📑 Daftar Isi

Ilustrasi fitur memory integrity Windows 11 dengan ikon perisai keamanan

Microsoft Aktifkan Memory Integrity Windows 11 ke Lebih Banyak Perangkat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Microsoft akan mulai mengaktifkan fitur keamanan memory integrity pada Windows 11 untuk lebih banyak perangkat mulai bulan depan. Fitur perlindungan tingkat kernel ini dirancang untuk menghentikan kode atau driver berbahaya yang berjalan di perangkat Windows 11, namun Microsoft sebelumnya telah memperingatkan bahwa fitur ini juga dapat berdampak pada performa gaming PC.

“Windows quality updates will begin enabling memory integrity protection on eligible devices,” ujar Peter Waxman, group program manager di Microsoft. “If not already enabled, these updates will also enable Virtualization-based Security (VBS), helping make additional security capabilities available and reflecting our commitment to making Windows secure by design and secure by default.”

Kebijakan baru ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Microsoft terhadap keamanan sistem operasi. Sebelumnya, fitur memory integrity ini bersifat opsional dan harus diaktifkan secara manual oleh pengguna melalui pengaturan Windows Security. Kini, Microsoft mengambil langkah proaktif dengan mengaktifkannya secara otomatis pada perangkat yang memenuhi syarat melalui pembaruan kualitas Windows bulanan.

Dampak pada Performa Gaming PC

Meskipun memory integrity hanya mengizinkan kode kernel-mode dan driver tepercaya untuk berjalan pada sistem Windows 11, fitur ini juga berdampak pada performa game PC pada perangkat keras tertentu. Dampaknya akan lebih kecil jika pengguna memiliki CPU yang lebih modern, namun penurunan frame-rate mungkin lebih terasa pada beberapa game tertentu ketika dijalankan di prosesor yang lebih lama.

Bagi para gamer yang menggunakan PC dengan spesifikasi menengah ke bawah, perubahan ini tentu menjadi pertimbangan penting. Penurunan performa yang mungkin terjadi bisa memengaruhi pengalaman bermain game, terutama pada judul-judul game yang membutuhkan sumber daya komputasi tinggi. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua game akan mengalami dampak yang sama — beberapa game mungkin tidak terpengaruh sama sekali, sementara yang lain bisa mengalami penurunan frame-rate yang cukup terlihat.

Microsoft sendiri sebelumnya telah mengakui potensi masalah ini dalam dokumentasi resminya. Fitur memory integrity bekerja dengan memvirtualisasi lingkungan kernel, yang berarti setiap kali aplikasi mencoba mengakses fungsi kernel, sistem harus melakukan pemeriksaan tambahan. Proses ini membutuhkan sumber daya CPU tambahan, yang pada akhirnya dapat mengurangi performa secara keseluruhan.

Pengguna dengan CPU modern yang mendukung teknologi virtualisasi terbaru kemungkinan besar tidak akan merasakan dampak signifikan. Namun, bagi pengguna dengan prosesor yang lebih lama, terutama yang dirilis sebelum generasi Intel Core ke-8 atau AMD Ryzen generasi pertama, penurunan performa bisa lebih terlihat.

Perlu dicatat juga bahwa dampak pada performa gaming tidak hanya terbatas pada frame-rate. Beberapa pengguna mungkin mengalami peningkatan waktu loading, atau dalam kasus yang jarang terjadi, masalah kompatibilitas dengan game tertentu yang menggunakan driver atau anti-cheat yang tidak sepenuhnya kompatibel dengan lingkungan virtualisasi keamanan.

Pengecualian bagi Pengguna yang Pernah Menonaktifkan

Kabar baiknya, Microsoft tidak akan secara otomatis mengaktifkan kembali memory integrity pada bulan depan jika pengguna sebelumnya telah menonaktifkan fitur tersebut. Ini berarti pengguna yang sebelumnya memilih untuk menonaktifkan fitur demi performa gaming yang lebih baik tidak akan mendapati pengaturannya berubah secara paksa.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa Microsoft tetap menghormati pilihan pengguna, meskipun perusahaan mendorong adopsi fitur keamanan secara lebih luas. Pendekatan ini juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang memiliki kebutuhan spesifik, terutama mereka yang mengutamakan performa gaming di atas perlindungan keamanan tambahan.

Bagi pengguna yang ingin memeriksa apakah memory integrity telah aktif di PC Windows 11 mereka, caranya cukup mudah. Ketik “Core Isolation” di pencarian Windows, lalu buka hasilnya dan aktifkan atau nonaktifkan memory integrity di aplikasi Windows security. Dengan cara ini, pengguna dapat dengan cepat memverifikasi status fitur keamanan ini di perangkat mereka.

Jika pengguna memutuskan untuk menonaktifkan fitur keamanan ini demi performa gaming yang lebih baik, Microsoft merekomendasikan untuk mengaktifkan kembali memory integrity setelah selesai bermain game. Rekomendasi ini menunjukkan bahwa Microsoft memahami kebutuhan gamer akan performa maksimal saat bermain, namun tetap menekankan pentingnya perlindungan keamanan dalam penggunaan sehari-hari.

Langkah Microsoft ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjadikan Windows aman secara desain dan aman secara default. Dengan mengaktifkan memory integrity secara otomatis pada perangkat yang memenuhi syarat, Microsoft berupaya melindungi lebih banyak pengguna dari ancaman keamanan yang menargetkan kernel sistem operasi.

Ancaman keamanan tingkat kernel memang menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Serangan yang menargetkan kernel dapat memberikan akses penuh kepada penyerang untuk mengendalikan sistem, mencuri data, atau memasang malware yang sangat sulit dideteksi. Dengan mengaktifkan memory integrity secara default, Microsoft berharap dapat menutup celah keamanan ini sebelum dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Virtualization-based Security (VBS) yang juga akan diaktifkan melalui pembaruan ini memberikan lapisan perlindungan tambahan dengan mengisolasi proses keamanan penting dari sistem operasi utama. Isolasi ini memastikan bahwa bahkan jika sistem operasi dikompromikan, komponen keamanan penting tetap terlindungi.

Keputusan Microsoft untuk mengaktifkan fitur keamanan secara default sejalan dengan tren industri yang semakin menekankan pentingnya keamanan sejak awal (security by default). Pendekatan ini berbeda dengan model sebelumnya yang lebih mengandalkan pengguna untuk secara proaktif mengaktifkan fitur keamanan tambahan.

Meskipun demikian, pengguna yang sangat memperhatikan performa gaming tetap memiliki opsi untuk menonaktifkan fitur ini. Namun, perlu diingat bahwa menonaktifkan fitur keamanan berarti mengurangi perlindungan terhadap ancaman yang menargetkan kernel. Pengguna harus mempertimbangkan dengan matang antara kebutuhan performa dan keamanan sistem.

Bagi pengguna Windows 11 secara umum, langkah ini seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Mayoritas pengguna dengan perangkat modern kemungkinan besar tidak akan merasakan perbedaan signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Fitur memory integrity bekerja di latar belakang tanpa mengganggu aktivitas normal pengguna.

Microsoft juga telah menyediakan jalur komunikasi yang jelas bagi pengguna yang mengalami masalah setelah pembaruan ini diluncurkan. Pengguna yang menghadapi kendala performa atau kompatibilitas dapat memeriksa pengaturan Core Isolation dan menyesuaikan sesuai kebutuhan mereka.

Perlu diingat bahwa peluncuran bertahap ini akan berlangsung selama beberapa waktu. Microsoft menggunakan pendekatan bertahap untuk memastikan bahwa perangkat yang menerima pembaruan telah memenuhi kriteria kelayakan dan tidak akan mengalami masalah signifikan. Pengguna yang perangkatnya belum menerima pembaruan tidak perlu khawatir — ini hanyalah masalah waktu sebelum pembaruan mencapai perangkat mereka.

Bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang isu keamanan Windows 11 lainnya, terdapat berbagai sumber informasi yang membahas topik terkait. Salah satunya adalah informasi tentang bug Microsoft Defender yang pernah beredar, serta peringatan kampanye TerminalFix yang mengeksploitasi CAPTCHA palsu.

Dengan peluncuran ini, Microsoft menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan Windows 11 secara berkelanjutan. Keputusan untuk mengaktifkan fitur keamanan secara default merupakan langkah berani yang mencerminkan perubahan paradigma dalam industri perangkat lunak, di mana keamanan tidak lagi menjadi opsi tambahan melainkan kebutuhan dasar yang harus tersedia sejak awal.

Pengguna Windows 11 disarankan untuk memantau pembaruan sistem mereka dan memahami implikasi dari perubahan ini. Meskipun mungkin ada trade-off kecil dalam hal performa gaming pada perangkat tertentu, peningkatan keamanan yang ditawarkan oleh memory integrity dan VBS merupakan nilai tambah yang signifikan dalam melindungi data dan sistem dari ancaman siber yang semakin canggih.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.