📑 Daftar Isi

Aito M7 yang menjadi model unggulan di bawah naungan HIMA dan Huawei

Aito Ganti Huawei dengan Bosch demi Ekspansi Eropa 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Aito umumkan masuk pasar Eropa musim gugur 2027 di Paris Motor Show 2026
  • Model internasional Aito 6, 7, 8, 9 dikembangkan dengan Bosch Inside
  • Teknologi Bosch mencakup ADAS, kokpit cerdas, dan sistem sasis
  • Produksi massal NOA kecepatan tinggi direncanakan September tahun depan
  • Seres Group pimpin keputusan, unit bisnis overseas diintegrasikan ke Aito Business Group
  • Kemitraan Seres-Bosch sudah terjalin sejak 2023

Telset.id – Aito, merek mobil listrik yang selama ini identik dengan Huawei, resmi mengumumkan strategi baru untuk pasar Eropa. Di ajang 2026 Paris Motor Show, Seres selaku induk produsen mengonfirmasi bahwa Aito akan masuk ke pasar Eropa pada musim gugur 2027, dengan mengadopsi model kemitraan “Bosch Inside” untuk jajaran produk internasionalnya. Langkah ini menandai pergeseran pendekatan Aito dari sebelumnya yang bertumpu pada kolaborasi mendalam dengan Huawei di pasar domestik China.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut sumber industri yang dikutip 36kr, versi internasional Aito 6, 7, 8, dan 9 akan dikembangkan bersama Bosch, pemain global di sektor teknologi otomotif. Kendaraan-kendaraan ini akan mengusung rangkaian teknologi cerdas Bosch yang mencakup sistem bantuan pengemudi lanjutan (ADAS), kokpit cerdas, hingga sistem sasis. Pengembangan model overseas tersebut dikabarkan sudah berjalan, dengan rencana produksi massal kemampuan Navigate on Autopilot (NOA) kecepatan tinggi pada September tahun depan.

Pendekatan “Bosch Inside” digambarkan oleh pihak yang dekat dengan proyek ini memiliki konsep serupa dengan model “Huawei Inside” (HI). Bedanya, kali ini Seres Group memimpin pengambilan keputusan untuk pasar luar negeri, memanfaatkan keahlian internasional serta pemahaman regulasi mitra global guna menavigasi kompleksitas pasar Eropa. Kemitraan Seres dan Bosch sendiri sebenarnya sudah terjalin sejak 2023, sehingga kolaborasi ini bukan sesuatu yang benar-benar baru di level korporasi.

Tekanan Pasar Domestik Dorong Aito ke Eropa

Langkah ekspansi ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar China yang semakin ketat. Produsen otomotif China menghadapi persaingan yang memanas sekaligus tekanan biaya di kampung halaman sendiri. Penjualan ritel domestik menunjukkan tren menurun, membuat sejumlah merek kian agresif mencari pasar luar negeri sebagai mesin pertumbuhan baru. Aito pun mengikuti pola serupa.

Namun jalan ke Eropa bukan tanpa rintangan. Sebelumnya, sejumlah merek China kelas atas seperti Nio sudah lebih dulu mencoba peruntungan di kawasan tersebut, dan menghadapi tantangan berarti soal pengenalan merek serta rumitnya membangun jaringan penjualan dan layanan. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga bagi Aito yang ingin transisi lebih mulus.

Untuk itu, Seres dilaporkan telah mengintegrasikan unit bisnis luar negerinya ke dalam Aito Business Group. Langkah ini dimaksudkan untuk merampingkan koordinasi riset, pengembangan, dan strategi pasar agar eksekusi di Eropa berjalan lebih terpadu. Dengan struktur yang lebih rapat, Aito berharap bisa merespons dinamika pasar Eropa lebih cepat dibanding pendekatan sebelumnya.

Bagi pengamat industri, pergeseran dari Huawei ke Bosch ini menarik untuk dicermati. Di pasar domestik, Aito dikenal lewat kedekatannya dengan Huawei, bahkan sempat mencuat isu soal Rebranding DFSK yang menambah dinamika hubungan kedua pihak. Sementara di sisi lain, performa produk seperti Aito M9 menunjukkan bahwa merek ini punya daya saing kuat di segmen SUV mewah China.

Aito M7 di ajang pameran otomotif

Bosch Inside Jadi Kunci Navigasi Regulasi Eropa

Pilihan menggandeng Bosch tampaknya berangkat dari kebutuhan praktis. Pasar Eropa memiliki kerangka regulasi yang kompleks, dan memiliki mitra global yang sudah familiar dengan seluk-beluk tersebut menjadi nilai tambah tersendiri. Bosch, dengan rekam jejaknya di industri otomotif global, dipandang mampu membantu Aito melewati berbagai hambatan regulasi yang mungkin muncul.

Rangkaian teknologi Bosch yang akan disematkan mencakup tiga pilar utama: ADAS, kokpit cerdas, dan sistem sasis. Ketiganya merupakan area yang kian krusial dalam persaingan mobil listrik modern, terutama di pasar yang menuntut standar keselamatan dan kenyamanan tinggi seperti Eropa. Rencana produksi massal NOA kecepatan tinggi pada September tahun depan menjadi indikator bahwa Aito serius menyiapkan kemampuan berkendara otonom level lanjut untuk pasar internasional.

Menariknya, model kemitraan ini disebut-sebut mirip dengan pendekatan Huawei Inside yang sudah terbukti di China. Jika HI membuat Huawei menjadi tulang punggung teknologi di dalam mobil, maka Bosch Inside menempatkan Bosch pada posisi serupa untuk versi overseas. Perbedaannya, kali ini kendali pengambilan keputusan berada di tangan Seres Group, bukan Huawei.

Bagi konsumen yang mengikuti perkembangan teknologi otomotif, dinamika ini menunjukkan bagaimana produsen China kian lihai menyesuaikan strategi per pasar. Di dalam negeri, mereka bisa mengandalkan ekosistem lokal; di luar negeri, mereka merangkul mitra global yang paham medan. Pola serupa juga terlihat pada merek-merek lain yang tengah berekspansi, seiring merek China lain seperti Xiaomi SU9 yang juga menyiapkan langkah besarnya di segmen premium.

Dengan target masuk musim gugur 2027, Aito masih memiliki waktu sekitar satu tahun untuk mematangkan lineup internasionalnya. Pengembangan yang sudah berjalan, ditambah integrasi unit bisnis overseas ke dalam Aito Business Group, menjadi sinyal bahwa persiapan menuju Eropa tengah dipercepat. Namun apakah strategi Bosch Inside mampu menjawab tantangan pengenalan merek dan jaringan layanan yang sempat menyulitkan pendahulunya, masih menjadi pertanyaan yang jawabannya baru akan terlihat saat peluncuran tiba.

Yang jelas, langkah Aito menegaskan satu hal: pasar China yang melambat memaksa produsen mencari napas baru di luar negeri. Eropa menjadi medan uji berikutnya, dan kali ini Aito memilih bertaruh pada kemitraan global alih-alih sekadar mengandalkan nama besar Huawei yang sudah melekat di identitasnya selama ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.