Telset.id – Ford tengah menggencarkan uji coba prototipe pickup listrik medium terbarunya yang diklaim memiliki harga mulai sekitar US$30.000 atau setara Rp480 jutaan, menandai langkah besar setelah penghentian produksi F-150 Lightning sepenuhnya. Kendaraan ini menjadi model pertama yang dibangun di atas platform Universal EV (UEV) anyar Ford, menjanjikan efisiensi lebih tinggi dan harga lebih terjangkau.
Setelah pertama kali terlihat di Long Beach, California, awal bulan ini, prototipe bersembunyi tersebut kembali tertangkap kamera saat menjalani uji coba di Arizona. Cuplikan terbaru dari KindelAuto menunjukkan sisi samping kendaraan yang tampak lebih kecil dari ekspektasi, bahkan lebih rendah dari Ford Ranger dan F-150. Desainnya disebut mengingatkan pada ikon Ford Ranchero, menawarkan proporsi unik untuk segmen pickup medium.
Menurut laporan dari The Autopian, prototipe yang diuji di Long Beach tampak berjalan di antara Mazda B-Series berbasis Ranger dan F-150 ukuran penuh. Meski dimensinya ringkas, sumber yang sama mencatat bahwa baris kursi kedua terlihat “cukup luas” secara langsung. Ford sendiri mengklaim interior model ini akan menawarkan ruang penumpang lebih besar dibandingkan Toyota RAV4.
Platform UEV dan Strategi Produksi Baru
Ford midsize EV pickup 2027 menjadi kendaraan pertama yang menggunakan platform UEV. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menerapkan praktik manufaktur radikal, termasuk megacasting dan penggunaan baterai prismatik LFP. Langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
Dalam pernyataan resmi, Manajer Senior Aerodinamika EV Ford, Saleem Merkt, mengungkapkan bahwa efisiensi aerodinamis pickup baru ini “lebih dari 15% lebih baik dibandingkan pickup mana pun di pasar saat ini.” Menurutnya, pencapaian ini akan menghasilkan jangkauan lebih jauh dan biaya lebih rendah bagi konsumen.

Penggunaan baterai LFP yang lebih murah dan aman menjadi kunci utama strategi harga US$30.000. Ford juga mengadopsi teknik megacasting untuk mengurangi jumlah komponen dan waktu perakitan, mirip dengan pendekatan yang digunakan Tesla pada Model Y.
Jadwal Produksi dan Pengiriman
Ford midsize EV pickup akan diproduksi di pabrik Louisville Assembly. Perusahaan menargetkan peluncuran pada 2027, dengan pengiriman pertama kepada konsumen segera setelahnya. Ini menjadi langkah strategis Ford untuk bersaing di segmen pickup listrik yang semakin ketat.
Menariknya, prototipe yang terlihat di Long Beach menyembunyikan kode QR pada motif kamuflasenya. Kode tersebut mengarahkan pengguna ke situs web rahasia yang menampilkan beberapa video teaser tentang model baru ini. Langkah pemasaran ini menunjukkan pendekatan digital yang lebih agresif dari Ford.
Baca Juga:
Spesifikasi dan Fitur Unggulan
Meski detail spesifikasi teknis belum diumumkan secara resmi, beberapa informasi kunci sudah terkuak dari laporan uji coba. Pickup ini merupakan kendaraan empat pintu dengan konfigurasi midsize, lebih kecil dari F-150 Lightning yang sudah dihentikan produksinya.
Ford mengklaim interiornya akan lebih lega dari Toyota RAV4, menjadikannya pilihan menarik untuk keluarga. Dengan harga mulai US$30.000, model ini diposisikan sebagai opsi terjangkau di segmen kendaraan listrik, bersaing langsung dengan pemain China seperti BYD.

Ford juga menekankan efisiensi aerodinamis sebagai salah satu keunggulan utama. Dengan koefisien drag yang lebih baik dari pickup mana pun di pasaran saat ini, kendaraan ini diharapkan mampu menawarkan jangkauan tempuh yang kompetitif tanpa mengorbankan desain.
Perusahaan sebelumnya telah merekrut ulang 300 inspektur setelah sistem AI gagal menjaga kualitas produksi. Langkah ini menunjukkan komitmen Ford untuk memastikan kualitas manufaktur sebelum meluncurkan produk baru.
Dampak bagi Pasar Kendaraan Listrik Global
Kehadiran Ford midsize EV pickup dengan harga US$30.000 diprediksi akan mengubah peta persaingan di segmen kendaraan listrik. Selama ini, pickup listrik identik dengan harga tinggi, seperti F-150 Lightning yang dibanderol di atas US$50.000 atau Rivian R1T yang lebih mahal lagi.
Dengan pendekatan platform UEV yang modular dan efisien, Ford berpeluang menawarkan kendaraan listrik dengan margin lebih sehat. Ini penting mengingat sebagian besar produsen mobil masih berjuang mencapai profitabilitas di segmen EV.
Ford sebelumnya juga merekrut 350 engineer senior untuk memperkuat tim pengembangan. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengakui bahwa AI belum mampu menggantikan peran insinyur manusia secara total, seperti yang diungkap dalam pengakuan bahwa Ford gagal total mengganti engineer dengan AI.

Uji coba di Arizona yang melibatkan suhu ekstrem menjadi indikasi bahwa Ford serius mempersiapkan kendaraan ini untuk berbagai kondisi pasar. Manajemen termal baterai LFP yang lebih toleran terhadap suhu tinggi menjadi nilai tambah tersendiri.
Dengan peluncuran dijadwalkan pada 2027, Ford masih memiliki waktu sekitar satu tahun untuk menyempurnakan desain dan teknologi. Namun, prototipe yang sudah memasuki tahap uji publik menunjukkan bahwa pengembangan berjalan sesuai jadwal.
Fakta bahwa kendaraan ini menggunakan platform UEV yang sama dengan model Ford lainnya di masa depan membuka peluang untuk berbagi komponen dan menekan biaya. Ini sejalan dengan strategi Ford untuk mempercepat elektrifikasi tanpa mengorbankan profitabilitas.
Bagi konsumen yang selama ini menunggu pickup listrik terjangkau, Ford midsize EV pickup 2027 bisa menjadi jawaban. Dengan harga setara Toyota RAV4 tetapi dalam format pickup yang lebih fungsional, model ini berpotensi menarik segmen pembeli baru yang sebelumnya enggan beralih ke kendaraan listrik karena mahalnya harga.
Ford juga diprediksi akan menawarkan varian dengan jangkauan berbeda, mengingat penggunaan baterai LFP yang biasanya memiliki kepadatan energi lebih rendah dibanding NCM. Namun, trade-off ini sepadan dengan harga yang lebih murah dan keamanan lebih baik.
Ke depannya, keberhasilan Ford midsize EV pickup akan sangat bergantung pada eksekusi produksi dan jaringan pengisian daya. Meski begitu, langkah pertama dengan prototipe yang sudah memasuki tahap uji publik adalah sinyal positif bahwa Ford tidak main-main dalam segmen ini.





Komentar
Belum ada komentar.