📑 Daftar Isi

Citrus Flatts Energy Center baterai Equinor di Cameron County Texas

Baterai Raksasa Equinor 100 MW Beroperasi di Texas

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Equinor resmi mengoperasikan Citrus Flatts Energy Center di Harlingen, Cameron County, Texas dengan kapasitas 100 MW/200 MWh
  • Proyek ini dibangun dan dioperasikan oleh East Point Energy, anak perusahaan Equinor yang diakuisisi dari Black Mountain Energy Storage pada akhir 2023
  • Citrus Flatts merupakan proyek baterai kedua East Point setelah Sunset Ridge Energy Center (10 MW/20 MWh) di Frio County
  • Kedua proyek dapat memasok listrik untuk sekitar 30.000 rumah Texas hingga dua jam
  • Baterai beroperasi dengan basis merchant di pasar ERCOT, tanpa kontrak utilitas jangka panjang
  • Danske Commodities menangani operasi pasar dan optimalisasi portofolio
  • EIA memperkirakan kapasitas baterai ERCOT tumbuh dari 15 GW (2025) menjadi 37 GW (2027)
  • Equinor tengah membangun empat baterai 80 MW/160 MWh di Virginia yang beroperasi di pasar PJM awal 2027

Telset.id – Equinor resmi mengoperasikan proyek penyimpanan energi baterai terbesarnya di Amerika Serikat yang berlokasi di Selatan Texas, menambah kapasitas fleksibel sebesar 100 megawatt (MW) ke jaringan listrik negara bagian yang berkembang pesat tersebut. Proyek bernama Citrus Flatts Energy Center ini merupakan baterai berkapasitas 100 MW/200 megawatt-hour (MWh) yang berada di Harlingen, Cameron County.

Fasilitas penyimpanan energi ini dibangun dan dioperasikan oleh East Point Energy, anak perusahaan Equinor yang sepenuhnya dimiliki dan berfokus pada bisnis baterai di AS. East Point mengakuisisi proyek tersebut dari Black Mountain Energy Storage pada akhir tahun 2023. Citrus Flatts menjadi proyek baterai kedua milik East Point yang mencapai operasi komersial, menyusul Sunset Ridge Energy Center berkekuatan 10 MW/20 MWh di Frio County yang beroperasi pada tahun lalu.

Kapasitas dan Model Bisnis Merchant

Equinor menyatakan kedua proyek penyimpanan baterai tersebut secara kolektif dapat memasok listrik yang cukup untuk menghidupi sekitar 30.000 rumah di Texas hingga dua jam. Baterai ini akan beroperasi sepenuhnya dengan basis merchant di pasar listrik ERCOT. Artinya, proyek ini tidak bergantung pada kontrak utilitas jangka panjang tradisional, melainkan menghasilkan pendapatan dengan membeli dan menyimpan listrik saat harga rendah, lalu menjualnya ketika harga naik, serta menyediakan layanan jaringan.

Anak perusahaan perdagangan energi Equinor, Danske Commodities, akan menangani operasi pasar dan optimalisasi portofolio proyek ini. Pendekatan merchant ini menjadi strategi yang menarik di tengah pasar energi Texas yang dinamis, di mana harga listrik dapat berfluktuasi secara signifikan sepanjang hari.

Equinor battery Texas

Pernyataan Resmi East Point Energy

“Proyek ini akan menghasilkan jutaan dolar pendapatan pajak untuk mendukung prioritas lokal. Seiring melonjaknya permintaan energi di Texas, proyek ini akan memperkuat jaringan listrik dan membantu menjaga biaya energi tetap terjangkau bagi keluarga dan bisnis,” ujar Andrew Foukal, CEO East Point Energy, dalam pernyataan resminya.

Pernyataan tersebut menyoroti manfaat ganda dari proyek infrastruktur energi ini, tidak hanya dari sisi keandalan pasokan listrik tetapi juga kontribusi ekonomi bagi komunitas lokal di wilayah Cameron County, Texas.

Pesatnya Pertumbuhan Energi Terbarukan Texas

Texas memang sedang menambah kapasitas tenaga surya dan penyimpanan baterai dengan kecepatan yang mengesankan. Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan energi surya skala utilitas akan menghasilkan 78 miliar kilowatt-jam di ERCOT pada tahun 2026, mengalahkan batu bara untuk pertama kalinya dalam sejarah. EIA juga memperkirakan kapasitas baterai ERCOT akan tumbuh dari sekitar 15 GW pada tahun 2025 menjadi 37 GW pada akhir tahun 2027.

Pertumbuhan yang agresif ini menunjukkan transformasi besar dalam bauran energi Texas, yang sebelumnya dikenal sebagai negara bagian penghasil minyak dan gas terbesar di AS. Kini Texas justru memimpin dalam adopsi teknologi penyimpanan energi dan tenaga surya skala besar.

Fenomena ini sejalan dengan tren global di mana percepatan pengembangan teknologi energi terus berlanjut. Peralihan dari sumber energi konvensional ke energi terbarukan yang dipadukan dengan sistem penyimpanan baterai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas jaringan listrik modern.

Proyek Lanjutan Equinor di Virginia

Equinor mengungkapkan proyek berikutnya di AS saat ini sedang dalam tahap konstruksi di Virginia. Empat baterai dengan total kapasitas 80 MW/160 MWh dijadwalkan mulai beroperasi di pasar listrik PJM pada awal tahun 2027. Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang Equinor dalam mengembangkan portofolio penyimpanan energi di pasar Amerika Utara.

Kehadiran baterai skala besar seperti Citrus Flatts Energy Center menjadi komponen penting dalam ekosistem energi modern. Dengan kemampuan menyimpan energi saat permintaan rendah dan melepaskannya saat permintaan puncak, baterai membantu mengurangi kebutuhan pembangkit listrik tambahan yang lebih mahal dan lebih kotor. Selain itu, baterai juga meningkatkan keandalan jaringan di tengah meningkatnya fitur tersembunyi yang mendukung transisi energi di berbagai sektor.

Model bisnis merchant yang diterapkan East Point pada proyek ini juga menjadi studi kasus menarik bagi industri. Alih-alih mengunci pendapatan melalui kontrak jangka panjang, pendekatan ini mengandalkan kecerdasan dalam membaca pasar dan mengoptimalkan waktu pembelian serta penjualan energi. Danske Commodities yang berpengalaman dalam perdagangan energi akan memainkan peran kunci dalam memaksimalkan nilai ekonomi dari baterai 100 MW tersebut.

Keberhasilan operasional Citrus Flatts Energy Center akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan proyek-proyek baterai Equinor berikutnya, termasuk empat proyek yang sedang dibangun di Virginia. Jika model merchant ini terbukti menguntungkan secara konsisten, bukan tidak mungkin Equinor akan memperluas strategi serupa ke proyek-proyek masa depannya di pasar listrik AS yang lain.

Dengan kapasitas gabungan 110 MW dari dua proyek yang telah beroperasi, Equinor kini memiliki posisi yang lebih kuat dalam pasar penyimpanan energi AS yang sedang berkembang pesat. Ekspansi ini juga sejalan dengan target perusahaan untuk terus bertransisi menuju portofolio energi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Pengalaman East Point dalam mengembangkan dan mengoperasikan proyek baterai akan menjadi aset berharga dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri ini.

Sementara itu, pertumbuhan kapasitas baterai di Texas yang diproyeksikan mencapai 37 GW pada 2027 menunjukkan bahwa negara bagian ini akan menjadi pasar penyimpanan energi terbesar di AS. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembang dan investor yang ingin berpartisipasi dalam transisi energi yang sedang berlangsung di negara bagian Lone Star tersebut. Para pelaku industri tentu akan mencermati bagaimana proyek-proyek seperti Citrus Flatts Energy Center berkontribusi terhadap stabilitas dan efisiensi jaringan listrik Texas ke depannya.

Secara keseluruhan, pengoperasian Citrus Flatts Energy Center menandai tonggak penting bagi Equinor dalam perjalanannya membangun portofolio energi terbarukan yang signifikan di AS. Dengan dukungan kebijakan yang kondusif dan pertumbuhan permintaan yang terus meningkat, proyek penyimpanan energi seperti ini diprediksi akan semakin menjadi primadona investasi infrastruktur energi di masa mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.