📑 Daftar Isi

Baterai Chery Rhinoceros dengan sel elektrolit cair 12C dan teknologi solid-state 400 Wh/kg

Chery Rinci Baterai Rhinoceros: 12C hingga Solid-State 400 Wh/kg

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Chery memaparkan peta jalan Rhinoceros Battery di 2026 Chery Global Innovation Conference pada 20 Oktober 2026.
  • Lini pilot baterai solid-state Rhinoceros S dijadwalkan beroperasi pada 2027.
  • Rhinoceros S memiliki densitas energi 400 Wh/kg dengan rentang suhu operasi -40°C hingga 100°C.
  • Sel elektrolit cair Chery mendukung pengisian puncak 12C dan rata-rata di atas 8C.
  • Baterai sodium-ion untuk penyimpanan energi diklaim hingga 15.000 siklus.
  • Target jangkauan kendaraan berbaterai solid-state mencapai 1.500 km, masih berstatus sasaran pengembangan.
  • Chery juga mempresentasikan SOFC berbahan bakar amonia dengan efisiensi listrik 60% dan CHP 90%.

Telset.id – Chery memaparkan peta jalan Rhinoceros Battery pada 2026 Chery Global Innovation Conference, 20 Oktober 2026, termasuk lini pilot baterai solid-state Rhinoceros S yang dijadwalkan beroperasi pada 2027. Pengumuman ini menambah tonggak manufaktur baru ke dalam rencana pengembangan yang sudah berjalan, dengan sel elektrolit cair berkecepatan pengisian puncak 12C dan sel solid-state berdensitas energi 400 Wh/kg sebagai dua pilar utamanya.

Jadwal lini pilot tersebut bukan pengumuman pertama Chery. Sebelumnya, perusahaan menargetkan aplikasi baterai solid-state pada kendaraan paling cepat 2026, sementara Chairman Yin Tongyue pada September menyatakan pengujian tingkat kendaraan baru akan dimulai pada 2027. Operasi lini pilot dan validasi kendaraan adalah dua tahap terpisah, dan keduanya tidak menetapkan tanggal pengiriman ke pelanggan.

Konteks manufakturnya juga perlu dicermati. Chery telah menyelesaikan konstruksi lini pilot berkapasitas 0,5 GWh untuk sel solid-state kelas 60 Ah pada Februari 2026 dan menerbitkan tender pengadaan peralatan pada awal Oktober. Chery belum menjelaskan apakah lini yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 itu adalah fasilitas tersebut, instalasi terpisah, atau tahap komisioning lanjutan.

Baterai Chery Rhinoceros solid-state 400 Wh/kg dan sel elektrolit cair 12C

Spesifikasi Rhinoceros S dan Tantangan Pengembangannya

Chery mencantumkan Rhinoceros S dengan densitas energi 400 Wh/kg dan rentang suhu operasi -40°C hingga 100°C. Perusahaan juga melaporkan uji thermal box internal pada 200°C. Namun, durasi pengujian, state of charge, maupun konfigurasi sampel tidak diungkap, sehingga hasil tersebut belum bisa dibandingkan dengan uji keselamatan baterai terstandarisasi.

Angka 400 Wh/kg sendiri bukan hal baru. Chery sebelumnya mempresentasikan teknologi solid-state yang menargetkan 600 Wh/kg. Program pengembangannya memakai formulasi elektrolit dan katoda berbeda: laporan sebelumnya mengidentifikasi elektrolit berbasis sulfida dan katoda ternary nikel tinggi untuk sel 400 Wh/kg, dibandingkan elektrolit terpolimerisasi in-situ dan katoda lithium-rich manganese untuk jalur 600 Wh/kg. Kedua angka itu karena itu menggambarkan pendekatan teknis yang berbeda dan tidak semestinya diperlakukan sebagai versi yang bisa dibandingkan langsung dari sel yang sama.

Chery menyebut kontak antarmuka material, integrasi battery pack, dan Dedicated Management System (DMS) miliknya sebagai prioritas rekayasa. Pada sel solid-state, menjaga kontak stabil antara elektrolit padat dan elektroda selama siklus pengisian dan pengosongan berulang tetap menjadi tantangan teknis utama.

Dari sisi waktu, langkah Chery menempatkannya di antara sejumlah pabrikan otomotif dan baterai China yang menargetkan produksi percobaan atau validasi kendaraan baterai solid-state sekitar 2027. CATL dan BYD sama-sama menargetkan produksi skala kecil baterai solid-state pada tahun tersebut. Rencana mereka berada di tahap pengembangan berbeda dan tidak menunjukkan bahwa salah satu perusahaan akan mencapai produksi massal pada 2027.

Sel Cair, Penyimpanan Sodium-Ion, dan SOFC Berbahan Amonia

Portofolio Rhinoceros juga mencakup sel elektrolit cair dan baterai sodium-ion untuk penyimpanan energi. Chery mencantumkan laju pengisian puncak 12C dan rata-rata berkelanjutan di atas 8C untuk sel cairnya; angka-angka ini tidak berlaku untuk baterai solid-state Rhinoceros S. Sel penyimpanan sodium-ion-nya dinilai mampu mencapai hingga 15.000 siklus untuk aplikasi komersial, industri, dan residensial.

Untuk kendaraan, Chery telah menguraikan target jangka panjang jangkauan baterai solid-state hingga 1.500 km. Ini masih merupakan target pengembangan, bukan jangkauan terkonfirmasi untuk kendaraan produksi.

Chery juga mempresentasikan sistem solid oxide fuel cell (SOFC) berbahan bakar amonia untuk pembangkit listrik stasioner. Slide konferensi mengidentifikasi amonia sebagai bahan bakar dan menyebut amonia hijau yang diproduksi menggunakan tenaga angin dan surya. Slide tersebut mencantumkan efisiensi listrik 60%, efisiensi combined heat and power (CHP) 90%, output yang dapat disesuaikan dari 30% hingga 100%, serta jendela deployment 90 hari.

Amonia dapat berfungsi sebagai pembawa hidrogen untuk sistem fuel cell, tetapi pemrosesan bahan bakar dan produksi amonia memengaruhi efisiensi serta emisi keseluruhan. Menggunakan listrik terbarukan untuk memproduksi amonia tidak dengan sendirinya menetapkan emisi siklus hidup nol. Penilaian independen atas angka efisiensi yang dinyatakan memerlukan detail operasional lebih lanjut.

Aplikasi yang diusulkan mencakup pembangkit listrik terdesentralisasi dan infrastruktur pengisian daya di lokasi terpencil. Kelayakannya akan bergantung pada pasokan dan transportasi bahan bakar, kebutuhan instalasi, permintaan listrik, serta biaya operasional.

Di sisi lini produk kendaraan, Chery juga aktif memperluas jangkauan elektrifikasinya. Langkah seperti produksi moped listrik menunjukkan bahwa ambisi elektrifikasi perusahaan tidak berhenti pada baterai saja. Namun, rekam jejak penanganan produk di pasar juga menjadi sorotan, seperti terlihat pada kasus recall Omoda 5 di Malaysia yang melibatkan 8.878 unit. Persoalan as belakang yang berulang pada Omoda 5 di Malaysia menjadi pengingat bahwa kualitas eksekusi manufaktur tetap menjadi ujian tersendiri bagi pabrikan yang sedang mengejar tonggak teknologi baru.

Peta jalan baterai Chery dengan demikian menggambarkan dua jalur yang berjalan paralel: sel elektrolit cair berperforma pengisian tinggi untuk kebutuhan saat ini, dan sel solid-state berdensitas energi tinggi yang masih berada di tahap pilot serta validasi. Operasi lini pilot pada 2027 adalah tonggak manufaktur, bukan jaminan ketersediaan komersial. Sampai ada pengumuman resmi soal tanggal pengiriman, target 1.500 km dan angka 400 Wh/kg tetap berstatus sasaran pengembangan yang menunggu pembuktian di jalan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.