📑 Daftar Isi

MG ZS Plug-In Hybrid+ dengan baterai semi-solid-state SolidCore

MG Hadirkan Baterai Semi-Solid di Tiga PHEV SUV Mulai 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • MG akan menghadirkan baterai semi-solid-state SolidCore pada tiga model PHEV SUV
  • Model pertama adalah MG ZS Plug-In Hybrid+ yang akan meluncur pada 2027
  • Dua model lainnya adalah MG HS dan MG S9
  • Baterai semi-solid-state menawarkan efisiensi lebih tinggi dan respons daya lebih cepat
  • Sistem PHEV+ tersedia dalam mesin hybrid turbo 1.1L atau 1.5L
  • MG juga rencanakan Navigate On Autopilot pada akhir 2027
  • MG klaim sebagai pabrikan pertama yang massal produksi baterai semi-solid-state

Telset.id – MG memastikan akan menghadirkan teknologi baterai semi-solid-state pada tiga model plug-in hybrid SUV, dimulai dari MG ZS Plug-In Hybrid+ yang akan meluncur pada 2027. Langkah ini menandai ekspansi baterai SolidCore ke segmen PHEV setelah sebelumnya debut di mobil listrik murni.

Dalam acara Tech Day pekan ini, MG membeberkan peta jalan teknologi baterai dan sistem mengemudi otonom terbarunya. Produsen asal Inggris yang kini berada di bawah naungan SAIC ini mengonfirmasi bahwa baterai semi-solid-state tidak akan eksklusif untuk kendaraan listrik murni (EV), melainkan juga akan diterapkan pada PHEV.

MG sebelumnya mengklaim sebagai pabrikan pertama di dunia yang memproduksi massal baterai semi-solid-state. Teknologi ini pertama kali diterapkan pada MG4 terbaru yang sudah dijual di China tahun lalu sebagai EV massal pertama dengan baterai semi-solid-state. Rencananya, baterai yang sama akan hadir di Eropa pada akhir 2026 melalui MG4 Urban.

semi-solid-state-batteries-PHEV

Menurut MG, baterai semi-solid-state SolidCore menawarkan efisiensi konversi energi yang lebih tinggi dan respons daya yang lebih cepat dibandingkan baterai elektrolit cair konvensional. Baterai ini dirancang khusus untuk bekerja bersama sistem PHEV+ guna meningkatkan jangkauan, performa, dan kecepatan pengisian daya, bahkan di suhu ekstrem sekalipun.

Tiga SUV PHEV dengan Baterai SolidCore

MG mengonfirmasi akan meluncurkan setidaknya tiga SUV plug-in hybrid yang menggunakan baterai semi-solid-state. Model pertama adalah MG ZS Plug-In Hybrid+ yang dijadwalkan mulai dijual pada 2027. Dua model lainnya adalah MG HS dan MG S9.

Sistem PHEV+ MG tersedia dalam dua varian mesin hybrid turbo: 1.1L atau 1.5L. MG juga memperkenalkan transmisi hybrid baru dengan EV Mode yang memaksimalkan efisiensi bahan bakar dan energi listrik. Perusahaan mengklaim pencapaian ini sebagai “tolok ukur baru dalam utilisasi energi secara keseluruhan.”

Sistem penggerak cerdas MG memungkinkan mesin “mempertahankan efisiensi termal di atas 40% pada sekitar 90% kondisi berkendara, sekaligus mencapai efisiensi penggerak listrik hingga 90%,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

semi-solid-state-batteries-PHEV-SUVs

Selain baterai, MG juga mengumumkan rencana meluncurkan sistem Navigate On Autopilot pada akhir 2027. Fitur ini akan mendukung berkendara di jalan tol sebagai bagian dari pembaruan sistem ADAS MG Pilot.

Keputusan MG untuk membawa teknologi semi-solid-state ke PHEV menunjukkan strategi unik di tengah persaingan industri otomotif global. Sementara sebagian besar pabrikan lain fokus pada EV murni, MG justru melihat potensi besar pada segmen PHEV dengan teknologi baterai canggih.

Baterai semi-solid-state dianggap sebagai jembatan antara baterai lithium-ion konvensional dan baterai solid-state penuh. Teknologi ini menggunakan elektrolit semi-padat yang lebih stabil secara termal, sehingga mengurangi risiko kebakaran dan memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi.

MG ZS Plug-In Hybrid+ akan menjadi model pertama yang merasakan teknologi ini pada 2027. SUV kompak ini diproyeksikan menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik berkat kombinasi mesin hybrid turbo dan baterai semi-solid-state.

Sementara itu, MG HS dan MG S9 akan menyusul setelahnya. MG HS dikenal sebagai SUV medium yang populer di berbagai pasar, termasuk Eropa dan Asia. MG S9 merupakan model flagship yang diposisikan sebagai SUV premium dengan teknologi tertinggi.

Dengan kehadiran tiga model ini, MG berharap dapat memperkuat posisinya di segmen PHEV yang masih memiliki permintaan tinggi di berbagai negara, terutama di kawasan yang infrastruktur pengisian daya EV-nya belum sepenuhnya matang.

Langkah MG ini juga sejalan dengan tren industri otomotif yang mulai beralih ke teknologi baterai semi-solid-state. Beberapa pabrikan lain seperti Toyota dan Nissan juga tengah mengembangkan teknologi serupa, namun MG menjadi yang pertama mengklaim produksi massal.

Keunggulan baterai semi-solid-state dalam hal keamanan dan kepadatan energi membuatnya cocok untuk berbagai jenis kendaraan, tidak hanya EV murni. Dengan menerapkannya pada PHEV, MG dapat menjangkau konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

MG juga menekankan bahwa baterai SolidCore dirancang untuk bekerja optimal dalam kondisi suhu ekstrem. Ini menjadi nilai tambah penting, terutama untuk pasar dengan variasi iklim yang lebar.

Dari sisi performa, sistem PHEV+ MG dengan baterai semi-solid-state diklaim memberikan akselerasi yang lebih responsif dan pengalaman berkendara yang lebih halus dibandingkan PHEV konvensional.

MG ZS Plug-In Hybrid+ diperkirakan akan menjadi pesaing serius di segmen SUV kompak hybrid. Dengan teknologi baterai yang lebih canggih, model ini bisa menawarkan jangkauan listrik yang lebih jauh dan konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Sementara itu, MG HS dan MG S9 akan menyasar segmen yang lebih tinggi. MG S9 khususnya diposisikan sebagai SUV premium yang akan bersaing dengan model-model Eropa dan Jepang di kelasnya.

Peluncuran bertahap ini menunjukkan pendekatan hati-hati MG dalam memperkenalkan teknologi baru. Dengan memulai dari satu model pada 2027, MG dapat mengumpulkan data dan umpan balik sebelum meluncurkan model berikutnya.

MG juga berencana untuk terus mengembangkan teknologi baterai semi-solid-state ke depannya. Perusahaan melihat teknologi ini sebagai platform yang dapat dikembangkan untuk berbagai aplikasi, tidak hanya pada kendaraan penumpang.

Dengan strategi ini, MG berharap dapat mempercepat adopsi teknologi baterai canggih di industri otomotif global. Perusahaan percaya bahwa semi-solid-state adalah langkah penting menuju baterai solid-state penuh yang dijanjikan akan merevolusi industri kendaraan listrik.

Keputusan MG untuk menerapkan teknologi ini pada PHEV juga menunjukkan fleksibilitas strategis di tengah ketidakpastian pasar otomotif global. Sementara beberapa pasar bergerak cepat menuju elektrifikasi penuh, pasar lain masih membutuhkan solusi transisi.

MG ZS Plug-In Hybrid+ pada 2027 akan menjadi ujian nyata bagi teknologi semi-solid-state MG di segmen PHEV. Jika berhasil, ini bisa membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas di model-model MG lainnya.

Dengan semua rencana ini, MG menunjukkan ambisinya untuk menjadi pemimpin dalam teknologi baterai semi-solid-state, tidak hanya untuk EV tetapi juga untuk kendaraan hybrid yang masih memiliki pangsa pasar signifikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.