📑 Daftar Isi

Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari berwarna merah dengan desain siluet tinggi, dipamerkan di ruang pamer.

Ferrari Luce Ludes Terjual untuk 2027, Desain Kontroversial Tak Halangi Pembeli

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Ferrari Luce habis terjual untuk 2027, seluruh alokasi telah dialokasikan
  • Harga mulai 560.800 dolar AS di pasar Amerika Serikat
  • Desain radikal hasil kolaborasi dengan LoveFrom Jony Ive menuai kritik
  • Tenaga 1.035 hp, 0-62 mph 2,5 detik, baterai 112 kWh, jangkauan 530 km WLTP
  • Unit "Chassis 0" terjual 40 juta dolar di lelang, mobil baru termahal

Telset.id – Ferrari Luce, mobil listrik pertama pabrikan Maranello yang dibanderol mulai 560.800 dolar AS atau lebih dari Rp8,7 miliar, sudah habis terjual untuk tahun 2027. Kepastian itu disampaikan Ferrari dalam pemanggilan laporan keuangan kuartal ketiga, Selasa, di tengah polemik desain radikal yang sempat menuai kritik. Dengan harga setinggi itu, stok Luce tetap ludes sebelum produksi tahun pertama berjalan.

CEO Ferrari Benedetto Vigna menyatakan seluruh unit Luce yang direncanakan dijual tahun depan pada dasarnya telah dialokasikan. “The Luce that we plan to sell next year basically are all allocated,” ujar Vigna dalam pemanggilan tersebut. Konsekuensinya, pelanggan yang memesan sekarang harus menunggu sekitar satu tahun sebelum menerima kendaraannya.

Ferrari tidak mengungkap berapa unit Luce yang akan diproduksi maupun rincian pesanan berdasarkan wilayah. Meski begitu, pernyataan Vigna menegaskan bahwa baik harga selangit maupun desain yang sempat diperdebatkan tidak menyurutkan minat klien bermodal besar Ferrari.

Desain Radikal yang Bikin Kritikus Terbelah

Luce dirancang lewat kolaborasi dengan LoveFrom, studio milik mantan kepala desain Apple Jony Ive. Hasilnya, kuda jantan pertama yang bertenaga listrik ini tampil sama sekali berbeda dari Ferrari yang biasa kita lihat. Proporsi agresif dan rendah khas merek itu diganti siluet yang lebih tinggi dengan estetika desain industrial. Luce juga menjadi mobil lima kursi pertama sepanjang sejarah Ferrari.

Perubahan besar itu tidak diterima mulus. Sejumlah kritikus mempertanyakan apakah desain Luce masih layak disebut Ferrari. Ferrari bukan satu-satunya yang mengambil pendekatan tak lazim pada desain EV. Jaguar Type 01 dan Mercedes-AMG GT listrik juga memicu perdebatan serupa. Sementara itu, rival utama Lamborghini justru membatalkan rencana mobil listrik perdananya dan memilih bertahan dengan hybrid serta model berbahan bakar bensin untuk saat ini.

Baca Juga:

Vigna menilai persepsi pembeli berubah setelah melihat Luce secara langsung dan mencoba mengemudikannya. “We see when and how the perception changes when the people drive the car,” katanya. Ulasan awal media tampaknya mendukung argumen itu. Beberapa outlet sudah berkesempatan mengemudikan Luce, dan kesan pertama mereka mayoritas positif.

MotorTrend, misalnya, menyebut dinamika berkendara Luce “beguilingly natural in its responses, fluid and concise in its change of direction, and beautifully balanced through all phases of a corner.” Pujian itu kontras dengan reaksi awal terhadap tampilannya. Bagi sebagian pengamat, fenomena ini menunjukkan bahwa mobil listrik premium kerap dinilai terlalu cepat hanya dari foto. Pembahasan soal adopsi teknologi anyar yang sempat menuai skeptisisme juga pernah muncul dalam kasus Spyware Zero-Click, di mana pemahaman publik baru terbentuk setelah fakta teknis terungkap.

Spesifikasi Buas, Jangkauan Standar Mobil Listrik Mewah

Di atas kertas, Luce memang buas. Mobil ini mengusung empat motor, satu di setiap roda, dengan total tenaga 1.035 tenaga kuda dan torsi 730 pound-feet. Ferrari mengklaim Luce mampu melesat dari 0 ke 62 mph dalam 2,5 detik. EV ini juga dilengkapi rear-wheel steering serta suspensi yang diturunkan dari supercar F80. Paddle shift di setir memungkinkan pengemudi menaikkan torsi atau regenerative braking agar sensasi berkendara lebih hidup.

Namun, spesifikasi khusus EV-nya terbilang kurang impresif untuk mobil seharga setengah juta dolar. Baterai 112 kilowatt-jam dengan sel pouch dari SK On menyediakan jangkauan 530 kilometer (329 mil) pada siklus WLTP Eropa. Angka itu kemungkinan setara di bawah 300 mil saat diuji dengan rating EPA. Puncak pengisian dayanya 350 kilowatt, cukup kuat secara objektif, tetapi masih di bawah sejumlah EV dengan pengisian tercepat saat ini.

Tetapi sekali lagi, orang tidak membeli Luce seharga 560.000 dolar karena mencari mobil listrik praktis yang hebat. Jika masih ada keraguan soal besarnya uang yang mau dikeluarkan kolektor kaya untuk EV pertama Ferrari, perhatikan peristiwa Agustus. Unit produksi Luce pertama, dijuluki “Chassis 0,” terjual 40 juta dolar dalam lelang, menjadikannya mobil baru termahal yang pernah dilelang.

Angka itu mempertegas posisi Luce bukan sekadar kendaraan, melainkan objek koleksi. Ferrari pun tak perlu menjelaskan berapa unit yang akan diproduksi untuk meyakinkan pasar bahwa permintaan tetap kuat. Seiring merek lain berhati-hati melangkah ke elektrifikasi, Ferrari justru mencatatkan stok habis sebelum produksi dimulai. Industri otomotif pun mendapat gambaran baru: pada segmen ultraluxury, kelangkaan dan identitas merek masih menjadi magnet yang lebih kuat ketimbang perdebatan soal desain.

[END_CONTENT]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.