Telset.id – New Jersey mengusulkan undang-undang yang mewajibkan kendaraan otonom niaga menggunakan tiga jenis sensor, bukan hanya kamera. Regulasi ini secara langsung mengancam rencana Tesla untuk mengoperasikan Robotaxi dan Cybercab di negara bagian tersebut.
RUU yang diajukan oleh Senator Andrew Zwicker ini menetapkan standar teknis ketat bagi perusahaan yang ingin menjalankan layanan komersial tanpa pengemudi. Jika disahkan, operator harus memasang kamera plus dua jenis sensor tambahan, seperti radar dan Lidar. Aturan ini menjadi hambatan besar karena Tesla hanya mengandalkan sistem berbasis kamera untuk teknologi otonomnya.
Baca Juga:
Latar Belakang dan Motivasi Regulasi
Senator Zwicker, yang berlatar belakang fisikawan, merancang aturan ini setelah mencoba kendaraan Waymo di Phoenix, Arizona. Ia mengakui potensi sistem otonom mengurangi kecelakaan lalu lintas, namun menekankan perlunya pengawasan ketat. New Jersey merupakan negara bagian terpadat di AS, menjadikan keselamatan sebagai isu sensitif. Zwicker menilai data belum mendukung klaim bahwa satu jenis sensor plus perangkat lunak cukup menangani situasi jalan kompleks.
Perdebatan ini menyoroti perbedaan pendekatan antara Tesla dan kompetitor. Sebagian besar pengembang sistem otonom menggunakan tiga alat: kamera, radar, dan Lidar. Kamera memberikan gambar berwarna detail untuk membaca rambu dan marka jalan, namun silau dan hujan lebat bisa mengganggu. Radar melacak jarak dan kecepatan objek menggunakan gelombang radio yang menembus kabut dan hujan. Lidar menggunakan laser berputar untuk membangun peta tiga dimensi presisi tinggi. Kombinasi ketiganya menciptakan jaring pengaman data yang saling melengkapi.
Dampak Langsung pada Tesla
Tesla membangun sistem otonomnya dengan pendekatan kamera saja. CEO Elon Musk menolak multi-sensor, mengklaim penambahan sensor justru mengurangi keamanan karena data yang saling bertentangan. Musk juga berdalih manusia mengemudi hanya dengan penglihatan, sehingga perangkat lunak canggih seharusnya bisa melakukan hal sama. Menghilangkan radar dan Lidar membantu Tesla menekan biaya produksi, memudahkan pembuatan mobil listrik terjangkau.
Namun, kritikus seperti profesor teknik Carnegie Mellon, Philip Koopman, berpendapat teknologi kamera saja belum siap digunakan di jalan umum sepanjang waktu, terutama di iklim menantang. Data menunjukkan kesenjangan antara ambisi Tesla dan realitas industri. Waymo mengoperasikan lebih dari 3.500 kendaraan otonom di 11 wilayah metropolitan AS, sementara Tesla hanya memiliki segelintir kendaraan uji coba tanpa pengawas di Texas.
Musk pernah berjanji ratusan ribu EV Tesla otonom akan beroperasi pada akhir 2026, namun target itu sulit tercapai. Koopman mencatat bahwa armada uji kecil menyembunyikan cacat rekayasa. Saat armada tumbuh dari 100 menjadi 10.000 kendaraan, anomali jalan langka dan berbahaya akan lebih sering terjadi.
Koopman juga mendukung aturan yang mewajibkan kontrol tradisional seperti setir dan pedal. Aturan ini akan mengecualikan Tesla Cybercab yang tanpa kontrol fisik, menyulitkan petugas darurat memindahkan mobil mogok. Shua Sanchez, direktur kampanye nasional SAVE-US, setuju pelacakan perangkat keras fisik adalah pengaman vital.
Baca Juga: Tesla Buka Gigafactory untuk Startup
## Respons dan Lobi Tesla
Tesla melawan RUU New Jersey melalui lobi intensif. Perusahaan mengirim pesan langsung ke pemilik kendaraan lokal, memperingatkan bahwa undang-undang itu akan melarang Tesla dari pasar negara bagian. Pesan ini memicu sekitar 4.000 email protes ke kantor Senator Zwicker dalam sehari. Banyak pemilik khawatir negara bagian akan menonaktifkan fitur bantuan pengemudi standar mereka.
Zwicker mengklarifikasi bahwa RUU hanya menargetkan armada komersial tanpa pengemudi. Aturan itu tidak memengaruhi fitur keselamatan konsumen seperti Autopilot atau Full Self-Driving yang masih membutuhkan pengemudi berlisensi untuk memantau kendaraan.
## Kesenjangan Regulasi Nasional
Semua pertikaian ini mengungkap celah besar dalam pengelolaan EV otonom oleh pemerintah AS. Kongres AS telah berdebat selama bertahun-tahun tentang pedoman nasional, namun belum ada kerangka hukum yang terwujud. Akibatnya, masing-masing negara bagian menciptakan regulasi sendiri yang tidak seragam. California membutuhkan laporan keselamatan detail dan izin pengujian ketat, sementara Texas, Arizona, dan Georgia mengizinkan perusahaan melakukan sertifikasi mandiri dengan pengawasan minimal.
Mandat perangkat keras New Jersey merupakan perubahan baru karena berfokus pada cara pabrik memproduksi mobil, bukan hanya perilaku kendaraan di jalan. Regulasi ini bisa menjadi preseden bagi negara bagian lain, termasuk New York yang sedang mempertimbangkan mandat serupa.
Baca Juga: BMW iX4 2027 Tertangkap Kamera
## Implikasi Masa Depan
Jika RUU New Jersey disahkan, Tesla harus mengubah perangkat keras Cybercab jika ingin beroperasi di negara bagian tersebut. Ini bisa menghambat rencana ekspansi Robotaxi Tesla. Sementara itu, pendekatan multi-sensor Waymo dan Zoox justru akan diuntungkan karena sudah memenuhi persyaratan.
Profesor Koopman menekankan bahwa pengujian ketat dan aturan perangkat keras adalah langkah penting sebelum teknologi otonom benar-benar aman digunakan secara luas. Ia juga menyoroti pentingnya mempertahankan kontrol manual sebagai cadangan.





Komentar
Belum ada komentar.