Telset.id – BYD mencetak tonggak baru dalam sejarah penjualan mobil listriknya. Pabrikan asal China itu menjual 305.743 kendaraan penumpang listrik berbasis baterai (BEV) sepanjang Oktober 2026, naik 37% dibandingkan Oktober 2025. Ini menjadi kali pertama penjualan EV bulanan BYD melewati angka 300.000 unit, sekaligus menandai bulan rekor ketiga secara beruntun.
Angka tersebut dirilis langsung oleh BYD melalui laporan penjualan resmi Oktober 2026. Pencapaian ini menempatkan BYD pada level volume yang belum pernah diraih sebelumnya, di tengah persaingan pasar mobil listrik global yang semakin ketat. Bagi konsumen, rekor ini menjadi indikator skala produksi BYD yang terus membesar, sejalan dengan Penjualan Global 2025 yang sudah menunjukkan dominasi BYD.
Sebagai perbandingan, Kelley Blue Book memperkirakan sebanyak 262.649 unit EV terjual di Amerika Serikat sepanjang kuartal ketiga 2026. Kuartal tersebut merupakan kuartal terbaik pasar EV AS dalam setahun, naik 6,1% dari kuartal kedua, tetapi masih turun 39,5% dibandingkan kuartal ketiga 2025. Penurunan itu terjadi karena pembeli bergegas memanfaatkan kredit pajak EV federal sebelum masa berlakunya berakhir. Artinya, penjualan EV BYD dalam satu bulan saja melampaui total penjualan EV seluruh pasar AS dalam tiga bulan.
Rekor EV di Tengah Penurunan Plug-in Hybrid
Jika menghitung kendaraan energi baru (NEV) secara keseluruhan, termasuk plug-in hybrid, BYD menjual 490.168 unit pada Oktober 2026. Angka ini naik 11% year-over-year dan menjadi total bulanan tertinggi BYD sepanjang 2026. Namun, penjualan plug-in hybrid secara terpisah justru bergerak ke arah sebaliknya, turun 17% menjadi 177.382 unit. Dengan demikian, kendaraan listrik murni menyumbang sekitar 63% dari total penjualan kendaraan penumpang BYD.
Komposisi ini menunjukkan pergeseran yang jelas: mesin pertumbuhan BYD kini bertumpu pada EV murni, bukan pada plug-in hybrid. Penurunan segmen plug-in hybrid sekaligus menjelaskan mengapa total penjualan NEV tahunan BYD justru menurun meski penjualan EV-nya terus naik.
Dari Januari hingga Oktober 2026, penjualan EV BYD mencapai 1.935.700 unit, naik 5,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total penjualan NEV pada periode tersebut turun 2,16% year-over-year menjadi 3.621.744 unit, akibat penurunan penjualan plug-in hybrid.
Baca Juga:
Ekspor Lewati Target 1,5 Juta Unit
Selain pasar domestik, ekspor BYD terus tumbuh. Sepanjang Oktober 2026, BYD mengirim 170.194 unit NEV ke luar negeri. Untuk sepuluh bulan pertama tahun ini, penjualan kendaraan penumpang dan pikap BYD di pasar luar negeri mencapai 1.507.395 unit.
Capaian itu berarti BYD sudah melewati target penjualan luar negeri sebesar 1,5 juta unit yang ditetapkan pada Maret 2026, dengan sisa dua bulan sebelum tahun berakhir. Pencapaian ini memperkuat posisi BYD sebagai salah satu eksportir kendaraan energi baru terbesar dari China, seiring dengan langkah produsen lain seperti Produksi SUV Listrik Lexus yang juga menyasar pasar China pada 2027.
Rekor demi rekor yang dibukukan BYD pada Oktober 2026 berdiri di atas dua pilar utama: lonjakan penjualan EV murni yang kini melewati 300.000 unit per bulan, dan ekspor yang sudah melampaui target tahunan lebih cepat dari jadwal. Dengan komposisi penjualan yang kian berat ke EV murni, laju BYD pada dua bulan tersisa tahun ini akan menjadi indikator seberapa kuat permintaan kendaraan listrik di pasar global.





Komentar
Belum ada komentar.