📑 Daftar Isi

Ilustrasi ponsel dengan aplikasi Google Drive terbuka menampilkan fitur pemindai dokumen.

Fitur Scanner Google Drive Terbaru, Wajib RAM 8GB

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google Drive memperbarui fitur pemindai dokumen dengan Material 3 Expressive.
  • Fitur utama adalah Smart Batch Scanning untuk memindai dengan cara mengarahkan kamera.
  • Dilengkapi Duplicate Detection dan Auto-Best Frame untuk hasil optimal.
  • Fitur hanya tersedia untuk ponsel Android dengan RAM minimal 8GB.
  • Pemrosesan dilakukan on-device untuk performa cepat dan privasi terjaga.

Telset.id – Google Drive baru saja mendapatkan pembaruan besar pada fitur pemindai dokumen bawaannya. Fitur yang selama ini mungkin jarang digunakan ini kini hadir dengan tampilan Material 3 Expressive dan sejumlah kemampuan baru yang canggih. Namun, ada satu syarat utama yang perlu diketahui: fitur ini hanya bisa berjalan di ponsel Android kelas atas dengan RAM minimal 8GB.

Pembaruan ini diumumkan oleh Presiden Android Ecosystem, Sameer Samat, melalui unggahan di X. Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan rekaman layar yang mendemonstrasikan tampilan baru dari alat pemindai dokumen tersebut. Fokus utama dari pembaruan ini adalah pada efisiensi dan kemudahan penggunaan.

Salah satu fitur andalan yang diperkenalkan adalah Smart Batch Scanning. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu lagi memotret halaman dokumen satu per satu. Cukup dengan mengarahkan kamera ponsel ke halaman-halaman yang ingin dipindai, prosesnya terasa seperti merekam video. Pratinjau dari halaman yang sudah dipindai akan langsung muncul di bagian bawah aplikasi.

Untuk memastikan hasil pemindaian bersih dari duplikasi, terdapat fitur Duplicate Detection. Sistem secara otomatis akan melewatkan halaman yang sudah pernah dipindai sebelumnya. Selain itu, fitur Auto-Best Frame akan memilih bingkai terbaik dari setiap dokumen secara otomatis, menggantikan hasil pindaian yang buram.

Antarmuka pengguna juga dibuat lebih bersih. Ikon berbentuk labu (beaker) di sudut kanan atas yang mungkin membingungkan kini sudah dihapus. Pengguna juga bisa menjeda proses pemindaian otomatis dengan tombol khusus dan menggunakan pemilih file sistem untuk membuat pindaian dari gambar yang sudah ada di galeri.

Yang menarik, fitur pemindaian ini didukung oleh Google Play Services. Artinya, fungsionalitas yang sama juga akan tersedia di aplikasi lain seperti Files by Google. Ini menjadi kabar baik bagi ekosistem Android secara keseluruhan.

Hanya untuk Ponsel Flagship

Meskipun menawarkan kemudahan, pembaruan ini tidak bisa dinikmati oleh semua pengguna Android. Google secara spesifik menyatakan bahwa fitur ini hanya tersedia untuk ponsel Android kelas atas yang memiliki setidaknya 8GB RAM.

Alasannya cukup jelas. Seluruh proses pemindaian dilakukan secara on-device, alias langsung di perangkat tanpa mengirim data ke server cloud. Pendekatan ini memberikan dua keuntungan utama: performa yang sangat cepat karena tidak perlu koneksi internet, dan privasi penuh karena data tidak meninggalkan ponsel.

Namun, pemrosesan di perangkat ini membutuhkan sumber daya komputasi yang lebih besar. Inilah mengapa ponsel dengan RAM di bawah 8GB tidak memenuhi syarat. Bagi pengguna dengan ponsel yang lebih lawas atau entry-level, fitur canggih ini sayangnya belum bisa diakses.

Dari sisi persaingan, langkah Google ini menempatkan Android selangkah lebih maju dibandingkan iOS. Fitur pemindaian dokumen di iPhone memang sudah ada, tersedia di aplikasi seperti Notes, Files, dan Mail. Namun, fitur tersebut dinilai masih kurang mulus dan tidak memiliki alat-alat canggih seperti yang ditawarkan Google sekarang.

Meskipun iOS 27 diperkirakan akan mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan, fitur pemindaian dokumen mungkin bukan menjadi fokus utama dalam keynote WWDC 26 mendatang. Namun, melihat inovasi dari kompetitor bukanlah hal yang buruk untuk diadopsi.

Pembaruan ini menunjukkan komitmen Google untuk terus meningkatkan utilitas aplikasi bawaannya. Bagi pengguna yang memiliki ponsel dengan spesifikasi mumpuni, fitur ini bisa menjadi alat produktivitas yang sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari, terutama dalam urusan administrasi dan dokumentasi.

Komentar

Belum ada komentar.