Telset.id – Kecemasan akan jarak tempuh atau range anxiety resmi berakhir setelah jurnalis TechRadar, Leon Poultney, melakukan uji jalan terhadap dua SUV listrik premium terbaru, BMW iX3 dan Volvo EX60, dalam perjalanan pulang-pergi sejauh 400 mil atau sekitar 644 kilometer. Kedua kendaraan ini membuktikan bahwa mobil listrik modern mampu menempuh perjalanan jauh tanpa perlu sering berhenti untuk mengisi daya.
BMW iX3 generasi terbaru, yang juga dikenal dengan julukan Neue Klasse, hadir dengan platform yang sepenuhnya baru. Mobil ini mengusung baterai berkapasitas besar dengan efisiensi tinggi serta prosesor terintegrasi bernama ‘The Heart of Joy’ yang mengontrol propulsi, kemudi, pengereman, dan sistem traksi. Pada model tertentu, iX3 mampu menempuh hingga 500 mil atau sekitar 804 kilometer dalam sekali pengisian daya, dan dapat menambah jangkauan 231 mil hanya dalam waktu 10 menit pengisian.

Di sisi lain, Volvo EX60, versi listrik dari SUV terlaris XC60, juga mengusung platform baru bernama SPA3 dengan paket baterai yang lebih efisien. EX60 juga mampu menembus batas 500 mil dalam sekali pengisian daya. Meskipun pendekatan interior dan teknologi kedua mobil ini sangat berbeda, keduanya memiliki banyak kesamaan: ruang kabin yang luas, bagasi besar, kenyamanan berkendara yang sangat baik, dan jarak tempuh listrik yang mengesankan.
Pengalaman Uji Jalan BMW iX3
Model yang diuji oleh Poultney adalah BMW iX3 50 xDrive dengan harga £61.000 atau sekitar Rp1,2 miliar dengan semua opsi tambahan. Saat terisi penuh, sistem infotainment iDrive generasi terbaru menampilkan perkiraan jarak tempuh 480 mil sebelum perlu diisi ulang. Dengan mengaktifkan profil “Max Range” yang membatasi penggunaan AC dan perangkat tambahan lainnya, angka tersebut melonjak menjadi 550 mil.
Dalam perjalanan akhir pekan bersama keluarga dari pantai selatan Inggris menuju Cornwall dan kembali, iX3 tidak perlu diisi daya sama sekali. Mobil ini hanya sempat dicolokkan ke charger 22kW selama beberapa jam saat piknik untuk memastikan jangkauan cukup untuk pulang, meskipun sebenarnya tidak diperlukan.

Selain jarak tempuh yang luar biasa, iX3 juga menawarkan pengalaman berkendara khas BMW premium. Pintunya tebal dan kokoh, interiornya mewah, dan performa powertrain listriknya bertenaga. Akselerasi 0-62 mph hanya membutuhkan 4,9 detik. Yang lebih mengesankan, SUV besar ini tetap lincah saat diajak bermanuver di tikungan, berkat kerja ‘Heart of Joy’ yang terasa nyata saat berkendara agresif.
Salah satu fitur unggulan iX3 adalah sistem infotainment Panoramic iDrive yang menampilkan layar memenuhi bagian bawah kaca depan. Layar ini berisi widget yang dapat dikonfigurasi untuk menampilkan cuaca, ketinggian, koneksi Bluetooth, dan informasi lainnya. Saat mode navigasi aktif, seluruh layar Panoramic terisi peta baru BMW yang sangat stylish, sementara layar sentuh tengah bebas digunakan untuk pengaturan kendaraan atau hiburan. Tersedia juga head-up display untuk petunjuk navigasi yang lebih detail.
Asisten suara AI BMW yang diperkenalkan di CES 2026 juga bekerja dengan baik di jalan raya. Menariknya, tombol haptic di setir dinilai agak merepotkan, sehingga pengemudi lebih sering menggunakan perintah “Hey BMW” untuk menyesuaikan berbagai pengaturan.
Volvo EX60: Fokus pada Kenyamanan
Volvo EX60 mengambil pendekatan berbeda dengan fokus utama pada kenyamanan maksimal bagi seluruh penumpang. Kabinnya terang dan lapang, dengan kursi yang suportif dan sangat nyaman, bahkan disebut sebagai salah satu kursi terbaik yang pernah dirasakan jurnalis tersebut.

EX60 tersedia dalam tiga level trim. Level entry-level adalah single-motor P6, sementara varian P10 yang diuji memiliki all-wheel drive dan baterai 95 kWh dengan jangkauan 410 mil atau sekitar 660 kilometer. Pada akhir tahun ini, Volvo akan memperkenalkan model P12 AWD dengan baterai 117 kWh yang mampu menempuh 503 mil dalam sekali pengisian daya. Harga EX60 berkisar antara £57.000 hingga £70.000, menempatkannya sebagai pesaing langsung BMW iX3 dan Mercedes GLC Electric terbaru.
Dari sisi teknologi, Volvo memilih pendekatan yang lebih sederhana dengan layar sentuh lanskap berukuran besar yang mengontrol sebagian besar fungsi, termasuk beberapa kontrol kabin. Meskipun beberapa orang mungkin merasa frustrasi, sistem operasi Volvo dinilai sangat mudah dinavigasi dengan bar kontekstual yang menampilkan pengaturan paling penting agar mudah dijangkau pengemudi.
EX60 juga menjadi kendaraan pertama yang dijual dengan asisten AI Gemini dari Google yang tertanam langsung. Meskipun Volvo mengakui fitur ini masih dalam pengembangan, asisten AI tersebut mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan mudah selama uji jalan. Ke depannya, Gemini akan terhubung ke aplikasi lain seperti Google Drive dan Gmail untuk meningkatkan produktivitas selama perjalanan jauh.
Fitur pertama lainnya termasuk kursi listrik yang dapat disetel sebagai standar di seluruh varian, serta sabuk pengaman adaptif pertama di dunia. Menggunakan sensor di kabin dan kursi, semua sabuk pengaman akan secara otomatis menyesuaikan ketegangan yang diterapkan saat terjadi kecelakaan berdasarkan ukuran dan berat penumpang untuk menghindari cedera yang tidak perlu dalam tabrakan kecepatan rendah.
Baca Juga:
Kedua kendaraan ini berhasil mengesankan jurnalis TechRadar karena kombinasi kenyamanan, performa, hasil akhir premium, dan teknologi yang ditawarkan. Namun yang paling menonjol adalah kombinasi paket baterai besar dan efisiensi luar biasa yang memungkinkan dua perjalanan darat dilakukan tanpa khawatir merencanakan pemberhentian pengisian atau mencari outlet di daerah pedesaan.
Sebagai perbandingan, keluarga Poultney memiliki Kia EV6 yang baru berusia beberapa tahun namun hanya mampu menempuh sekitar 260 mil dalam sekali pengisian daya, sehingga sering kali harus memperhitungkan istirahat atau memutar rute. Hal ini tidak terjadi dengan EX60 dan iX3.
Kedua mobil ini dinilai menjadi kendaraan liburan keluarga yang sempurna. Sangat nyaman, cepat saat dibutuhkan, dipenuhi teknologi terhubung, dan senyap. Hal ini membuktikan bahwa memulai dari nol, membangun platform khusus, dan menghaluskan masalah-masalah EV adalah cara terbaik untuk membungkam para skeptis. EV tidak harus melibatkan kompromi, bahkan ketika tujuannya berjarak ratusan mil jauhnya.
Perkembangan pesat industri otomotif listrik global ini juga menarik untuk dicermati, terutama bagaimana pabrikan-pabrikan besar berinovasi untuk memenangkan persaingan pasar yang semakin ketat.





Komentar
Belum ada komentar.