Eks Pegawai Microsoft Bongkar Bantuan Teknologi untuk Genosida Palestina

Eks Pegawai Microsoft Bongkar Bantuan Teknologi untuk Genosida Palestina

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Seorang mantan pegawai Microsoft Italia mengundurkan diri dan mengungkapkan bahwa perusahaan teknologi raksasa tersebut membantu Israel melakukan genosida terhadap Palestina melalui penyediaan infrastruktur data center dan kecerdasan buatan (AI). Pengakuan mengejutkan ini disampaikan melalui email yang dikirimkan ke ribuan pegawai Microsoft lainnya.

Pegawai yang hanya dikenal dengan nama panggilan ‘Nour’ ini sebelumnya menjabat sebagai Teknisi Lingkungan Kritis di data center Microsoft Italia. Dalam emailnya, Nour menyatakan bahwa Microsoft memperluas data center Eropa sebagai pusat pemantauan massal yang menggunakan Palestina sebagai laboratorium percobaan persenjataan digital.

“Setelah 2 tahun menjadi Teknisi Lingkungan Kritis di data center Microsoft Italia, saya memilih berhenti. Ini karena saat ini Microsoft memperluas data center Eropa (alias pusat pemantauan massal) untuk menggunakan Palestina sebagai laboratorium percobaan persenjataan digital,” kata Nour dalam emailnya seperti diberitakan The Canary Inggris dan dilansir Jumat (3/7/2026).

Nour mengungkapkan bahwa selama 994 hari, Microsoft telah membantu genosida di Palestina. Data center Eropa menjadi infrastruktur penting bagi Microsoft untuk melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Mantan pegawai ini juga mengingatkan laporan pada 6 Agustus 2025 yang mengungkap bagaimana Microsoft menampung 11.500TB data telepon cegatan warga Palestina di data center Microsoft Belanda, dengan data tambahan disimpan di data center Irlandia sebanyak 200 juta jam audio.

“Itu adalah koleksi data pengintaian paling besar sedunia terhadap satu kelompok populasi,” kata Nour.

Data tersebut digunakan oleh pihak militer Israel untuk mengidentifikasi target serangan udara, penahanan, dan ancaman terhadap seluruh warga Palestina. Lebih mengkhawatirkan lagi, data ini juga dipakai untuk melatih program AI guna memberikan justifikasi pembunuhan non-kombatan, dengan sengaja menjadikan pekerja sipil sebagai target militer Israel. Program ini bahkan dapat membunuh seluruh keluarga dalam sekali serang.

Nour juga mengungkapkan bahwa investigasi yang dilakukan Microsoft saat laporan ini pertama kali diungkap hanyalah pura-pura dan lebih merupakan upaya cuci tangan. Microsoft dituding berkolusi dengan rezim teror di Tel Aviv untuk memindahkan data dari server Belanda.

Mantan pegawai ini juga menceritakan tentang data center Microsoft Irlandia yang digunakan untuk program pengintaian massal. Ada aplikasi yang ditanamkan di seluruh ponsel warga Palestina sebagai bentuk apartheid yang menyebabkan semua orang Palestina bisa dipantau dan melanggar hak privasi mereka.

Nour meminta para koleganya untuk berpikir tentang bagaimana sistem AI Microsoft yang telah menghabiskan banyak energi dan air justru dipakai untuk mesin perang tentara Israel menghancurkan negara lain. Microsoft dituding munafik karena tindakannya tidak sesuai dengan slogan pemberdayaan dan pola pikir bertumbuh yang sering didengungkan perusahaan.

Sebelumnya, para pegawai Microsoft pernah memiliki kampanye No Azure for Apartheid (NOAA) yang berhasil membuat Microsoft menghentikan kontrak dengan Unit 8200 dari badan intelijen Israel. Nour berharap para koleganya di Microsoft dapat melakukan gerakan serupa lagi untuk menghentikan keterlibatan perusahaan dalam konflik ini.

Terakhir, Nour berpesan agar para pegawai Microsoft belajar bagaimana perusahaan mereka membantu genosida di Palestina. Dia mengajak mereka yang belum bergabung untuk ikut serta dalam gerakan No Azure for Apartheid. “Bebaskan Palestina,” tutup Nour dalam emailnya yang menghebohkan itu.

Pengakuan ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Microsoft dan Israel. Sebelumnya, serangan DDoS global juga sempat menjadi sorotan di dunia maya, meskipun tidak terkait langsung dengan kasus ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.