📑 Daftar Isi

SAW: Genesis Ubah Horor Jigsaw Jadi Game Multiplayer 3v1

SAW: Genesis Ubah Horor Jigsaw Jadi Game Multiplayer 3v1

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Franchise horor Saw resmi berpindah genre melalui proyek terbarunya, SAW: Genesis, yang mengubah formula psikologis khas filmnya menjadi pengalaman asymmetrical multiplayer dengan pertandingan 3v1. Alih-alih menonton korban melewati jebakan Jigsaw, pemain kini terlibat langsung di dalamnya—tiga pemain mengendalikan Accused, sementara satu pemain lain berperan sebagai Judge. Perubahan ini menjadi salah satu penyimpangan terbesar yang pernah diambil waralaba Saw, sekaligus menandai arah baru bagi adaptasi game berbasis film horor.

Selama ini, seri Saw bertumpu pada ketegangan, misteri, efek praktis yang brutal, dan pengungkapan yang dibangun hati-hati. Genesis mengubah trope horor tersebut menjadi sistem yang bisa berjalan berbeda di setiap pertandingan. Peta dihasilkan secara prosedural, sementara para Accused harus bekerja sama memecahkan tantangan, mencari persediaan, menemukan kunci, dan melarikan diri sebelum waktu habis. Di sisi lain, Judge beroperasi dari balik bayangan dengan memanfaatkan lorong tersembunyi, racun, jebakan, hingga seorang Accomplice untuk memanipulasi pemain lain.

Yang paling sesuai dengan identitas Saw, bertahan hidup bisa menuntut pengorbanan permanen. Pemain yang terjebak dalam Rehabilitation Traps mungkin harus merelakan bagian tubuh untuk kabur, dan cedera pada lengan atau kaki selanjutnya memengaruhi kemampuan memecahkan puzzle, bertarung, atau bergerak efisien. Bahkan Judge berbeda dari villain horor yang biasanya nyaris tak tersentuh dalam game asimetris, karena karakter ini secara fisik rentan dan bisa mengalami cedera sendiri. Hasilnya adalah adaptasi unik dari film-filmnya dan interpretasi baru yang menarik tentang apa yang bisa menjadi Saw, meski belum jelas seberapa efektif pendekatan ini menarik penggemar waralaba maupun pendatang baru.

Prequel yang Berlangsung Seabad Sebelum John Kramer

Selain mengubah format, Genesis juga melangkah lebih jauh ke belakang dalam sejarah waralaba dibanding installment mana pun sebelumnya. Berlatar kelam pasca Perang Dunia I, prekuel ini berlangsung sekitar satu abad sebelum John Kramer mulai menempatkan korbannya melalui tes Jigsaw yang terkenal kejam. Cerita ini memperkenalkan sosok yang sama sekali berbeda, yang filosofinya pada akhirnya membantu meletakkan dasar bagi apa yang datang kemudian.

Di pusat cerita terdapat Judge, karakter yang dibentuk oleh pengalaman selama Perang Besar dan menjadi yakin bahwa manusia dapat “direhabilitasi” melalui rasa sakit dan pengorbanan. Judge membangun uji coba mematikan bagi orang-orang yang disebut Accused, memaksa mereka melewati jebakan, pilihan moral yang sulit, dan situasi ketika bertahan hidup bisa menuntut biaya yang sangat besar. Pemain dapat merasakan premis itu dari kedua perspektif, mengendalikan Judge saat memanipulasi uji coba dari balik layar atau bergabung dengan tiga Accused yang berusaha bekerja sama keluar dari labirin.

Baca Juga:

Bloober Team mendeskripsikan Judge sebagai arsitek awal dari filosofi yang pada akhirnya memengaruhi Jigsaw, memungkinkan prekuel ini memperluas mitologi tanpa menulis ulang origin John Kramer yang sudah mapan. Langkah ini memberikan konteks yang selama ini dibutuhkan tentang bagaimana seluruh kekacauan ini bermula. Pendekatan tersebut sejalan dengan cara sejumlah waralaba horor menjaga kesinambungan naratif mereka, mirip dengan bagaimana proyek teknologi ambisius seperti Discovery Supercomputer menyiapkan berbagai inisiatif besar secara terencana.

SAW: Genesis dikembangkan bersama oleh Broken Mirror Games milik Bloober Team dan Anshar Studios, dengan Bloober Team bertindak sebagai publisher. Setelah mengalami penundaan baru-baru ini, game ini dijadwalkan memasuki Early Access pada Q1 2027, dengan PC saat ini menjadi satu-satunya platform yang dikonfirmasi. Jadwal tersebut menempatkan Genesis di jendela rilis yang cukup panjang, memberi ruang bagi pengembang untuk menyempurnakan sistem multiplayer asimetrisnya sebelum peluncuran penuh.

Waralaba Saw sendiri telah menjadi salah satu franchise horor paling luas di abad ke-21, tumbuh jauh melampaui premis awal film James Wan pada 2004. Dalam beberapa dekade sejak itu, seri ini menghasilkan sembilan film tambahan, membangun mitologi yang semakin rumit di sekitar John Kramer, yang lebih dikenal sebagai Jigsaw, dan para pengikut yang melanjutkan filosofi brutalnya. Apa yang dimulai sebagai misteri kelam tentang dua pria terjebak di kamar mandi menghadapi pilihan mengerikan perlahan berkembang menjadi cerita luas yang berfokus pada para murid dan kaki tangan rahasia Kramer, garis waktu yang tumpang tindih, dan berbagai tes baru yang rumit alias “games”.

Bahkan setelah kematian Kramer, Saw berulang kali menemukan cara untuk kembali ke warisannya, baik melalui kilas balik, korban yang sebelumnya tak terlihat, maupun karakter baru yang terinspirasi metodenya. Kini waralaba ini bersiap mendorong mitologinya ke wilayah yang benar-benar asing melalui prekuel yang menjangkau jauh lebih ke masa lalu dibanding kisah Saw mana pun sebelumnya. Perpindahan ke format game juga menempatkan Genesis di jalur yang sama dengan berbagai pengembangan teknologi hiburan lain yang tengah berlangsung, seperti eksperimen militer yang dilaporkan tengah mengembangkan Torpedo Silent Anvil.

Dari sisi desain, keputusan menjadikan Judge sebagai karakter yang rentan secara fisik menandai perbedaan penting dari formula game asimetris yang umum. Villain dalam game semacam ini biasanya nyaris tak bisa dilawan, tetapi Genesis memberi ruang bagi Accused untuk melukai Judge. Kombinasi antara peta prosedural, pengorbanan permanen berupa bagian tubuh, dan peran Accomplice menciptakan variabel yang membuat setiap pertandingan berpotensi berjalan berbeda. Namun, seperti dicatat dalam materi sumber, masih belum jelas seberapa efektif pendekatan baru ini dalam menarik penggemar waralaba maupun pendatang baru.

Dengan latar pasca Perang Dunia I, Genesis juga membuka kemungkinan eksplorasi tema yang lebih berat dibanding installment sebelumnya. Judge digambarkan sebagai sosok yang yakin manusia bisa “direhabilitasi” lewat rasa sakit dan pengorbanan, sebuah filosofi yang kemudian menjadi fondasi bagi metode Jigsaw. Alih-alih menceritakan ulang asal-usul Kramer, prekuel ini memilih memperkenalkan figur baru yang berdiri di awal rantai filosofi tersebut. Pendekatan ini memungkinkan waralaba memperluas dunia tanpa mengganggu kanon yang sudah ada, sekaligus memberikan konteks tambahan tentang asal mula seluruh rangkaian uji coba mematikan itu.

Bagi pemain, daya tarik utama Genesis terletak pada kemungkinan merasakan premis Saw dari dua sisi sekaligus. Sebagai Accused, pemain dituntut bekerja sama, mengatur sumber daya, dan membuat keputusan sulit ketika harus mengorbankan bagian tubuh demi bertahan hidup. Sebagai Judge, pemain memanipulasi uji coba dari balik layar menggunakan lorong tersembunyi, racun, dan jebakan. Struktur 3v1 ini menempatkan Genesis dalam kategori pengalaman multiplayer yang menuntut koordinasi sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap situasi yang terus berubah setiap pertandingan.

Status Early Access yang direncanakan pada Q1 2027 menunjukkan bahwa Genesis akan hadir dalam bentuk yang masih terus berkembang. Dengan PC sebagai satu-satunya platform yang dikonfirmasi, pengembang memiliki ruang untuk mengumpulkan masukan pemain sebelum peluncuran final. Penundaan yang baru-baru ini terjadi menegaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap penyempurnaan, dan jadwal Early Access menjadi penanda paling konkret soal kapan pemain bisa mencobanya. Sementara itu, waralaba Saw terus memperlihatkan bahwa mitologinya masih bisa diperluas ke arah yang belum pernah dijelajahi, kali ini dengan format yang secara fundamental berbeda dari film-filmnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.