Telset.id – Armada Robotaxi Tesla di Austin akhirnya beroperasi sepenuhnya tanpa pengemudi. Informasi ini muncul dari laporan The Verge, bukan dari Elon Musk atau Tesla, sehingga dianggap lebih kredibel. Seluruh kendaraan Robotaxi di kota tersebut kini berjalan secara otonom, menandai tonggak penting bagi perusahaan.
Kabar ini datang berbulan-bulan setelah Elon Musk mengumumkan bahwa Robotaxi telah mulai beroperasi tanpa pengawas keselamatan manusia. Musk juga sebelumnya menyatakan bahwa seluruh armada akan menghapus pengemudi keselamatan pada akhir 2025. Meskipun terlambat dari jadwal, perkembangan ini akhirnya terwujud.
Data yang dikumpulkan oleh aplikasi web crowdsourced bernama Robotaxi Tracker menunjukkan bahwa semua 170 perjalanan Robotaxi Tesla di Austin yang dipantau dalam dua minggu terakhir berjalan tanpa pengawasan. Ini melibatkan 54 kendaraan berbeda. Ethan McKanna, pembuat situs tersebut, mengungkapkan hal ini kepada The Verge, dan klaimnya diperkuat oleh unggahan di media sosial.
McKanna juga mencatat peningkatan perjalanan Robotaxi tanpa pengawasan di kota lain seperti Dallas dan Houston. Ini merupakan perubahan besar dari awal musim panas lalu, ketika armada tanpa pengawasan justru tampak menyusut. Aplikasi tersebut menunjukkan hanya 28 kendaraan tanpa pengawasan di enam pasar hingga pekan lalu.
Perkembangan ini terjadi menjelang peluncuran Tesla Cybercab. Perusahaan telah memberi tahu karyawannya bahwa mereka bersiap untuk rilis bulan ini, dengan peluncuran awal di Austin. Tesla juga mengumumkan kontes di mana sejumlah penumpang Robotaxi beruntung akan dipilih untuk menghadiri acara tersebut, meskipun tanggalnya belum diumumkan secara publik.

Cybercab adalah kendaraan otonom yang dirancang khusus oleh Tesla, bahkan tidak memiliki pedal atau roda kemudi. Ini berarti kendaraan tersebut tidak mungkin diawasi oleh manusia. Kehadiran Cybercab yang akan segera meluncur menjadi alasan mengapa peningkatan armada otonom ini menjadi signifikan.
Namun, perlu dicatat bahwa Tesla tidak sepenuhnya bersih dari praktik menyesatkan. Awal tahun ini terungkap bahwa beberapa perjalanan Robotaxi yang tampak tanpa pengawasan sebenarnya terhubung dengan pengemudi manusia jarak jauh. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menggunakan “smoke and mirrors” dalam hal semacam ini.
Meskipun peningkatan perjalanan otonom ini menjadi tonggak penting bagi Tesla, angka tersebut masih kecil dibandingkan industri secara keseluruhan. Waymo, misalnya, mengoperasikan lebih dari 300 kendaraan tanpa pengemudi di Austin, dengan sekitar 4.000 kendaraan beroperasi di berbagai kota lain.
Baca Juga:
Kredibilitas Data Robotaxi Tracker
Sumber utama kabar ini bukanlah pernyataan resmi dari Tesla, melainkan aplikasi crowdsourced Robotaxi Tracker. Ethan McKanna, sang pembuat aplikasi, mengumpulkan data dari pengguna yang melaporkan perjalanan Robotaxi yang mereka lihat atau alami. Data dari 170 perjalanan dalam dua pekan terakhir menunjukkan 54 kendaraan berbeda beroperasi tanpa pengawasan.
Informasi ini juga diperkuat oleh unggahan media sosial. Sebuah foto yang diunggah oleh pengguna Twitter @WorldlyReviewer menunjukkan plat nomor Robotaxi Tesla baru di Austin dengan keterangan bahwa itu adalah kendaraan tanpa pengawasan ke-94. Koroborasi dari berbagai sumber ini memberikan kepercayaan lebih pada data yang dikumpulkan.
Meski demikian, perlu diingat bahwa Tesla pernah tertangkap menggunakan trik. Sebelumnya terungkap bahwa beberapa perjalanan yang tampak otonom sebenarnya dikendalikan oleh pengemudi jarak jauh. Ini menjadi catatan penting dalam menilai klaim otonomi penuh dari Tesla.
Menjelang Peluncuran Cybercab
Waktu pengumuman ini sangat strategis, bertepatan dengan persiapan peluncuran Tesla Cybercab. Perusahaan dikabarkan akan merilis kendaraan tersebut bulan ini dengan pasar perdana di Austin. Cybercab merupakan kendaraan otonom khusus yang tidak memiliki pedal maupun roda kemudi, sehingga mustahil untuk diawasi manusia.
Tesla juga mengadakan kontes di mana penumpang Robotaxi beruntung akan dipilih untuk menghadiri acara peluncuran. Namun, tanggal pasti acara tersebut belum diumumkan secara publik. Peluncuran Cybercab ini menjadi momen penting yang mungkin menjelaskan mengapa Tesla akhirnya mendorong armada Robotaxi untuk beroperasi penuh tanpa pengemudi.
Perlu dicatat bahwa meskipun ini menjadi pencapaian bagi Tesla, secara industri angka ini masih kecil. Waymo telah mengoperasikan lebih dari 300 kendaraan tanpa pengemudi di Austin dan sekitar 4.000 kendaraan di berbagai kota lain. Ini menunjukkan bahwa Tesla masih tertinggal dalam hal skala operasi kendaraan otonom.
Bagi pengguna di Austin, kehadiran Robotaxi tanpa pengemudi ini bisa menjadi pengalaman baru dalam transportasi sehari-hari. Namun, mengingat catatan Tesla yang pernah menggunakan pengemudi jarak jauh, pengguna tetap perlu waspada dan memahami bahwa teknologi otonom masih dalam tahap pengembangan.





Komentar
Belum ada komentar.