Bola Trionda Piala Dunia 2026 buatan Adidas dengan teknologi sensor canggih

Trionda, Bola Piala Dunia 2026 dengan Teknologi Canggih

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Adidas meluncurkan Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026 dengan teknologi sensor canggih
  • Bola harus diisi daya sebelum pertandingan, baterai tahan hingga 6 jam pemakaian aktif
  • Dilengkapi chip sensor gerak untuk mendeteksi off side, handball, dan insiden lainnya
  • Data dari sensor dikirim langsung ke sistem VAR untuk membantu keputusan wasit
  • Desain bola menghormati tiga tuan rumah: Kanada, AS, dan Meksiko dengan warna merah, hijau, biru
  • Sensor ditempatkan di sisi bola, berbeda dengan edisi 2022 yang di titik tengah

Telset.id – Adidas meluncurkan Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, yang mengadopsi teknologi tinggi untuk membantu wasit membuat keputusan lebih akurat selama pertandingan. Bola elektronik buatan Adidas ini dilengkapi sensor gerak dan harus diisi daya sebelum setiap laga dimulai.

Produsen perlengkapan olahraga asal Jerman itu telah memproduksi bola untuk Piala Dunia sejak 1970. Tahun lalu, Adidas memperkenalkan Trionda dengan “Teknologi Bola Terhubung” yang dirancang khusus untuk mendukung tugas perwasitan di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Menurut juru bicara Adidas, setiap bola harus diisi daya pada dudukan khusus di lokasi pertandingan sebelum laga dimulai. Proses ini dilakukan untuk memastikan fungsinya berjalan optimal selama pertandingan penuh dan bahkan setelahnya. Bola ini menggunakan baterai dengan standar tertinggi sehingga mampu bertahan hingga beberapa kali lipat dari durasi pertandingan tingkat atas.

Trionda mengandung chip sensor gerak unit pengukuran inersia yang ditahan oleh sistem suspensi. Sensor ini berfungsi mengumpulkan dan mengirimkan data ke sistem VAR. Teknologi tersebut memungkinkan bola melacak setiap sentuhan dan dapat membantu wasit membuat keputusan terkait potensi off side, handball, dan berbagai insiden umum lainnya.

“Sepanjang proses validasi, serta dalam dua kompetisi Piala Dunia FIFA dan UEFA EURO 2024 & 2025 yang telah kami layani sejauh ini, belum pernah ada satu skenario pun di mana kami harus mengganti bola akibat baterai yang lemah,” sebut jubir Adidas kepada Newsweek, seperti dikutip detikINET.

Ini bukan pertama kalinya Piala Dunia menghadirkan bola berteknologi tinggi. Pada edisi sebelumnya, Adidas bekerja sama dengan perusahaan teknologi Kinexon untuk menciptakan teknologi bola terhubung dengan VAR, yang digunakan di sepanjang 64 pertandingan dalam turnamen. Pihak Kinexon mengatakan bola berteknologi tinggi tersebut diisi dayanya secara nirkabel melalui stasiun pengisian daya khusus.

Dibutuhkan sekitar 90 menit untuk mencapai kapasitas penuh yang bisa bertahan sekitar 6 jam untuk penggunaan aktif dalam pertandingan. Bola ini juga mampu mendeteksi kapan berada di luar lapangan permainan dan akan beralih ke mode hibernasi untuk memperpanjang usia baterai.

Salah satu perbedaan signifikan dengan bola Piala Dunia 2022 adalah penempatan sensor. Seri 2026 memiliki sensor yang ditanamkan di sisi bola, bukan di titik tengahnya seperti edisi sebelumnya. Perubahan ini dirancang untuk meningkatkan akurasi pengumpulan data selama pertandingan.

Selain aspek teknis, desain Trionda juga memiliki makna khusus. Bola edisi 2026 ini dirancang untuk memberikan penghormatan kepada ketiga negara tuan rumah melalui skema warna merah, hijau, dan biru. Ikonografi yang digunakan mencakup daun maple, elang, dan bintang yang mewakili Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Kehadiran teknologi canggih dalam Bola Piala Dunia ini menunjukkan komitmen FIFA dan Adidas untuk terus meningkatkan keadilan dalam pertandingan. Dengan sensor yang mampu melacak setiap gerakan bola, wasit dapat mengandalkan data real-time untuk mengambil keputusan krusial.

Namun, ketergantungan pada baterai juga menimbulkan pertanyaan tentang keandalan teknologi ini di lapangan. Meskipun Adidas mengklaim belum pernah ada insiden baterai lemah selama turnamen sebelumnya, faktor teknis tetap menjadi perhatian bagi tim ofisial pertandingan.

Adidas memastikan bahwa setiap bola menjalani proses validasi ketat sebelum digunakan dalam pertandingan resmi. Proses ini mencakup pengujian daya tahan baterai, akurasi sensor, dan ketahanan fisik bola terhadap berbagai kondisi lapangan.

Teknologi bola terhubung ini telah diuji di berbagai kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia FIFA sebelumnya dan UEFA EURO 2024 serta 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan data yang akurat dan membantu wasit dalam mengambil keputusan.

Bagi para penggemar sepak bola, kehadiran Trionda menandai era baru dalam teknologi olahraga. Bola ini tidak hanya menjadi alat permainan, tetapi juga menjadi bagian integral dari sistem pengambilan keputusan di lapangan.

Dengan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di tiga negara, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertandingan dan mengurangi kontroversi terkait keputusan wasit. Teknologi VAR yang terintegrasi dengan bola pintar ini menjadi langkah maju dalam dunia sepak bola modern.

Adidas terus berinovasi dalam pengembangan perlengkapan olahraga. Sejak pertama kali memproduksi bola Piala Dunia pada 1970, perusahaan ini telah menghadirkan berbagai teknologi baru yang mengubah cara sepak bola dimainkan dan dinikmati.

Trionda menjadi bukti bahwa teknologi dapat berperan penting dalam menjaga integritas pertandingan. Dengan sensor yang presisi dan daya tahan baterai yang handal, bola ini siap mendukung pertandingan-pertandingan sengit di Piala Dunia 2026.

Penggunaan teknologi serupa juga mulai diterapkan di berbagai kompetisi lain di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dalam dunia olahraga terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital.

Bagi wasit dan ofisial pertandingan, Trionda memberikan alat tambahan untuk memastikan setiap keputusan didasarkan pada data yang akurat. Sementara bagi pemain, bola ini menawarkan konsistensi performa yang lebih baik dibandingkan bola konvensional.

Dengan segala keunggulan teknologinya, Trionda siap menjadi saksi bisu pertandingan-pertandingan bersejarah di Piala Dunia 2026. Inovasi ini membuktikan bahwa sepak bola terus berevolusi, tidak hanya dalam taktik dan strategi, tetapi juga dalam peralatan yang digunakan.

Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi teknologi ini. Jika berhasil, bukan tidak mungkin bola pintar seperti Trionda akan menjadi standar baru dalam sepak bola profesional di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar.