📑 Daftar Isi

Ilustrasi platform Ford Universal Electric Vehicle dengan motor listrik efisien

Ford Klaim Motor UEV 30% Lebih Efisien dari BYD

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Ford klaim motor, gearbox, dan inverter UEV 30% lebih efisien dari BYD
  • Efisiensi memungkinkan baterai lebih kecil, komponen biaya terbesar EV
  • Platform UEV debut lewat pikap Fathom mulai 28.350 dolar AS
  • Kapasitas baterai Fathom diperkirakan 50-60 kWh untuk jarak 200 mil
  • Teknologi hybrid Ford juga akan merasakan keuntungan efisiensi yang sama

Telset.id – Ford mengklaim keunggulan efisiensi sebagai senjata utama menghadapi dominasi mobil listrik China. Dalam sesi earnings call kuartal ketiga, CEO Ford Jim Farley menyatakan bahwa motor, gearbox, dan inverter pada platform Universal Electric Vehicle (UEV) miliknya tercatat sekitar 30% lebih efisien dibandingkan milik BYD. Klaim ini menjadi fondasi Ford untuk menekan biaya produksi kendaraan listriknya di tengah persaingan global yang makin ketat.

Pernyataan tersebut disampaikan Farley secara langsung dalam panggilan konferensi pers perusahaan. “Ada area lain yang kami temukan cukup unggul dibandingkan BYD. Yaitu efisiensi motor, gearbox, dan inverter kami, yang sekitar 30% lebih efisien dari milik mereka dan memungkinkan kami merancang baterai yang jauh lebih kecil,” ujar Farley dalam keterangannya, seperti dikutip dari sumber referensi. “Saya pikir itu sangat kritis.”

Efisiensi komponen penggerak tersebut menjadi kunci utama strategi penekanan biaya pada platform UEV. Platform ini akan debut lewat pikap listrik Fathom yang dibanderol mulai 28.350 dolar AS. Dengan motor, gearbox, dan drivetrain yang lebih efisien, Ford dapat memasang baterai berkapasitas lebih kecil—padahal baterai merupakan komponen biaya tunggal terbesar dalam sebuah kendaraan listrik. Pendekatan ini menjadi upaya Ford menjadikan EV lebih layak secara ekonomi dibandingkan Mustang Mach-E dan F-150 Lightning. Bagi pembaca yang ingin menelusuri lebih jauh soal strategi harga kendaraan ini, simak ulasan Ford Fathom yang membahas toleransi harga dan jebakan langganannya.

Ford belum mengungkap secara pasti berapa kapasitas baterai Fathom. Namun laporan-laporan sebelumnya memperkirakan kapasitasnya berada di kisaran 50 hingga 60 kWh. Untuk mencapai jarak tempuh yang layak di atas 200 mil, Ford harus memaksimalkan setiap keuntungan efisiensi yang dimilikinya dan mengoptimalkan baterai yang tidak terlalu besar tersebut. Perlu dicatat, belum jelas persis powertrain BYD mana yang dijadikan pembanding oleh Farley dalam klaim efisiensi 30% tersebut.

Menyalip BYD Jadi Target yang Masuk Akal

Menargetkan BYD secara spesifik bukan tanpa alasan. Pabrikan otomotif terbesar China itu berhasil menyalip Ford dalam penjualan global pada tahun lalu. Sebagian besar kesuksesan BYD berasal dari integrasi vertikal yang mendalam—mulai dari produksi komponen hingga perakitan akhir dikendalikan sendiri. Ford tampaknya menyerap pelajaran tersebut dengan membawa lebih banyak rantai pasoknya ke dalam rumah dan mengembangkan arsitektur UEV dari nol. Skala besar BYD sendiri sudah menjadi sorotan, sebagaimana dibahas dalam artikel 1,02 Juta Karyawan yang melampaui Toyota, GM, Ford, dan Tesla.

Ford juga mengambil pelajaran dari pabrikan China lainnya. Di awal panggilan yang sama, para eksekutif Ford menjelaskan apa yang dipelajari dari kemitraannya dengan Geely di Eropa: cara memproduksi mobil dengan lebih murah dan mempercepat pengembangan produk. Pendekatan manufaktur ini sejalan dengan langkah Ford dalam mengadopsi teknologi pengecoran canggih, seperti yang dibahas dalam artikel 5.000 Unicasting untuk mengejar Tesla di teknologi gigacasting.

Efisiensi Tak Berhenti di EV

Peningkatan rekayasa pada platform UEV tidak akan terbatas pada kendaraan listrik murni. Kumar Galhotra, Chief Operating Officer Ford, menyatakan bahwa kendaraan hybrid perusahaan juga akan merasakan manfaat dari keuntungan efisiensi yang sama seperti yang diperoleh dari platform UEV. Artinya, efisiensi motor, gearbox, dan inverter yang diklaim 30% lebih baik dari BYD itu berpotensi menjadi fondasi teknis lintas lini produk Ford, bukan hanya untuk Fathom semata.

Platform UEV sendiri diposisikan Ford sebagai jawaban atas tantangan ekonomi kendaraan listrik. Dengan komponen yang lebih sedikit, efisiensi yang lebih baik, dan proses manufaktur yang dirombak, Ford berupaya menghadirkan EV yang jauh lebih layak secara ekonomi dibandingkan model-model sebelumnya. Klaim efisiensi 30% dibanding BYD menjadi salah satu pilar utama narasi tersebut, meski Ford masih menyimpan detail teknis seperti kapasitas baterai pasti Fathom dan varian powertrain BYD yang dijadikan pembanding.

Bagi Ford, pertarungan melawan BYD bukan sekadar soal spesifikasi di atas kertas, melainkan soal struktur biaya. Integrasi vertikal yang membuat BYD unggul dalam penjualan global menjadi pelajaran yang coba diterjemahkan Ford ke dalam arsitektur UEV yang dibangun dari nol. Klaim efisiensi motor, gearbox, dan inverter menjadi bukti awal bahwa Ford serius mengejar ketertinggalan, dengan baterai lebih kecil sebagai konsekuensi langsung yang diharapkan menekan harga jual. Seberapa besar dampaknya terhadap harga akhir Fathom di pasar, tentu masih menunggu pengumuman resmi lebih lanjut dari pabrikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.