Telset.id – Volvo kembali memangkas lini mobil listriknya di pasar Amerika Serikat. Kali ini giliran EX40—yang awalnya dikenal sebagai XC40 Recharge—yang resmi dipensiunkan dari lineup Negeri Paman Sam. Keputusan ini menegaskan bahwa Volvo sedang merapikan portofolio EV-nya di AS, meski model yang sama justru tetap hidup di Eropa lewat facelift terbaru.
EX40 bukan sembarang model. Ia adalah mobil listrik massal pertama Volvo, memulai debutnya sebagai XC40 Recharge pada 2019. Kini, di Eropa, model tersebut masih dijual berdampingan dengan EC40 setelah mendapat penyegaran wajah. Namun di AS, jalannya sudah berakhir. Sebelumnya, EC40 yang berkonsep coupe sudah lebih dulu dihentikan setelah model year 2025. Kini EX40 menyusul, melengkapi daftar model yang tak lagi dijual di AS bersama EX30 yang juga sudah disingkirkan dari entry-level.
Dampaknya jelas: EX60 bakal menjadi EV entry-level de facto Volvo di AS. Namun dealer tidak perlu menunggu terlalu lama untuk model listrik yang benar-benar baru. Pabrikan asal Swedia itu tengah menyiapkan mobil yang jauh lebih modern untuk menggantikan ketiga EV yang dihentikan tersebut.
EX50: Penerus Ketiga Model yang Dihentikan
Menurut laporan Automotive News, model baru tersebut akan bernama EX50. Mobil ini akan dibangun di atas platform SPA3, fondasi yang sama dengan EX60—model yang disebut-sebut sangat mumpuni dan populer. Dengan basis modern itu, EX50 diharapkan menawarkan kemampuan over-the-air (OTA) yang sesungguhnya, kecepatan pengisian daya lebih tinggi, serta jarak tempuh yang lebih jauh.
Crossover entry-level ini diprediksi tiba di AS pada akhir 2027 dengan harga awal di bawah US$50.000. Angka itu memang tidak bisa dibilang murah. Meski demikian, EX50 tetap lebih terjangkau dibanding EX40 model 2026 yang dibanderol mulai dari lebih US$56.000. Bagi konsumen yang menanti teknologi kelistrikan terbaru, kemampuan OTA penuh ini senada dengan yang sudah diterapkan pada Pembaruan OTA Terbaru di jajaran Volvo.
Eropa Dapat Facelift, EX40 Tetap Hidup
Di Eropa, EX40 dan EC40 yang sudah berumur justru mendapat sentuhan desain eksterior moderat. Perubahannya mencakup lampu LED baru di depan dan belakang, bumper yang didesain ulang, tailgate baru untuk EX40, serta gril depan yang diperbarui. Langkah ini memastikan kedua model tetap relevan di pasar Eropa meski di AS sudah tamat riwayatnya.
Bagian interior tidak ketinggalan. Layar sentuh infotainment tengah berukuran 11,2 inci yang lebih besar dan lebih tajam kini hadir sebagai standar. Layar ini mengintegrasikan asisten suara bertenaga AI Gemini terbaru dari Google. Ada pula pengisi daya ponsel nirkabel yang diperbarui, serta opsi upholstery dan dekorasi premium baru.
Dari sisi keselamatan, EX40 dan EC40 versi Eropa mendapatkan radar depan dan sudut baru, kamera depan baru, 12 sensor ultrasonik baru, serta kamera parkir baru. Semua fitur ini merupakan bagian dari platform perangkat lunak dan sensor anyar yang mengaktifkan sejumlah fungsi keselamatan baru dan yang ditingkatkan. Salah satunya adalah Door Opening Alert, yang memperingatkan penumpang tentang keberadaan pesepeda dan pengguna jalan lain sebelum membuka pintu ke arah lalu lintas yang melintas.
Fitur Pilot Assist opsional kini dapat melakukan perpindahan jalur dan mengikuti kendaraan di depan dengan lebih mulus. Sementara kamera 360 derajat yang tersedia menambahkan tampilan 3D yang seharusnya mempermudah proses parkir. Menariknya, semua peningkatan ini juga akan hadir pada Volvo XC40 bermesin bensin model 2028 yang akan dijual di AS. Pendekatan keselamatan ini sejalan dengan upaya Volvo yang sebelumnya memperkenalkan Aplikasi Safety Coach untuk menekan risiko berkendara.
Baca Juga:
Pilihan Baterai dan Jarak Tempuh
Di balik bodinya, EX40 versi facelift tersedia dengan penggerak roda belakang atau dual-motor all-wheel drive, plus pilihan tiga paket baterai yang menurut laporan tidak sepenuhnya masuk akal secara positioning. Varian P4 Long Range, P5 Long Range, P8 AWD, dan P8 Performance AWD menggunakan paket 79 kilowatt-jam (usable) yang dapat diisi cepat hingga 205 kilowatt.
Kemudian ada P5, yang memiliki dua opsi baterai: paket 66 kWh yang menerima pengisian hingga 135 kW, dan versi 67 kWh yang mampu menyerap hingga 180 kW. Model dengan jarak tempuh terpendek adalah yang memakai baterai berkapasitas paling kecil, mampu menempuh 270 hingga 292 mil (435-471 kilometer) dalam sekali pengisian penuh pada siklus gabungan WLTP.
Adapun model dengan jarak tempuh terjauh adalah P5 Long Range, yang menembus 356 mil (576 km) pada siklus WLTP. Angka-angka ini menempatkan EX40 sebagai crossover listrik yang kompetitif di Eropa, meski keberadaannya di AS harus berakhir lebih cepat dari yang mungkin diharapkan sebagian penggemar.
Keputusan menghentikan EX40, EC40, dan EX30 di AS sekaligus menegaskan arah baru Volvo. Perusahaan tidak sekadar mengurangi jumlah model, tetapi menggantinya dengan satu kendaraan yang dibangun dari awal di atas platform SPA3. Strategi ini mencerminkan pergeseran dari pendekatan bertahap ke pendekatan yang lebih terpusat pada satu produk unggulan. Bagi pasar Eropa, EX40 dan EC40 tetap menjadi penopang penjualan listrik Volvo dengan pembaruan berkala. Sementara bagi AS, EX50 adalah taruhan besar yang akan menentukan posisi Volvo di segmen crossover listrik entry-level pada 2027.





Komentar
Belum ada komentar.