📑 Daftar Isi

Infrastruktur server World of Warcraft: Forever dengan 3.924 virtual machine dan 251 TB memori

Blizzard Pakai 3.924 VM demi Peluncuran Mulus WoW: Forever

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Blizzard pakai 3.924 virtual machine, 70.480 CPU core, dan 251 TB memori untuk WoW: Forever
  • Setara 18 core dan 64 GB memori per instance
  • Dibanding 2009, core 6% lebih sedikit tapi memori 2,2 kali lebih besar
  • Estimasi biaya minimal US$15 juta untuk sepuluh rak server 42U
  • Microsoft sebagai pemilik berpeluang manfaatkan Azure

Telset.id – Blizzard menyiapkan infrastruktur komputasi besar untuk memastikan peluncuran World of Warcraft: Forever berjalan mulus. Perusahaan menggelar 3.924 virtual machine dengan total 70.480 CPU core dan memori mencapai 251.136 GB atau 251 TB. Langkah ini menjadi kunci di balik salah satu peluncuran paling lancar dalam sejarah Blizzard.

Skala infrastruktur tersebut mendapat pujian dari media dan pemain. World of Warcraft: Forever memang menuntut daya komputasi besar, dan Blizzard memilih menambah kapasitas secara agresif ketimbang mengandalkan perangkat lama. Angka 3.924 virtual machine itu setara 18 core dan 64 GB memori per instance. Blizzard juga dimungkinkan memakai campuran node 16-core dan 32-core dengan memori sedikit lebih rendah.

Jika diterjemahkan ke ukuran konsumen, kapasitas tersebut kurang lebih setara 8.810 prosesor mainstream atau 7.848 sistem gaming kelas atas dengan memori 32 GB masing-masing. Perbandingan ini memberi gambaran betapa besarnya sumber daya yang dialokasikan untuk satu peluncuran game.

Perbandingan dengan Infrastruktur 2009

Pada 2009, Blizzard menyebut memakai 10 data center di seluruh dunia untuk meng-host World of Warcraft. Saat itu infrastrukturnya mencakup 13.250 server blade dengan total 75.000 CPU core dan memori 112,5 TB. Dibandingkan World of Warcraft: Forever, jumlah CPU core kini sekitar 6% lebih sedikit, tetapi memori yang dipakai 2,2 kali lebih besar.

Prosesor modern jauh lebih cepat dibanding chip 17 tahun lalu. Dengan standar saat ini, titik kendala justru ada pada kapasitas dan bandwidth memori. Itulah sebabnya infrastruktur bisa berjalan dengan core lebih sedikit namun memori lebih dari dua kali lipat sebagai kompensasi.

World of Warcraft: Forever

Blizzard tidak merinci perangkat keras persis yang dipakai World of Warcraft: Forever. Namun jika spesifikasi core diterjemahkan ke chip AMD EPYC 128-core Bergamo atau 96-core Genoa, kebutuhannya berkisar antara 275 hingga 365 node server 2U, tergantung prosesor yang dipilih. Artinya, World of Warcraft: Forever bisa berjalan hanya di delapan sampai sepuluh rak server 42U, sebuah peningkatan yang signifikan dibanding 17 tahun lalu.

Estimasi Biaya dan Peran Azure

Blizzard seharusnya tidak kesulitan membangun infrastruktur untuk World of Warcraft: Forever. Estimasi kasar untuk sekitar sepuluh rak server 42U dengan chip EPYC setidaknya mencapai US$15 juta, bahkan dengan harga memori saat ini. Namun karena Microsoft kini memiliki Blizzard, perusahaan berpeluang memanfaatkan platform Azure milik induknya. Secara teknis komputasi itu tidak gratis, tetapi Blizzard bisa memperoleh harga biaya dan alokasi kapasitas Azure yang diprioritaskan.

An orc in purple robes stands beside a glowing totem on a street in Orgrimmar

World of Warcraft: Forever menunjukkan bahwa peluncuran berskala besar tidak harus berakhir sebagai mimpi buruk bila perusahaan bersedia berinvestasi pada infrastruktur komputasi. Dalam kasus ini, banyak pihak menilai Blizzard memanfaatkan 251 TB memori dengan tepat. Langkah tersebut juga sejalan dengan sejumlah keputusan desain game yang belakangan diumumkan Blizzard, termasuk sikap perusahaan soal Class WoW: Forever yang tidak dimodernisasi.

Selain itu, Blizzard turut membela Skyborne, Race Elf baru sebagai upaya menjaga balance populasi. Keputusan-keputusan ini memperlihatkan bahwa peluncuran World of Warcraft: Forever tidak hanya soal kesiapan server, tetapi juga arah desain yang dipegang perusahaan.

AMD Threadripper Halo Station at IFA 2026.

Sebagai konteks industri, kebutuhan komputasi besar seperti ini bukan hal asing di pasar hardware. AMD, misalnya, memperkenalkan Threadripper Halo Station, workstation AI dengan 96 core dan dua akselerator MI350P berpendingin cair. Perangkat kelas ini menunjukkan bagaimana kapasitas core dan memori menjadi faktor penting dalam beban kerja modern.

Di sisi lain, Blizzard bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi tantangan beban kerja berat. Gears of War E-Day disebut sebagai game Unreal Engine 5 yang tidak biasa karena sangat berat di CPU. Contoh-contoh ini menegaskan bahwa investasi infrastruktur menjadi pembeda antara peluncuran yang mulus dan peluncuran yang bermasalah.

Dengan 3.924 virtual machine, 70.480 CPU core, dan 251 TB memori, World of Warcraft: Forever menjadi bukti konkret bahwa kesiapan teknis di balik layar menentukan pengalaman pemain sejak hari pertama. Blizzard memilih menanggung biaya besar demi hasil peluncuran yang dinilai sukses.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.