siap ekspor, tetapi juga kemampuan untuk ditemukan, terhubung dengan pembeli, dan mengubah minat menjadi transaksi.

Adopsi AI di Kalangan UMKM Indonesia

Riset terbaru Meta bersama YouGov menunjukkan bahwa AI sudah menjadi bagian dari aktivitas bisnis UMKM di Indonesia. Sebanyak 86% pemilik usaha kecil mengatakan bisnis mereka telah menggunakan AI, dengan 85% di antaranya melaporkan dampak positif terhadap produktivitas dalam 12 bulan terakhir. Namun, 91% mengatakan UMKM masih membutuhkan panduan untuk mendapatkan manfaat penuh dari AI.

Kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan tersebut juga terlihat dalam rencana penggunaan AI ke depannya. Sebanyak 98% pemilik usaha kecil di Indonesia berencana menggunakan AI untuk pemasaran dan pembuatan konten dalam 12 bulan ke depan, sementara 52% menilai pelatihan AI untuk pemasaran dan pembuatan konten akan bermanfaat bagi bisnis.

Informasi tambahan dari riset YouGov bersama Meta mengungkap bahwa 59% pemilik UMKM di Indonesia yang bisnisnya menggunakan AI telah memanfaatkannya untuk membuat atau mengedit konten, sementara 39% telah menggunakan AI untuk menganalisis informasi bisnis atau pelanggan. Sebanyak 42% pemilik UMKM saat ini menggunakan setidaknya satu perangkat bisnis berbasis AI dari Meta, sementara 53% telah menggunakan atau tertarik menggunakan respons pelanggan berbasis AI melalui Messenger atau WhatsApp.

Selain itu, 38% pemilik UMKM mengatakan bahwa mereka akan mempercayai agen AI untuk merespons pertanyaan pelanggan dengan tinjauan manusia yang minimal. Namun, 47% mengatakan biaya dapat menjadi hambatan bagi bisnis mereka untuk mengikuti pelatihan AI, sementara 52% mengatakan pelatihan AI untuk pemasaran dan pembuatan konten akan bermanfaat bagi bisnis mereka. Sebanyak 36% akan menganggap panduan mengenai privasi dan keamanan data bermanfaat, sementara 32% menginginkan informasi yang lebih jelas mengenai biaya dan return on investment (ROI).

Program ‘Gapai Pasar Global dengan AI’ berupaya membekali UMKM dengan keterampilan praktis untuk menggunakan AI dalam pemasaran, meningkatkan produktivitas, dan menjangkau pasar internasional. Sebagai penutup program, Meta dan Kementerian Perdagangan menyerahkan National Export-Ready Catalogue yang memuat profil dan produk unggulan peserta yang siap menjangkau pasar ekspor.

Melalui kolaborasi ini, Meta akan terus memperluas akses UMKM terhadap teknologi dan keterampilan AI untuk menemukan pelanggan baru dan membuka peluang pertumbuhan di pasar global. Bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya, penting untuk terus meningkatkan literasi digital dan memahami Pelindungan Data UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi AI secara optimal dan aman.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.