📑 Daftar Isi

BMW i3 50L spesifikasi China menjalani uji ketahanan jarak jauh di jalan raya

BMW i3 Cetak Rekor Jarak 1.213 Km Sekali Cas

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • BMW i3 50L menempuh 1.213 km sekali cas, sisa baterai 1%, konsumsi 8,8 kWh/100 km
  • Capaian 118% dari rating resmi, mencakup jalan tol, nasional, dan perkotaan
  • Baterai gen keenam BMW mulai produksi massal di Shenyang, investasi 10 miliar yuan
  • Baterai 113,4 kWh, arsitektur 800V, pengisian cepat 400 kW, isi 10-80% dalam 21 menit
  • Versi China roda belakang; AS dan Eropa awalnya dual-motor AWD, EPA 468 mil
  • iX3 pre-order Agustus 2026, kirim November; i3 produksi kuartal IV 2026

Telset.id – BMW China mencatatkan hasil uji ketahanan yang tidak biasa: sedan listrik i3 50L menempuh 1.213 km dalam satu kali pengisian daya dan masih menyisakan 1% baterai saat tiba di tujuan. Angka itu diraih dengan konsumsi energi 8,8 kWh per 100 km, atau setara 118% dari rating resmi jarak tempuh model tersebut. Hasil ini diumumkan bersamaan dengan dimulainya produksi massal teknologi baterai generasi keenam BMW di basis produksi Shenyang pada 15 Oktober 2026.

Uji ketahanan tersebut bukan sekadar klaim laboratorium. Rute yang dilalui mencakup kombinasi jalan tol, jalan nasional, dan jalan perkotaan — kondisi yang justru membuat banyak mobil listrik kehilangan sebagian besar jangkauan resminya. BMW menyebut capaian ini sebagai rekor uji jalan jarak jauh baru untuk merek tersebut, dengan tingkat pencapaian 118% terhadap rating resmi. Dalam konteks industri yang masih bergulat dengan kecemasan jarak tempuh, angka 1.213 km menempatkan i3 50L di wilayah yang biasanya hanya diisi mobil berbahan bakar bensin.

Fondasi teknis di baliknya adalah platform listrik native “Neue Klasse” milik BMW. Mobil uji ini dibekali baterai silinder besar berkapasitas 113,4 kWh dan arsitektur tegangan tinggi 800V. Sistemnya mendukung pengisian cepat hingga 400 kW, mampu menambah 400 km jarak tempuh hanya dalam 10 menit. Model yang diuji adalah versi penggerak roda belakang, sementara lini i3 juga akan menyediakan varian dual-motor all-wheel-drive dengan tenaga maksimum sistem 345 kW (463 hp) dan torsi puncak 645 Nm.

Baterai Gen Keenam Mulai Diproduksi Massal

Teknologi baterai generasi keenam BMW resmi masuk produksi massal di basis produksi Shenyang pada 15 Oktober 2026. Ekspansi fasilitas ini menelan investasi 10 miliar yuan (1,5 miliar dolar AS) dengan luas area 240.000 meter persegi — lima kali lipat jejak produksi baterai BMW yang sudah ada di kawasan tersebut. Teknologi ini akan menjadi jantung model-model “Neue Klasse”, dengan iX3 dan i3 sebagai penerima pertama.

Chairman BMW Group, Dr Oliver Zipse, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pasar China dalam seremoni peluncuran. Ia menyatakan bahwa proporsi model BMW yang diproduksi secara lokal di China diperkirakan naik menjadi lebih dari 95% pada 2030. Sinyal ini sejalan dengan arah industri yang makin menempatkan China sebagai pusat produksi sekaligus pasar utama kendaraan listrik global.

Soal pasokan sel, i3 yang dipakai untuk pengujian kemungkinan besar menggunakan baterai yang sama dengan iX3. Versi 50L dari iX3 baru memakai sel litium terner silinder besar dari EVE Energy, sementara versi lainnya menggunakan sel dari CATL. Dua nama terakhir adalah pemain besar dalam rantai pasok baterai dunia, dan keterlibatan mereka menegaskan strategi BMW memadukan teknologi internal dengan mitra lokal.

Spesifikasi, Versi, dan Jadwal Peluncuran

Ada catatan penting yang perlu dibaca sebelum angka 1.213 km dianggap berlaku universal. Mobil yang mencetak hasil tersebut adalah model spesifikasi China dengan penggerak roda belakang dan sumbu roda panjang (long wheelbase). Sementara i3 yang akan dijual di Amerika Serikat dan Eropa awalnya hanya ditawarkan dengan dual-motor all-wheel-drive. Di AS, i3 50 xDrive memiliki estimasi jarak tempuh EPA 468 mil. Versi bermotor tunggal di belakang juga akan menyusul.

Yang lebih melegakan calon pemilik di luar China: paket baterai i3 50 diklaim sama di seluruh dunia, sehingga hasil efisiensi yang tinggi juga bisa diharapkan di pasar lain. Perbedaan data sempat muncul dari sisi kapasitas baterai — satu keterangan menyebut 113,4 kWh, keterangan lain menyebut 108,7 kWh usable — sebuah variasi yang wajar mengingat perbedaan metode pengukuran antara kapasitas bruto dan kapasitas terpakai.

Dari sisi efisiensi, hasil uji ini juga dikonversi menjadi sekitar 14,1 kWh per 100 mil, atau rata-rata 7 mil per kWh. Untuk pengisian daya, varian i3 teratas mampu mengisi hingga 400 kW, dengan pengisian dari 10% ke 80% hanya membutuhkan 21 menit. Kombinasi jarak jauh dan pengisian cepat inilah yang membuat mobil listrik makin sulit dibedakan dari mobil bensin dalam hal kepraktisan perjalanan jauh.

Satu hal yang tidak diungkap BMW adalah kecepatan rata-rata perjalanan tersebut, begitu pula berapa lama i3 melaju di jalan tol dibanding jalan kota. Ketidakjelasan ini menyisakan ruang tafsir: jika kecepatannya rendah, hasil 1.213 km tentu lebih mudah dicapai. Meski begitu, tidak semua orang perlu melakukan perjalanan lintas negara setiap minggu, sehingga jangkauan dunia nyata tetap dinilai melimpah untuk kebutuhan harian.

Dari sisi jadwal, iX3 baru sudah membuka pre-order pada Agustus 2026 dengan pengiriman dijadwalkan mulai November. Adapun i3 dijadwalkan masuk produksi dan diluncurkan ke pasar oleh BMW Brilliance pada kuartal keempat tahun ini. Artinya, konsumen China akan menjadi yang pertama mencicipi buah dari investasi baterai generasi keenam ini, sebelum pasar lain menyusul.

Bagi pengamat industri, capaian ini memperkuat pola yang sudah terlihat sepanjang 2026: China bukan lagi sekadar pasar besar, melainkan laboratorium tempat pabrikan global menguji batas teknologi mereka. BMW memilih Shenyang sebagai tempat produksi massal baterai generasi keenam, dan memilih jalan raya China sebagai panggung pembuktiannya. Keputusan itu bukan kebetulan — ekosistem baterai, rantai pasok, dan skala pasar di sana memungkinkan pengujian yang sulit direplikasi di tempat lain. Sementara itu, dinamika pasar China sendiri tetap bergejolak; sebagian pemain justru menghadapi tekanan di dalam negeri meski ekspornya tumbuh, seperti terlihat pada Ekspor Tesla Shanghai. Di tengah lanskap itu, BMW memilih memperdalam jejak lokalnya ketimbang sekadar mengekspor unit jadi.

Yang perlu dicatat, angka 1.213 km adalah hasil uji ketahanan resmi BMW, bukan pengukuran independen. Tanpa data kecepatan rata-rata, hasil ini paling tepat dibaca sebagai demonstrasi kemampuan platform Neue Klasse, bukan janji bahwa setiap pengemudi akan menempuh jarak yang sama. Namun satu hal sudah jelas dari data yang tersedia: dengan baterai 113,4 kWh, arsitektur 800V, dan pengisian 400 kW, BMW telah memindahkan perdebatan dari “apakah mobil listrik bisa jauh” ke “seberapa efisien ia melakukannya”.

[ META_DESCRIPTION]
BMW i3 50L menempuh 1.213 km sekali cas dengan sisa baterai 1% dan konsumsi 8,8 kWh/100 km. Baterai gen keenam BMW mulai diproduksi di Shenyang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.