Telset.id – Mercedes-Benz mencoret dua model listrik dan satu plug-in hybrid dari jajaran kendaraan Amerika Serikat untuk model year 2027. Model yang dihentikan adalah EQE Sedan beserta varian AMG-nya, Mercedes-Maybach EQS 680 SUV, dan Mercedes-AMG S63 E Performance. Keputusan ini dikonfirmasi oleh juru bicara perusahaan kepada Car and Driver.
EQE Sedan menjadi korban paling mencolok. Model listrik yang diposisikan sebagai alternatif E-Class bertenaga baterai itu hanya bertahan tiga tahun di pasar AS dengan angka penjualan yang disebut “lukewarm at best”. Seluruh trim EQE Sedan kini dihapus, termasuk versi AMG yang bertenaga lebih tinggi.
Yang juga ikut dipensiunkan adalah Mercedes-Maybach EQS 680 SUV, SUV listrik flagship dengan harga awal 180.000 dolar AS. Sementara itu, Mercedes-AMG S63 E Performance—plug-in hybrid performa tinggi—tidak mendapat model 2027 di AS. Mobil ini dibanderol 191.050 dolar AS, mengawinkan mesin V-8 twin-turbo 4.0 liter dengan satu motor listrik untuk output gabungan 791 tenaga kuda. Baterai bertegangan tinggi berkapasitas 10,4 kilowatt-jam hanya menghasilkan jangkauan listrik 16 mil.
Perlu dicatat, lini EQS Sedan dan EQS SUV lainnya masih dijual. Keduanya kemungkinan akan segera digantikan oleh model generasi berikutnya. EQ adalah generasi pertama kendaraan listrik Mercedes, yang kini digantikan oleh EV berbasis platform MMA seperti CLA sedan dan GLB SUV baru.
CLA dan GLB Jadi Ujung Tombak Baru
Mercedes-Benz CLA EV 2026 tersedia dalam dua varian: 250+ penggerak roda belakang (RWD) dan 350 4MATIC all-wheel-drive (AWD) yang lebih bertenaga. Keduanya memakai paket baterai 85 kWh, dengan jangkauan hingga 374 mil untuk versi RWD. Harga CLA 250+ mulai 47.250 dolar AS, sedangkan CLA 350 4MATIC mulai 49.800 dolar AS.
Model listrik baru Mercedes mengadopsi desain lebih tradisional, mendekati kendaraan bermesin bensin, dengan grille besar dan proporsi kotak. Pada paruh kedua 2027, Mercedes GLA 2028 mulai tiba di diler dalam varian listrik dan hybrid.
Perubahan strategi ini menegaskan arah Mercedes yang meninggalkan desain “bean-shaped” khas EQ. Meski kaya teknologi, kemewahan, dan tenaga, lini EQ dianggap kurang menarik secara visual. Pendekatan baru membuat semua versi powertrain tampil seragam, seperti yang terlihat pada CLA dan GLC yang baru diperkenalkan.
Baca Juga:
EQE Sedan dan Nasib Nilai Jual
EQE Sedan secara khusus disebut sebagai “depreciation king” alias raja penurunan nilai. Kini setelah model ini dihentikan di AS, sejumlah penawaran menarik diprediksi akan muncul. Untuk harga yang tepat, bahkan mobil yang dinilai kurang mulus pun bisa menjadi pembelian yang masuk akal.
Mercedes-Benz tidak mempublikasikan angka penjualan per level trim. Namun wajar diasumsikan semua model yang dihentikan mencatat penjualan sangat rendah, dan itulah alasan utama model-model tersebut dikeluarkan dari jajaran. Strategi ini sejalan dengan langkah Mercedes memperkuat lini elektrifikasi lewat baterai solid-state dan pengembangan perangkat lunak berkendara.
Di sisi lain, Mercedes juga tengah memperkuat posisinya di pasar AS di tengah dinamika regulasi. Perusahaan disebut aman dari aturan kepemilikan China yang diperketat Senat AS, sementara pengembangan teknologi otonom terus berjalan lewat kemitraan dengan AI driver Wayve.
Keputusan menghentikan EQE Sedan, Maybach EQS 680 SUV, dan AMG S63 E Performance mencerminkan konsolidasi portofolio: Mercedes memilih fokus pada model berbasis platform MMA yang lebih efisien secara produksi dan lebih seragam secara desain. Bagi konsumen AS, 2027 menjadi tahun terakhir tiga nama besar itu hadir di diler, sekaligus penanda berakhirnya era pertama lini EQ di Negeri Paman Sam.





Komentar
Belum ada komentar.