📑 Daftar Isi

Ilustrasi peretasan dompet kripto Trezor melalui serangan phishing email massal

Trezor Kena Hack Kedua, 347.000 Email Phishing Menyasar Pelanggan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Trezor kena hack kedua melalui Brevo, mengakibatkan 347.000 email phishing
  • Peretas akses 138 akun Brevo untuk kirim pesan phishing massal
  • Tautan berbahaya unduh aplikasi yang minta kata sandi cadangan dompet
  • Sebelumnya ShipMonk bocor data 81.000 pembeli dompet Trezor
  • Trezor evaluasi ulang hubungan dengan vendor dan minta pelanggan waspada

Telset.id – Perusahaan pembuat dompet kripto hardware Trezor kembali memperingatkan pelanggannya untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir bahwa salah satu perusahaan pihak ketiga yang mereka andalkan telah diretas. Serangan siber terhadap Brevo, perusahaan teknologi pemasaran yang digunakan Trezor untuk mengirim buletin, memungkinkan peretas mengirim sekitar 347.000 email phishing kepada pelanggan Trezor. Email tersebut berisi tautan berbahaya yang mengaku berasal dari pembuat dompet tersebut.

Dalam sebuah postingan blog pekan ini, Trezor mengungkapkan bahwa tautan dalam email phishing tersebut, ketika diklik, akan mengunduh aplikasi yang meminta korban memasukkan kata sandi cadangan dompet mereka. Menurut Trezor, salah satu subjek email berbunyi: “Critical Security Alert: STM32 Entropy Vulnerability.” Dengan kata sandi dompet yang dicuri, peretas dapat mencuri dana korban secara permanen di blockchain publik.

Brevo dalam postingan status insidennya menyatakan bahwa peretas berhasil mengakses 138 akun Brevo untuk mengirim pesan phishing dalam volume besar tersebut. Brevo mengungkapkan bahwa peretas menyalahgunakan celah yang membuat akses mereka “tidak tercakup dengan benar.” Perusahaan tersebut menyebut bahwa akses peretas “diberikan secara keliru” ke semua organisasi yang dapat dijangkau oleh akun peretas tersebut.

Pelanggaran ini menyoroti insiden keamanan yang umum terjadi, di mana peretas mengompromikan data yang dipegang oleh perusahaan pihak ketiga yang diperlukan untuk memenuhi pesanan atau pembelian dari pelanggan. Trezor menegaskan bahwa tidak ada produk, dompet, atau sistem akun mereka yang terpengaruh oleh insiden tersebut.

Serangan Kedua dalam Waktu Dekat

Ini merupakan pelanggaran kedua dalam beberapa pekan terakhir yang memengaruhi Trezor. Sebelumnya, perusahaan telah memperingatkan pelanggan pada bulan Agustus bahwa salah satu mitra pengirimannya terkena pelanggaran data. Insiden di perusahaan pengiriman ShipMonk tersebut mengekspos nama, nomor telepon, alamat email, dan alamat pos dari setidaknya 81.000 orang yang membeli dan menerima perangkat keras dompet Trezor.

Pelanggaran data tersebut dapat menempatkan pemilik kripto dan individu kaya lainnya pada risiko kekerasan yang ditargetkan serta apa yang disebut serangan “wrench”. Serangan ini mengandalkan serangan fisik untuk mengekstrak kata sandi dari seseorang.

Dalam pekan-pekan setelah pelanggaran di ShipMonk, beberapa orang menerima surat melalui pos yang mengaku dari Trezor. Surat tersebut menampilkan kode QR yang, ketika dipindai, membuka halaman palsu yang berupaya mencuri kata sandi dompet kripto korban. Modus ini mirip dengan pola penipuan QR code yang marak terjadi belakangan ini.

Trezor menyatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi kembali hubungan dengan vendor-vendor mereka. Perusahaan juga memperingatkan pelanggan bahwa alamat email mereka mungkin akan digunakan lagi untuk serangan phishing di masa mendatang.

Dampak bagi Pelanggan Trezor

Bagi pelanggan Trezor, insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan aset kripto tidak hanya bergantung pada perangkat keras yang mereka gunakan. Data pribadi yang dipegang oleh mitra bisnis Trezor, seperti Brevo dan ShipMonk, menjadi titik lemah yang dapat dimanfaatkan peretas untuk melancarkan serangan phishing yang meyakinkan.

Email phishing yang dikirim melalui akun Brevo yang diretas memiliki tingkat kredibilitas lebih tinggi karena berasal dari sistem resmi yang digunakan Trezor untuk berkomunikasi dengan pelanggannya. Hal ini membuat pelanggan lebih rentan untuk mengklik tautan berbahaya dan memasukkan kata sandi cadangan dompet mereka.

Pola serangan yang menargetkan data pihak ketiga ini juga sejalan dengan tren ancaman Lumma Stealer yang menyasar data pengguna melalui berbagai celah keamanan. Peretas terus mencari cara untuk mengakses informasi sensitif yang dapat digunakan untuk mencuri aset digital.

Dalam kasus Trezor, peretas tidak menyerang langsung sistem perusahaan, melainkan memanfaatkan celah pada Brevo yang memiliki akses ke data pelanggan Trezor. Brevo mengakui bahwa akses peretas “diberikan secara keliru” ke semua organisasi yang dapat dijangkau oleh akun peretas, menunjukkan adanya kelemahan dalam kontrol akses pada sistem mereka.

Pelanggan Trezor yang menerima email mencurigakan diminta untuk tidak mengklik tautan apapun dan tidak memasukkan kata sandi cadangan dompet mereka. Trezor menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah meminta kata sandi cadangan dompet melalui email.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya bagi perusahaan untuk mempertimbangkan ulang ketergantungan mereka pada pihak ketiga dalam menangani data pelanggan. Semakin banyak vendor yang terlibat dalam rantai layanan, semakin banyak pula titik yang dapat dieksploitasi oleh peretas.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, serangan terhadap Trezor dan mitra-mitranya menunjukkan bahwa keamanan adalah tantangan berlapis. Bahkan perusahaan yang produknya dirancang dengan fokus pada keamanan seperti Trezor tetap dapat menjadi target melalui celah pada ekosistem mitra bisnis mereka.

Trezor menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan. Pelanggan diimbau untuk tetap waspada terhadap email atau surat mencurigakan yang mengaku dari Trezor.

Dengan meningkatnya frekuensi serangan phishing yang menargetkan pemilik aset kripto, kesadaran pengguna menjadi pertahanan utama. Memverifikasi setiap komunikasi yang mengaku dari penyedia dompet kripto dan tidak pernah memberikan kata sandi cadangan kepada siapapun menjadi langkah penting untuk melindungi aset digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.