Telset.id – SpaceX dipastikan tidak akan mengakuisisi T-Mobile atau membangun jaringan sendiri untuk meluncurkan layanan mobile. Perusahaan milik Elon Musk justru dikabarkan akan menggandeng Charter Communications, perusahaan internet rumah terbesar di Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan Bloomberg, SpaceX dan Charter Communications akan bekerja sama dalam menawarkan layanan telepon seluler. Langkah ini menjadi titik balik dari spekulasi sebelumnya yang menyebut SpaceX akan membeli T-Mobile atau membangun infrastruktur jaringan sendiri.
Charter Communications merupakan perusahaan internet rumah terbesar di AS yang memiliki jaringan Wi-Fi hotspot nasional. Perusahaan ini juga mengoperasikan layanan Spectrum Mobile sebagai Mobile Virtual Network Operator (MVNO). Dalam kerja sama ini, SpaceX akan diizinkan untuk merutekan lalu lintas teleponnya melalui infrastruktur internet darat milik Charter.
Alasan Strategis di Balik Kerja Sama
Keputusan SpaceX menggandeng Charter bukan tanpa alasan. Meskipun SpaceX sebelumnya menyatakan keinginan untuk membangun jaringan sendiri dan menjadi penyedia layanan berbasis infrastruktur keempat di AS, perusahaan tersebut tidak memiliki cukup spektrum frekuensi untuk mewujudkannya.
Partisipasi SpaceX dalam lelang AWS-3 juga tidak memperbaiki posisinya secara signifikan. Sementara itu, tiga operator besar AS yaitu AT&T, T-Mobile, dan Verizon telah menyatakan tidak tertarik menandatangani kesepakatan MVNO dengan SpaceX.
Bermitra dengan Charter menjadi jalur yang lebih praktis bagi SpaceX untuk menjadi penyedia layanan telepon seluler langsung ke konsumen. Presiden SpaceX Gwynne Shotwell bahkan meyakini bahwa Starlink Mobile akan melampaui kesuksesan Starlink broadband.
“Starlink Mobile akan jauh melampaui Starlink broadband di rumah. Tidak semua orang membutuhkan broadband, Starlink broadband di rumah mereka. Ada banyak pilihan lain juga. Tapi saya pikir jumlah pengguna Starlink Mobile akan jauh melampaui Starlink broadband kami,” ujar Gwynne Shotwell pada Juni 2026.
Baca Juga:
Keunggulan Infrastruktur Charter
Charter Communications baru saja melakukan merger dengan Cox Communications tahun lalu. Kini perusahaan tersebut melayani lebih banyak lokasi dibanding penyedia internet mana pun, yaitu mencapai 43,2 juta lokasi.
Meskipun Charter merutekan sebagian besar lalu lintasnya melalui jaringan internet, perusahaan ini juga telah menjalin kesepakatan dengan T-Mobile dan Verizon untuk mendukung lalu lintas pengguna saat mereka tidak terhubung ke Wi-Fi.
Yang menarik, Charter dan perusahaan kabel Comcast sebelumnya telah saling mengizinkan pelanggan MVNO mereka untuk mengakses gabungan jejak Wi-Fi. Namun, keduanya sebelumnya menyatakan tidak menjual infrastruktur mereka sebagai layanan kepada perusahaan lain.
Kesediaan Charter untuk mengubah kebijakan tersebut demi SpaceX menunjukkan bahwa SpaceX menawarkan kesepakatan yang sangat menguntungkan. Jaringan Wi-Fi memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan kabel, sehingga mereka sangat menjaga eksklusivitasnya.
Bermitra dengan SpaceX tidak hanya membuka aliran pendapatan baru bagi Charter, tetapi juga mengakhiri pencarian mitra yang dilakukan SpaceX. Dengan jangkauan luas Charter, SpaceX dapat bekerja menuju tujuannya menyediakan konektivitas bagi pengguna di mana pun mereka berada.

Kerja sama ini menunjukkan strategi baru SpaceX dalam memasuki pasar layanan mobile. Alih-alih membangun infrastruktur dari awal atau mengakuisisi operator existing, SpaceX memilih jalur kemitraan yang lebih efisien dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada.
Langkah ini juga menjadi preseden baru dalam industri telekomunikasi AS, di mana perusahaan teknologi besar mulai menjalin kemitraan dengan penyedia infrastruktur untuk mempercepat peluncuran layanan mereka. SpaceX tampaknya belajar dari kesulitan yang dihadapi perusahaan lain dalam membangun jaringan sendiri.
Dengan dukungan infrastruktur Charter yang menjangkau 43,2 juta lokasi, SpaceX memiliki modal kuat untuk mewujudkan visi Starlink Mobile. Target pengguna yang jauh lebih besar dibanding Starlink broadband menunjukkan ambisi besar SpaceX di sektor layanan mobile.
Keputusan ini juga menjawab keraguan banyak pihak tentang kemampuan SpaceX bersaing dengan tiga operator besar AS. Dengan menggandeng Charter, SpaceX dapat menghindari ketergantungan pada AT&T, T-Mobile, atau Verizon yang sebelumnya menolak kerja sama MVNO.





Komentar
Belum ada komentar.