📑 Daftar Isi

Ilustrasi data center Google di kawasan hutan Finlandia yang jadi objek investigasi pidana lingkungan

Google Diperiksa Polisi Finlandia soal Kerusakan Lingkungan Data Center

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Polisi Finlandia membuka investigasi pidana atas dugaan kerusakan lingkungan oleh Tuike Finland Oy, anak perusahaan Google
  • Investigasi dipicu lima keluhan soal proyek data center di Muhos dan didukung otoritas LVV
  • Google sebelumnya minta maaf atas penebangan hutan tanpa izin yang mengubah 816 acre hutan jadi lumpur
  • Perusahaan juga disebut menebang 500 acre hutan di dekat Otanmäki
  • Google menyatakan akan kooperatif dengan penyelidikan kepolisian

Telset.id – Google menghadapi penyelidikan pidana di Finlandia. Kepolisian setempat resmi membuka investigasi atas dugaan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh anak perusahaan Google, Tuike Finland Oy, terkait proyek data center di Muhos. Investigasi ini dipicu oleh lima keluhan yang diterima pihak berwenang.

Penyelidikan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi kepolisian yang diterbitkan hari ini. Menurut pernyataan itu, investigasi didukung oleh Otoritas Perizinan dan Pengawasan Finlandia (LVV). Tuike Finland Oy dituduh melakukan dugaan pelanggaran hukum lingkungan dan menyebabkan kerusakan lingkungan.

Selain tuduhan utama tersebut, kepolisian juga menyelidiki sejumlah pelanggaran pidana ringan lain yang berkaitan dengan ambiguitas dan kekurangan dalam sistem drainase serta pengelolaan air di kawasan proyek. Langkah ini menandai eskalasi dari persoalan lingkungan menjadi proses hukum yang melibatkan entitas korporasi Google di Finlandia.

Muhos, Finland

Kerusakan Lingkungan dan Perluasan Proyek

Kasus ini berakar pada tindakan penebangan hutan yang dilakukan tanpa izin di dekat Muhos. Sebelumnya, perwakilan Google telah menyampaikan permintaan maaf secara publik atas penebangan hutan yang tidak mendapat otorisasi tersebut. Penebangan itu mengubah 816 acre kawasan hutan menjadi hamparan lumpur.

Namun persoalan tidak berhenti di Muhos. Google juga tampaknya bergerak terlalu cepat dalam pengembangan data center dengan menebang 500 acre hutan di dekat Otanmäki. Reuters melaporkan bahwa seorang perwakilan Google menyatakan perusahaan akan bekerja sama dengan penyelidikan kepolisian dan terus berfokus pada upaya menjaga kepatuhan di lokasi-lokasi operasionalnya.

Pernyataan tersebut menuai pertanyaan, mengingat kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Bagi eksekutif Google, yang menjadi perhatian utama kemungkinan besar bukan lagi soal kesalahan, melainkan skala hukuman dan remediasi yang akan diajukan dalam proses hukum ini.

Google's data center plans in Finland

Dampak dari proyek ini juga merambah ke kehidupan warga dan satwa. Sebelumnya dilaporkan bahwa serigala memasuki permukiman di Finlandia setelah habitat mereka terganggu akibat perluasan kawasan data center Google. Kehadiran satwa liar yang keluar dari hutan menjadi salah satu persoalan yang menyertai pembangunan fasilitas tersebut.

Ketegangan dengan warga sebenarnya sudah muncul sebelum investigasi pidana ini bergulir. Isu kebisingan konstruksi dan operasional, polusi, persaingan pemanfaatan utilitas, serta kerusakan lingkungan menjadi kekhawatiran yang disampaikan warga. Bagi sebagian pihak, kekhawatiran itu bahkan tergerus oleh kehadiran hewan liar yang berpindah dari hutan akibat pembukaan lahan.

A wolf in eastern Finland

Finlandia sendiri menjadi lokasi yang menarik bagi Google untuk pengembangan data center. Negara itu menawarkan iklim dingin, pasokan listrik yang terjangkau, dan dukungan pemerintah terhadap proyek-proyek kecerdasan artifisial. Google juga diuntungkan karena dapat membangun di kawasan dengan kepadatan penduduk rendah, di mana kecenderungan masyarakat untuk melakukan protes tergolong rendah.

Namun, tindakan perusahaan yang dinilai merusak lingkungan mulai menguji kesabaran publik Finlandia. Serigala yang masuk ke permukiman, polusi, potensi kenaikan tagihan listrik hingga 40 persen, dan berbagai dampak lain disebut telah memperburuk posisi Google, bahkan sebelum investigasi pidana ini resmi dibuka.

a data center in the middle of the Finnish forest

Hingga berita ini ditulis, perwakilan pemerintah Finlandia belum memberikan komentar mengenai kasus tersebut. Proses penyelidikan kepolisian yang didukung LVV akan menentukan bagaimana tuduhan pelanggaran hukum lingkungan terhadap Tuike Finland Oy bergulir ke tahap berikutnya.

Kasus ini memperlihatkan bahwa ekspansi infrastruktur data center untuk mendukung kebutuhan komputasi, termasuk kecerdasan artifisial, tidak lepas dari konsekuensi hukum dan lingkungan. Bagi Google, kerja sama dengan penyelidikan kepolisian menjadi langkah yang telah dinyatakan secara terbuka, sementara skala sanksi dan bentuk remediasi masih menunggu hasil proses hukum di Finlandia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.