📑 Daftar Isi

Kendaraan otonom Toyota bZ4X hasil kemitraan Waymo dan Toyota untuk pengujian robotaxi di Jepang

Waymo Uji Toyota bZ4X Otonom di Jepang, Sasar Robotaxi Inggris

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Waymo uji Toyota bZ4X otonom di Jepang tahun depan
  • Toyota produksi bZ4X 2027 dan integrasikan sistem Waymo di pabrik Takaoka
  • Pengujian awal di Jepang, target perluasan ke Inggris dan negara pengemudi kanan
  • Kemitraan 18 bulan setelah kesepakatan awal Toyota-Waymo
  • Fokus awal pemasok kendaraan robotaxi, terbuka untuk kendaraan pribadi

Telset.id – Waymo akan mulai menguji kendaraan otonom Toyota bZ4X di Jepang pada tahun depan sebagai bagian dari kemitraan yang lebih luas dengan Toyota untuk menyediakan kendaraan listrik bagi operasi robotaxi di pasar internasional, termasuk Inggris. Kemitraan ini menandai langkah konkret Waymo dalam memperluas portofolio robotaxi sekaligus memperluas jangkauan operasinya ke luar Amerika Serikat.

Dalam kemitraan yang diumumkan Jumat tersebut, Toyota akan memproduksi kendaraan bZ4X tahun 2027 dan mengintegrasikan sistem mengemudi mandiri Waymo di pabrik Takaoka di Jepang. Kendaraan listrik ini kini dikenal dengan nama BZ di pasar Amerika Utara.

Kendaraan bZ4X otonom tersebut pada awalnya akan diuji di Jepang, di mana Waymo berniat untuk pada akhirnya mengoperasikan layanan robotaxi. Namun tujuan utamanya adalah mengerahkan kendaraan ini di negara-negara dengan pengemudi di sisi kanan lainnya seperti Inggris. Waymo telah menguji kendaraan otonom Jaguar I-Pace di London selama berbulan-bulan dan berencana meluncurkan layanan robotaxi di sana setelah menerima izin yang diperlukan.

Dari Kesepakatan Awal ke Kemitraan Nyata

Pengumuman ini muncul 18 bulan setelah Toyota dan Waymo menandatangani kesepakatan awal untuk mengeksplorasi pengembangan dan penerapan platform kendaraan otonom. Pada saat itu, kesepakatan tersebut masuk dalam kategori “mari kita lihat apa yang terjadi”, dengan bahasa yang cukup samar sehingga menyisakan banyak ruang untuk interpretasi.

Untuk saat ini, kemitraan tersebut lebih terlihat seperti kesepakatan pemasok kendaraan konvensional yang membantu Waymo memenuhi kebutuhan regional spesifik sekaligus menambahkan model baru ke portofolio robotaxinya. Langkah ini sejalan dengan ekspansi layanan yang terus dilakukan Waymo di berbagai wilayah, termasuk perluasan layanan robotaxi Waymo di sejumlah kota besar.

Namun kemitraan ini bisa melampaui robotaxi. Kedua perusahaan menyatakan akan terus menjajaki kemungkinan membawa teknologi otonom Waymo ke kendaraan Toyota yang dimiliki secara pribadi. Toyota dan Waymo juga mengumumkan rencana untuk mengeksplorasi “inisiatif” masa depan lainnya yang akan menggunakan “wawasan dari operasi dunia nyata Waymo” untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan lain.

Apa arti semua ini masih belum jelas, meskipun Hiroki Nakajima, executive vice president Toyota dan anggota dewan, memberikan beberapa petunjuk. “Kolaborasi ini akan membantu meningkatkan skala teknologi tersebut dan membawanya kepada pelanggan di Jepang dan sekitarnya melalui layanan ride-hailing Waymo, dan secara paralel, Toyota akan terus mengeksplorasi bagaimana mengintegrasikan kendaraan dengan infrastruktur lalu lintas dapat membuat jalan-jalan tersebut lebih aman,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Peta Jalan Robotaxi Lintas Negara

Kemitraan ini mempertegas posisi Waymo sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan kendaraan otonom. Sebelumnya, Waymo juga telah memfokuskan sebagian besar operasinya di wilayah tertentu, dengan fokus robotaxi Waymo terkonsentrasi di California dan Texas.

Langkah ekspansi ke Jepang dan Inggris menunjukkan bahwa Waymo tidak hanya memperkuat kehadirannya di pasar domestik, tetapi juga mulai menyiapkan fondasi untuk operasi internasional. Pengujian di Jepang akan menjadi langkah awal untuk memastikan teknologi otonom Waymo dapat beradaptasi dengan kondisi lalu lintas dan regulasi setempat sebelum diperluas ke negara lain dengan pengemudi di sisi kanan.

Kemitraan dengan Toyota juga memberikan keuntungan bagi produsen mobil asal Jepang tersebut. Dengan mengintegrasikan sistem Waymo ke dalam kendaraan bZ4X, Toyota dapat mempercepat pengembangan kemampuan otonomnya tanpa harus membangun seluruh teknologi dari nol. Kolaborasi ini memungkinkan kedua perusahaan berbagi keahlian di bidang masing-masing.

Bagi Waymo, kehadiran model bZ4X dalam portofolio robotaxinya menambah variasi kendaraan yang dapat digunakan di berbagai pasar. Sebelumnya, Waymo dikenal menggunakan kendaraan Jaguar I-Pace untuk pengujian di London. Dengan tambahan bZ4X, Waymo memiliki lebih banyak pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan regional, termasuk untuk negara-negara dengan pengemudi di sisi kanan.

Rencana peluncuran layanan robotaxi di Inggris masih menunggu izin yang diperlukan. Waymo telah menguji kendaraan otonom Jaguar I-Pace di London selama berbulan-bulan sebagai persiapan. Jika izin diperoleh, Inggris akan menjadi salah satu pasar internasional pertama bagi Waymo di luar Amerika Serikat.

Pengumuman kemitraan ini juga menjadi sinyal bahwa hubungan antara Toyota dan Waymo berkembang dari sekadar kesepakatan eksplorasi menjadi kerja sama yang lebih terstruktur. Meski masih berfokus pada penyediaan kendaraan untuk robotaxi, kedua perusahaan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas di masa depan, termasuk penerapan teknologi otonom pada kendaraan pribadi Toyota.

Dengan pengujian yang dijadwalkan dimulai di Jepang pada tahun depan, kemitraan Waymo dan Toyota akan menjadi salah satu proyek yang patut dicermati dalam industri kendaraan otonom. Keberhasilan pengujian ini akan menentukan seberapa cepat teknologi robotaxi dapat diadopsi di pasar internasional, termasuk di negara-negara dengan pengemudi di sisi kanan seperti Inggris.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.