📑 Daftar Isi

Ilustrasi serangan CaptiveCrunch pada wifi publik di hotel dan bandara

Waspada CaptiveCrunch: Serangan Hacker di Wifi Hotel dan Bandara

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kampanye peretasan CaptiveCrunch menargetkan wifi di hotel, bandara, dan pusat konferensi
  • Microsoft Threat Intelligence menemukan aktor ancaman Rusia memanfaatkan portal captive untuk phishing dan malware
  • Peretas memanipulasi DNS dan HTTP untuk mengarahkan pengguna ke situs phishing
  • Pengguna disarankan menggunakan hotspot seluler atau VPN dengan killswitch
  • Jangan mengunduh software atau pembaruan melalui portal captive
  • Waspadai prompt ClickFix dan penghitung waktu mundur sebagai tanda bahaya
  • Pastikan perangkat diperbarui sebelum bepergian untuk menambal celah keamanan

Telset.id – Microsoft Threat Intelligence memperingatkan adanya kampanye peretasan baru bernama CaptiveCrunch yang menargetkan jaringan nirkabel di hotel, pusat konferensi, bandara, dan tempat hospitality lainnya. Serangan ini bertujuan mencuri kredensial pengguna dan membahayakan perangkat yang terhubung ke wifi publik.

Aktor ancaman dari Rusia memanfaatkan portal captive yang muncul saat pengguna terhubung ke wifi untuk melakukan phishing informasi sensitif dan menyebarkan malware. Pengguna sudah terbiasa melihat pop-up saat masuk ke jaringan publik, sehingga mereka cenderung tidak curiga terhadap jendela dialog palsu yang ditampilkan.

Menurut laporan Malwarebytes Labs, peretas mampu memanipulasi lalu lintas DNS dan HTTP dari portal tersebut. Hal ini memungkinkan mereka mengarahkan pengguna ke situs phishing untuk mengambil kredensial login dan kode perangkat, menyebarkan malware melalui pembaruan palsu dan prompt ClickFix, serta menjalankan serangan machine-in-the-middle untuk mencegat dan mengarahkan ulang lalu lintas data.

Pengguna mungkin melihat sejumlah kotak dialog palsu saat menghubungkan perangkat ke wifi hotel atau bandara. Beberapa contohnya termasuk jendela Windows Update atau Windows Security palsu, serta prompt untuk mengunduh PDF viewer atau utilitas optimasi disk.

Rekomendasi Keamanan dari Microsoft dan Malwarebytes

Peneliti Microsoft mendesak para pelancong untuk menganggap jaringan wifi publik dan tamu di hotel, pusat konferensi, dan bandara sebagai jaringan yang tidak dapat dipercaya. Pengguna disarankan mengandalkan koneksi privat seperti hotspot seluler dan data seluler daripada masuk ke wifi publik.

Bagi pengguna perangkat kerja, disarankan menggunakan travel router atau hotspot yang dikelola perusahaan yang menyediakan koneksi terenkripsi ke infrastruktur perusahaan. Jika terpaksa menggunakan wifi hotel atau bandara, Malwarebytes Labs merekomendasikan penggunaan VPN dengan fitur killswitch yang memblokir lalu lintas internet jika koneksi terputus secara tidak terduga.

Pengguna juga diminta memeriksa pop-up login dengan hati-hati dan mewaspadai halaman portal yang meminta informasi di luar nomor kamar atau nama belakang untuk terhubung. Gunakan email alias jika perlu memberikan alamat email.

Jangan pernah mengunduh pembaruan software, browser, sertifikat, tools, atau utilitas melalui portal captive, pesan pop-up, atau prompt web karena dapat memasukkan malware ke perangkat. Jika ragu apakah pembaruan diperlukan, langsung kunjungi layanan resmi atau buka pengaturan sistem. Pengguna tidak pernah diharuskan mengunduh apa pun untuk terhubung ke wifi.

Jika diminta menyalin kode atau menjalankan perintah di perangkat, segera keluar karena ini merupakan tanda serangan ClickFix. Hal mendesak seperti penghitung waktu mundur juga merupakan tanda bahaya. Terakhir, pastikan perangkat, aplikasi, dan software selalu diperbarui sebelum bepergian untuk menambal celah keamanan dan meminimalkan kemungkinan perlu mengunduh sesuatu selama di perjalanan.

Kampanye CaptiveCrunch menunjukkan bahwa ancaman terhadap pengguna wifi publik semakin canggih. Dengan memahami taktik yang digunakan peretas dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan, para pelancong dapat melindungi data dan perangkat mereka dari serangan ini.

Penting untuk selalu waspada terhadap jendela pop-up yang tidak biasa saat terhubung ke jaringan publik. Verifikasi keaslian setiap prompt yang muncul dan jangan pernah memberikan informasi sensitif melalui portal yang mencurigakan.

Keamanan siber saat bepergian membutuhkan kewaspadaan ekstra. Dengan mengikuti panduan dari Microsoft Threat Intelligence dan Malwarebytes Labs, risiko menjadi korban CaptiveCrunch dapat diminimalkan secara signifikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.