📑 Daftar Isi

Toyota Highlander EV 2027 yang tertunda peluncurannya

Toyota Tunda Highlander EV, Mobil Listrik Andalan Ditunda

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Toyota resmi menunda peluncuran Highlander EV yang semula dijadwalkan akhir 2026
  • Alasan: penyesuaian tambahan pada kendaraan sebelum peluncuran
  • Penjualan Highlander bensin/hybrid naik 6,7% dengan 32.000 unit terjual
  • Highlander EV tawarkan jarak 320 mil, tenaga 338 hp, bidirectional charging
  • Model ini akan jadi EV pertama Toyota yang diproduksi di AS (pabrik Kentucky)
  • Highlander jadi nameplate pertama Toyota yang sepenuhnya digantikan EV
  • Pasar EV AS lesu akibat berakhirnya kredit pajak dan pencabutan standar efisiensi
  • Konsumen masih bisa memilih Grand Highlander untuk versi bensin

Telset.id – Toyota memutuskan menunda peluncuran Highlander EV, model listrik andalan yang semula dijadwalkan meluncur pada akhir 2026. Keputusan ini diambil karena pabrikan asal Jepang itu ingin melakukan penyesuaian tambahan pada kendaraan sebelum resmi dipasarkan. Padahal, model ini sempat menjadi sinyal terkuat Toyota dalam mempercepat elektrifikasi di Amerika Serikat.

Kabar penundaan ini pertama kali dilaporkan oleh Cars.com pada Rabu lalu dan dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Toyota kepada InsideEVs. Sayangnya, Toyota tidak memberikan rincian berapa lama penundaan akan berlangsung. “Penyesuaian tambahan sedang dilakukan pada kendaraan sebelum peluncuran,” ujar seorang juru bicara Toyota kepada InsideEVs. “Kami akan memperbarui waktu penjualan saat produksi telah dikonfirmasi,” tambahnya.

Penundaan ini menjadi menarik karena terjadi di tengah kuatnya penjualan Highlander berbahan bakar bensin dan hybrid saat ini. Data menunjukkan, penjualan Highlander versi ICE naik 6,7% year to date dengan lebih dari 32.000 unit terjual dalam enam bulan pertama tahun ini. Meski demikian, Toyota tidak secara eksplisit mengaitkan penundaan dengan kesuksesan model saat ini.

Highlander EV: Mobil Listrik Paling Modern Toyota

Highlander EV sendiri dirancang sebagai model yang sepenuhnya berbeda dari pendahulunya. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 320 mil, tenaga 338 horsepower, dan kemampuan bidirectional charging. Ini menjadikannya salah satu SUV listrik tiga baris paling canggih yang pernah dibuat Toyota.

Yang lebih penting, Highlander EV akan menjadi kendaraan listrik pertama yang diproduksi Toyota di Amerika Serikat. Pabrikan akan merakitnya di pabrik Kentucky menggunakan baterai yang dirakit di pabrik baterai North Carolina. Langkah ini menunjukkan komitmen Toyota untuk membangun rantai pasokan EV di dalam negeri AS.

Model ini juga memiliki padanan Subaru dan Lexus yang direncanakan, yaitu Subaru Getaway dan Lexus TZ. Ini menunjukkan strategi Toyota untuk berbagi platform antar merek, mirip dengan yang dilakukan pada model listrik lainnya.

Penjualan Hybrid Masih Kuat, EV Tertekan

Keputusan Toyota menunda Highlander EV tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar mobil listrik di AS yang sedang lesu. Tahun ini, penjualan EV di AS mengalami penurunan signifikan setelah berakhirnya kredit pajak federal dan pencabutan standar efisiensi bahan bakar. Dampaknya, denda bagi pabrikan otomotif dipotong menjadi $0, sehingga insentif untuk mendorong EV menjadi berkurang.

Akibatnya, pasar lebih cepat beralih ke hybrid dibandingkan mobil listrik murni. Toyota sendiri telah merasakan dampaknya, di mana penjualan SUV listrik terlaris miliknya tetap solid meskipun ada tekanan pasar.

Meskipun demikian, Toyota tetap melanjutkan strategi elektrifikasinya. Tahun ini, pabrikan telah meluncurkan tiga model EV baru atau yang diperbarui di AS, termasuk bZ yang diperbarui, C-HR baru, dan bZ Woodland. Lexus juga mendapatkan model listrik baru, ES, dengan satu model lagi yang dijadwalkan meluncur akhir tahun.

Highlander Jadi Namaplate EV Murni Pertama Toyota

Keputusan Toyota untuk sepenuhnya mengalihkan Highlander ke tenaga listrik merupakan langkah berani. Mulai model year 2027, Highlander akan menjadi model pertama Toyota yang sepenuhnya digantikan oleh EV, menghentikan versi bensin dan hybrid. Ini menandai perubahan strategi signifikan bagi pabrikan yang sebelumnya dianggap lamban dalam elektrifikasi.

Bagi konsumen yang masih menginginkan Highlander berbahan bakar bensin, Toyota menyediakan opsi Grand Highlander sebagai alternatif. Model ini akan terus diproduksi dan dijual bersamaan dengan Highlander EV.

Untuk saat ini, Highlander 2026 yang populer akan tetap diproduksi hingga akhir tahun dan kemungkinan masih tersedia di dealer hingga tahun depan. Ini memberi waktu bagi konsumen untuk beralih ke EV tanpa harus terburu-buru.

Penundaan ini juga terjadi di tengah upaya Toyota mengkompensasi pemasok akibat pembatalan produksi Lexus LF-ZC. Situasi ini menunjukkan bahwa Toyota kompensasi pemasok untuk proyek yang dibatalkan.

Dampak Penundaan bagi Pasar EV

Penundaan Highlander EV bisa berdampak pada persaingan di segmen SUV listrik tiga baris. Model ini sebelumnya diposisikan sebagai pesaing langsung Hyundai Ioniq 9 dan Kia EV9. Dengan tertundanya peluncuran, Toyota kehilangan momentum untuk bersaing di segmen yang semakin ramai.

Namun, Toyota tampaknya tidak terburu-buru. Dengan penjualan Highlander berbahan bakar bensin yang masih kuat dan permintaan EV yang melambat, keputusan untuk menunda mungkin justru strategis. Ini memberi Toyota waktu untuk menyempurnakan produk dan menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan.

Bagi konsumen yang menantikan Highlander EV, kabar ini tentu mengecewakan. Namun, Toyota berjanji akan memberikan pembaruan saat produksi telah dikonfirmasi. Sampai saat itu tiba, konsumen masih bisa memilih Highlander hybrid atau bensin yang tersedia di dealer.

Sementara itu, Toyota terus mengembangkan model listrik lainnya. Pabrikan baru saja meluncurkan pikap listrik pertama Toyota, Hilux BEV, yang menunjukkan komitmen mereka untuk menghadirkan EV di berbagai segmen.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.