📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Disney+ dan Hulu dengan latar belakang layar streaming dan simbol kenaikan harga

Disney+ dan Hulu Naik Harga, Langganan Bebas Iklan Tembus Rp21,50

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Disney+ dan Hulu naik harga mulai hari ini, kenaikan keempat dalam empat tahun
  • Paket bebas iklan Disney+ naik ke $21,50/bulan, naik sekitar 13 persen
  • Bundel bebas iklan Disney+ dan Hulu naik $2 menjadi $22/bulan
  • Paket beriklan naik ke $12,50/bulan, bundel beriklan tetap $13/bulan
  • Disney+ dan Hulu ikut tren kenaikan harga bersama Peacock, Apple TV, dan Netflix
  • Disney jajaki tier gratis dan rekrut CTO pertama, Karandeep Anand

Telset.id – Disney kembali menaikkan harga layanan streaming Disney+ dan Hulu, dengan paket bebas iklan kini menyentuh angka tertinggi dalam sejarah layanan tersebut. Kenaikan ini berlaku efektif mulai hari ini, dan pelanggan baru akan langsung melihat perubahan tarif pada tagihan berikutnya. Langkah ini menandai kenaikan harga keempat dalam empat tahun terakhir untuk Disney+ dan berbagai paket bundelnya.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip sejumlah media teknologi, harga Disney+ versi bebas iklan naik menjadi $21,50 per bulan, atau sekitar 13 persen lebih tinggi dari sebelumnya. Sementara itu, paket bundel bebas iklan yang menggabungkan Disney+ dan Hulu naik $2 menjadi $22 per bulan. Paket bundel ini masih tergolong lebih hemat karena harganya sekitar setengah dari biaya berlangganan kedua layanan secara terpisah.

Kenaikan juga menyasar paket dengan dukungan iklan. Disney+ dengan iklan naik menjadi $12,50 per bulan dari sebelumnya $12, dan hal yang sama berlaku untuk Hulu dengan iklan. Namun, paket bundel beriklan yang mencakup kedua layanan tetap tidak berubah di harga $13 per bulan.

Angka yang beredar di sejumlah laporan memang sedikit berbeda. Ada keterangan yang menyebut paket bundel bebas iklan Disney+ dan Hulu naik dari $19,99 menjadi $21,99 per bulan, sedangkan paket mandiri bebas iklan masing-masing naik menjadi $21,49 per bulan dari $18,99. Untuk paket mandiri beriklan, harga disebut naik menjadi $12,49 per bulan. Harga terbaru ini tercantum di halaman dukungan resmi Disney+.

Streaming Makin Mahal, Disney+ dan Hulu Ikut Tren Kenaikan

Disney+ dan Hulu tidak bergerak sendirian. Perusahaan streaming lain telah menaikkan harga secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Peacock dan Apple TV menaikkan harga pada Agustus, sementara Netflix menaikkan harga pada awal tahun ini. Ketika Disney+ diluncurkan pada 2019, biaya langganan bulanan dasarnya hanya $6,99. Sejak itu, layanan ini perlahan menjauh dari harga perkenalan tersebut seiring Disney berupaya menjadikan streaming sebagai bagian yang menguntungkan dari bisnis hiburannya.

Kenaikan terbaru ini terjadi ketika streaming semakin menjadi bagian penting dari bisnis Disney secara keseluruhan. Dalam hasil kuartal ketiga 2026, Disney menyebut pendapatan streaming hiburan dari Disney+ dan Hulu naik 11 persen menjadi $5,5 miliar, didorong oleh pertumbuhan pelanggan dan dampak dari kenaikan harga sebelumnya.

Di sisi lain, Disney tampaknya menjajaki cara baru untuk memperluas bisnis streamingnya di luar sekadar menaikkan harga langganan. Perusahaan dilaporkan telah menjajaki kemungkinan menghadirkan tier gratis untuk Disney+. Langkah ini berpotensi menempatkan perusahaan dalam persaingan yang lebih langsung dengan platform seperti YouTube dan Tubi, yang telah menangkap pangsa waktu menonton konsumen yang terus tumbuh.

Awal bulan ini, Disney+ juga memperkenalkan “Playlists”, fitur baru yang dirancang untuk membantu pengguna menemukan dan menonton pilihan konten terkurasi secara berkelanjutan. Perusahaan juga melakukan perubahan di sisi teknologi. Disney baru-baru ini merekrut Karandeep Anand sebagai CTO pertama dalam sejarahnya. Anand merupakan mantan CEO Character.AI, perusahaan yang sebelumnya dituduh Disney melanggar hak kekayaan intelektualnya.

Kenaikan harga ini juga terjadi di tengah langkah Disney yang tampak mengurangi sebagian kontennya. Disney+ baru saja membatalkan Daredevil: Born Again, sehingga musim ketiga pada 2027 akan menjadi musim terakhirnya. Ini menjadi acara Marvel live-action terakhir yang diketahui. Perusahaan belum mengumumkan hal lain, meski VisionQuest akan tayang akhir tahun ini. Di lini Star Wars live-action, situasinya juga serupa. Musim kedua Ahsoka akan tayang pada Januari, tetapi itu saja di luar konten animasi.

Disney+ tampak mengurangi fokus pada IP populernya demi perilisan teater, sementara Hulu tetap menjadi sumber program baru yang konsisten. Ada banyak acara orisinal, seperti Alien: Earth dan Paradise, dan platform ini menawarkan akses konten dari ABC, Fox, dan kanal jaringan lain pada hari berikutnya.

Dengan kenaikan ini, pelanggan dihadapkan pada pilihan antara membayar lebih untuk pengalaman bebas iklan atau beralih ke paket bundel yang lebih hemat. Paket bundel bebas iklan Disney+ dan Hulu kini menjadi opsi yang paling masuk akal secara biaya, terutama karena harganya masih sekitar setengah dari berlangganan terpisah.

Bagi pengguna di Indonesia, perubahan harga ini menjadi pengingat bahwa biaya layanan streaming global terus bergerak naik. Disney+ dan Hulu memang belum tentu menerapkan tarif yang sama di pasar Indonesia, tetapi tren kenaikan harga yang konsisten di pasar Amerika Serikat biasanya menjadi indikasi arah kebijakan perusahaan secara global.

Kenaikan harga keempat dalam empat tahun ini menegaskan bahwa streaming kini menjadi bisnis yang semakin mahal bagi konsumen, sekaligus semakin penting bagi pendapatan Disney. Keputusan perusahaan untuk tetap menaikkan harga di tengah pengurangan konten menjadi catatan tersendiri bagi pelanggan setia yang harus menimbang ulang nilai langganan mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.