📑 Daftar Isi

Konsep Renault E-Space dipamerkan di Paris Auto Show 2026 sebagai MPV listrik masa depan

Paris Auto Show 2026: Eropa Lawan Dominasi EV China

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Paris Auto Show 2026 jadi ajang merek Eropa melawan dominasi EV China
  • Renault hadir dengan konsep E-Space dan model Dacia
  • Stellantis tampilkan konsep EV dari seluruh merek Eropanya
  • Citroën 2CV concept targetkan harga 15.000 euro
  • Sekitar 25 merek China hadir di pameran tahun ini
  • BYD, Geely, dan Xpeng mulai investasi di manufaktur Eropa
  • Xpeng L03 diproduksi di Austria oleh Magna-Steyr

Telset.id – Paris Auto Show 2026 menjadi ajang perlawanan terbuka merek Eropa terhadap dominasi mobil listrik China, dengan Renault, Stellantis, dan sejumlah pabrikan menghadirkan deretan model serta konsep elektrifikasi yang menyasar segmen harga terjangkau. Perubahan ini terjadi empat tahun setelah edisi 2022, ketika merek Eropa justru banyak absen dan hanya BYD serta Great Wall Motors yang tampil mencolok dengan model EV dan PHEV kecil yang relatif terjangkau.

Pada 2022, suasana pameran diwarnai anggapan bahwa ajang otomotif sudah “mati”. Mercedes-Benz bahkan memilih menggelar peluncuran EQE SUV di Musée Rodin, di luar arena pameran, meski berlangsung pada pekan yang sama. Merek Eropa yang hadir pun hanya menampilkan penyegaran ringan atau model berbahan bakar bensin, sementara BYD dan Great Wall Motors (lewat Ora dan WEY) datang membawa hatchback dan crossover listrik kecil yang lebih terjangkau dan berjarak tempuh lebih jauh dibanding opsi EV atau PHEV seharga serupa saat itu. Itu adalah kali pertama BYD tampil di Paris Auto Show, dan minat pengunjung Prancis terhadap merek yang belum dikenal itu justru tinggi.

Sejak itu, merek China terus menancapkan pengaruh di pasar Eropa dengan menangkap pembeli yang selama ini luput dijangkau pabrikan lama, yaitu konsumen yang sensitif harga namun menginginkan kendaraan elektrifikasi. Pada 2026, situasinya berbalik. Edisi tahun ini disebut sebagai serangan penuh model dan konsep baru, dan seluruh konsep yang dipamerkan telah dielektrifikasi.

Renault dan Stellantis Turun Gunung

Renault tampil agresif lewat model produksi dari Dacia serta konsep dari Alpine dan Renault. Konsep Renault E-Space menunjuk ke masa depan MPV listrik, merujuk kembali pada desain Renault Espace orisinal era 1980-an. Chief Growth Officer Renault Group Fabrice Cambolive menyebut gagasan ini sebagai “Voitures à vivre” atau “mobil untuk hidup”, yakni kendaraan yang dirancang agar elektrifikasi bekerja untuk kehidupan penggunanya. Renault secara terbuka mengeksplorasi bagaimana elektrifikasi dapat menjawab pertanyaan baru soal arah merek-mereknya ke depan.

Stellantis tak mau kalah dengan menghadirkan konsep dari seluruh merek Eropanya, banyak di antaranya model EV. Secara keseluruhan, pabrikan Eropa berupaya memotong laju merek China dengan memenuhi permintaan EV berharga masuk akal lewat model murah yang tetap menyenangkan. Konsep Citroën 2CV disebut paling mencuri perhatian karena menyamai pesona model orisinal, dengan target harga 15.000 euro atau sedikit di bawah 17.000 dolar AS pada kurs saat ini.

2CV konsep hanyalah satu contoh pilihan EV terjangkau buatan merek Eropa. Saat dijual nanti, model ini akan bergabung dengan Renault Twingo, Dacia Spring, Nissan Pixo, Kia EV2, Volkswagen ID. Polo, dan sejumlah nama yang belum ada ketika pameran 2022 berlangsung.

China Tetap Hadir, Tapi Mulai Berinvestasi di Eropa

Merek China tetap datang dengan kekuatan penuh. Diperkirakan 25 merek China hadir di Paris Auto Show tahun ini dengan model dari berbagai rentang harga. Namun, hal itu tidak serta-merta dibaca sebagai kehancuran pasar. Sebagian merek seperti BYD, Geely, dan Xpeng telah memulai rencana investasi mendalam di basis manufaktur Eropa.

Xpeng menyebut crossover kompak L03 telah menerima 12.000 pesanan sejak diluncurkan pada musim panas, dan model tersebut akan diproduksi di Austria oleh Magna-Steyr. Analis dan konsultan Lei Xing menilai merek Eropa belum habis. “Jika saya harus merangkum Paris Motor Show tahun ini, itu adalah harapan, introspeksi, dan integrasi. Merek Eropa berusaha keras, dan mereka mulai memahami beberapa hal, bahkan jika itu berarti China memberikan kompromi dalam hal pemangkasan volume ekspor hybrid/plug-in menjadi separuh, tetapi pada saat yang sama mendapat bantuan dari China,” ujarnya melalui surel.

Pandangan itu sejalan dengan kenyataan di lapangan. Sebagian merek memproduksi mobil langsung di Eropa, sementara merek China lain seperti Leapmotor berperan sebagai guru bagi merek lama. Dalam laporan Reuters, Kepala Stellantis Pro One Antonio Filosa menyatakan bahwa bekerja dengan Leapmotor memungkinkan merek-merek saling melengkapi. Kecepatan dan keahlian Leapmotor menjadi keuntungan bagi konglomerat yang berupaya memenuhi kebutuhan lewat produksi model secara cepat.

Paris Auto Show tahun ini juga menyaksikan debut hatchback Leapmotor B03, yang melengkapi crossover kecil B03X. Kedua model tersebut hadir hanya beberapa pekan setelah versi China-nya. Langkah ini sejalan dengan Dacia Spring yang baru dirilis dan dikembangkan dalam waktu kurang dari dua tahun. Semua pihak belajar, dan tenggat waktu makin dipercepat untuk menemui pembeli di titik kebutuhan mereka sekaligus melawan dominasi China.

Dari sudut pandang pengamat luar, situasinya kembali membingungkan karena dunia mendapat begitu banyak pilihan EV terjangkau, sementara opsi di Amerika Serikat terus menyusut. Sebelumnya, diskursus EV terjangkau cenderung berpusat pada China. China memang masih mendominasi percakapan itu, tetapi kini ada pilihan kendaraan elektrifikasi yang serius dari pabrikan lain. Kondisi ini dinilai baik bagi semua pihak, terutama lingkungan, dan diharapkan urgensi menciptakan EV terjangkau juga sampai ke Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Bagi pasar yang mengikuti pergerakan teknologi dan industri, dinamika Paris Auto Show 2026 menunjukkan bahwa persaingan EV tidak lagi soal siapa yang paling cepat meluncurkan model, melainkan siapa yang mampu menghadirkan kendaraan listrik dengan harga masuk akal. Strategi merek Eropa yang mengombinasikan konsep, produksi lokal, dan kemitraan dengan pemain China akan menjadi indikator penting arah pasar otomotif global berikutnya. Perkembangan teknologi yang bergerak cepat juga tercermin dari inovasi lain, seperti yang terlihat pada layar BOE X4 yang dibahas dalam artikel terpisah, sementara isu keamanan teknologi global turut menjadi sorotan lewat laporan tentang hacker China yang menyasar rahasia AI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.