📑 Daftar Isi

Deretan Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026 dari Bola Pintar hingga AI

Deretan Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026 dari Bola Pintar hingga AI

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi ajang pembuktian teknologi paling ambisius dalam sejarah sepak bola. Mulai dari bola pintar hingga kecerdasan buatan, berbagai inovasi digital digunakan untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit, keamanan stadion, hingga pengalaman menonton.

Turnamen akbar ini menjadi panggung bagi teknologi-teknologi terkini yang diterapkan baik di dalam maupun luar lapangan. Seluruh sistem pertandingan, mulai dari perangkat di lapangan hingga infrastruktur keamanan, kini dilengkapi dengan inovasi digital terdepan. Berikut adalah deretan teknologi canggih yang digunakan di Piala Dunia 2026.

Bola Pintar Adidas Trionda

Salah satu inovasi paling menarik adalah Adidas Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026. Secara tampilan, Trionda tidak jauh berbeda dari bola sepak profesional lainnya, namun di dalamnya terdapat teknologi yang jauh lebih kompleks. Bola ini dilengkapi chip khusus dan teknologi sensor gelombang yang mampu mendeteksi kontak fisik sekecil apapun di atas lapangan.

Di dalam salah satu dari empat panel bola Adidas Trionda, tertanam sensor Inertial Measurement Unit (IMU). Sensor ini bekerja mendeteksi akselerasi, putaran, rotasi, serta setiap peristiwa kontak pada bola dengan kecepatan mencapai 500 pembacaan per detik. Menariknya, keberadaan sensor tersebut membuat Trionda harus diisi daya sebelum digunakan. Bola ditempatkan pada docking station khusus selama kurang lebih 90 menit untuk menghasilkan daya tahan baterai hingga enam jam penggunaan aktif.

Bukti nyata penggunaan teknologi ini terlihat dalam laga Swedia melawan Tunisia. Gol keempat Swedia yang dicetak Mattias Svanberg sempat dianulir karena hakim garis menganggap sang pemain dalam posisi offside. Setelah dilakukan peninjauan oleh tim VAR, keputusan tersebut berbalik berkat sensor canggih di dalam bola pintar. Data grafis flat-line di layar monitor VAR menunjukkan lonjakan sensorik saat bola melewati kaki striker Swedia, Alexander Isak. Sensor membuktikan bahwa Isak memberikan sentuhan super tipis yang tidak tertangkap mata.

Sistem Offside Semi Otomatis (SAOT)

Salah satu teknologi yang paling menonjol adalah Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan offside lebih cepat serta mengurangi risiko cedera bagi para pemain. Sistem ini memanfaatkan kamera berkecepatan tinggi, data sensor bola, serta teknologi AI untuk mendeteksi posisi offside secara lebih cepat dan akurat.

Sistem ini juga didukung oleh pemindaian 3D untuk membuat avatar AI dari 1.248 pemain dan 16 kamera pelacak optik per stadion yang menghasilkan 150 juta titik data per pertandingan. Untuk Piala Dunia 2026, sistem tersebut hadir dengan kemampuan yang lebih canggih dibanding edisi sebelumnya. Seperti yang dibahas dalam artikel AI Kurangi Drama, teknologi ini secara signifikan mempercepat proses peninjauan offside.

Football AI Pro

Untuk menghilangkan ketimpangan teknologi, FIFA menyediakan platform Football AI Pro yang dibangun di atas infrastruktur Lenovo AI Factory untuk semua 48 tim peserta. Asisten AI generatif ini dilatih menggunakan jutaan titik data dan lebih dari 2.000 metrik spesifik sepak bola. Platform ini memberikan kedalaman analisis taktis dan data performa fisik pascapertandingan yang setara bagi negara debutan maupun tim raksasa dunia.

FIFA ingin memastikan bahwa tim-tim debutan dari konfederasi sepak bola yang lebih kecil memiliki akses ke analisis yang sama mendalamnya dengan negara-negara raksasa. Para pemain juga mendapatkan aplikasi khusus yang memberikan akses ke data pasca-pertandingan yang komprehensif, termasuk metrik performa fisik dan data peristiwa, segera setelah pertandingan mereka usai.

Kamera Wasit (Body Cam)

Wasit yang memimpin pertandingan di lapangan kini juga dilengkapi dengan kamera tubuh (body cam) sepanjang 104 pertandingan. Teknologi ini menampilkan sudut pandang langsung (first-person footage) dan mengurangi efek buram akibat pergerakan cepat. Untuk pertama kalinya, rekaman video yang sedang ditinjau wasit melalui monitor VAR akan ditampilkan secara live di layar raksasa stadion agar bisa dilihat oleh penonton.

Digital Twin Stadion

Teknologi canggih tidak hanya digunakan di atas lapangan, melainkan sebagai penunjang di stadion untuk para penonton. Setiap dari 16 stadion yang digunakan dalam turnamen ini memiliki peta virtual super akurat yang dibuat menggunakan teknologi Digital Twin. Melalui perangkat Lenovo dan Motorola, sistem pengawas ini memantau langsung arus pergerakan penonton serta penempatan personel keamanan guna mengantisipasi kepadatan di pintu gerbang, toilet, maupun area konsesi secara real-time.

Robot Anjing

Di wilayah Meksiko, tepatnya melalui kebijakan dewan kota Guadalupe di area metropolitan Monterrey, pengamanan diperkuat dengan pengadaan unit robot berkaki empat senilai 2,5 juta peso. Robot berbentuk anjing ini dirancang khusus untuk memasuki area-area berbahaya saat terjadi insiden dan mengirimkan rekaman video langsung ke tim keamanan sebelum petugas manusia mengambil tindakan.

Facial Recognition

Sejumlah stadion di Amerika Serikat, termasuk Gillette Stadium di Boston, Hard Rock Stadium di Miami, dan Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, mulai mengintegrasikan sistem pemindaian wajah berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini digunakan sebagai akses masuk bagi penonton yang terdaftar sekaligus memproses metode pembayaran digital tanpa memerlukan tiket fisik.

Implikasi Teknologi untuk Sepak Bola Modern

Piala Dunia 2026 menunjukkan bagaimana teknologi kini menjadi bagian yang semakin penting dalam sepak bola modern. Berbagai sistem baru yang diperkenalkan FIFA dirancang untuk membantu meningkatkan akurasi keputusan, efisiensi pertandingan, serta kualitas pengalaman menonton bagi penggemar di seluruh dunia.

Meski begitu, teknologi tetap berperan sebagai alat bantu. Pada akhirnya, sepak bola tetap merupakan permainan yang ditentukan oleh pemain di lapangan dan keputusan manusia yang memimpin jalannya pertandingan. Keseimbangan antara inovasi dan esensi olahraga menjadi faktor penting agar teknologi dapat memberikan manfaat tanpa menghilangkan karakter asli sepak bola itu sendiri.

Bagi penggemar yang ingin mengikuti jadwal pertandingan, Telset.id menyediakan panduan lengkap Cara Sinkronisasi Jadwal ke kalender ponsel. Sementara itu, untuk mengetahui negara dengan infrastruktur digital terbaik, simak artikel tentang Internet Tercepat Peserta Piala Dunia 2026.

Komentar

Belum ada komentar.