📑 Daftar Isi

Ilustrasi serangan phishing yang menyamar sebagai Bank of America

Waspada Phishing Bank of America: Target Windows dan macOS Berbeda

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Huntress menemukan kampanye phishing yang menyamar sebagai Bank of America dengan email palsu yang meniru branding resmi bank
  • Pengguna Windows diminta menginstal "Account Guard" yang ternyata skrip Visual Basic untuk menginstal ScreenConnect RMM
  • Pengguna macOS diarahkan ke halaman phishing yang mencuri data pribadi seperti nama, alamat, SSN, dan detail kartu pembayaran
  • Korban diminta login dua kali, percobaan pertama sengaja dibuat gagal
  • Huntress menyarankan pengguna memeriksa alamat pengirim email untuk menghindari penipuan
  • ScreenConnect adalah alat sah namun sering disalahgunakan untuk akses tak terbatas ke komputer korban

Telset.id – Ancaman phishing yang menyamar sebagai Bank of America kembali mencuat. Peneliti keamanan dari Huntress mengungkapkan adanya kampanye phishing yang meniru Bank of America dengan rantai infeksi berbeda untuk pengguna Windows dan macOS.

Para pelaku kejahatan siber mengirim email yang terlihat hampir identik dengan komunikasi resmi bank, lengkap dengan logo, skema warna, dan detail lainnya yang ditiru secara cermat. Padahal, email tersebut berasal dari domain yang sama sekali tidak terkait dengan Bank of America.

Huntress, perusahaan keamanan siber, menemukan email phishing ini melalui honeypot mereka—sebuah alamat email yang sengaja disiapkan untuk menangkap para penipu. Dalam email tersebut, korban diperingatkan bahwa akun mereka akan segera “dibatasi” kecuali mereka “mengonfirmasi” informasi tertentu.

Rantai Serangan untuk Pengguna Windows

Untuk pengguna Windows, korban diminta menginstal “Account Guard”, yang digambarkan sebagai “alat canggih yang dirancang untuk melindungi data keuangan Anda, mencegah transaksi tidak sah, dan ancaman siber lainnya”. Namun, ini bukan alat pelindung—ini adalah skrip Visual Basic yang mengarah pada instalasi ScreenConnect Remote Monitoring and Management (RMM).

Phishing

ScreenConnect sebenarnya bukan alat yang berbahaya—ini adalah alat yang sah—tetapi juga salah satu perangkat lunak yang paling sering disalahgunakan. Para penyerang memanfaatkannya untuk mendapatkan akses tak terbatas ke komputer korban tanpa memicu alarm keamanan.

Modus operandi ini serupa dengan tren serangan siber lain yang memanfaatkan alat akses jarak jauh populer. Sebelumnya, para peretas juga diketahui menyalahgunakan UltraVNC, Splashtop, dan ScreenConnect untuk membajak PC bisnis. Para ahli juga memperingatkan bahwa peretas mengubah alat akses jarak jauh menjadi backdoor berbahaya.

Target Berbeda untuk Pengguna macOS

Sementara itu, untuk pengguna macOS, tujuannya berbeda. Alih-alih mencoba menyebarkan malware, para penyerang justru berusaha mencuri data sensitif. Pertama, korban diminta masuk ke akun perbankan mereka—dua kali. Percobaan pertama sengaja dibuat gagal, untuk berjaga-jaga jika korban sengaja memasukkan kata sandi yang salah pada percobaan pertama.

Setelah itu, halaman web kedua meminta korban untuk “mengonfirmasi” detail mereka—nama lengkap, alamat surat, detail ID pemerintah, nomor Jaminan Sosial (SSN), dan detail kartu pembayaran. Informasi ini lebih dari cukup untuk serangan pencurian identitas, atau bahkan penipuan transfer dana.

Huntress kini memperingatkan semua pengguna Bank of America untuk memeriksa ulang alamat pengirim untuk setiap email yang mengaku berasal dari bank. Ini adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah email tersebut sah atau penipuan.

Kampanye phishing ini menunjukkan bagaimana para penyerang semakin canggih dalam menyesuaikan serangan mereka berdasarkan platform yang digunakan korban. Untuk pengguna Windows, tujuannya adalah mendapatkan akses ke perangkat melalui alat manajemen jarak jauh. Untuk pengguna macOS, tujuannya adalah mencuri data pribadi dan keuangan secara langsung melalui halaman phishing yang dirancang khusus.

Para pengguna juga perlu mewaspadai tren serangan serupa yang memanfaatkan pembaruan palsu dari aplikasi populer. Para peretas diketahui menggunakan pembaruan Adobe dan Zoom palsu untuk memuat malware ke perangkat korban. Selain itu, kampanye phishing juga dilaporkan membajak fitur bisnis Meta yang sah untuk mengirim email penipuan yang tampak berasal dari alamat resmi Meta.

Keberhasilan serangan ini bergantung pada kelengahan pengguna. Oleh karena itu, verifikasi alamat pengirim email menjadi langkah pertama yang krusial. Jika alamat pengirim tidak sesuai dengan domain resmi bank, besar kemungkinan email tersebut adalah upaya phishing.

Para peneliti keamanan menekankan pentingnya kewaspadaan berlapis. Selain memeriksa alamat pengirim, pengguna juga disarankan untuk tidak mengklik tautan atau lampiran mencurigakan, serta selalu mengakses layanan perbankan melalui aplikasi resmi atau situs web yang diketik langsung di browser.

Kampanye phishing Bank of America ini menjadi pengingat bahwa serangan siber terus berevolusi. Dengan memahami perbedaan rantai serangan untuk Windows dan macOS, pengguna dapat lebih siap mengenali tanda-tanda upaya penipuan dan melindungi data pribadi serta keuangan mereka.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.