📑 Daftar Isi

Ilustrasi 2026 Epic AI MegaJam dengan deretan game di Epic Games Store

Epic AI MegaJam 2026 Tawarkan Rp1 Miliar untuk Vibe Coding

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • 2026 Epic AI MegaJam digelar 12-15 November 2026, sendiri atau tim maksimal lima orang
  • Peserta memakai Unreal Engine atau UEFN dan boleh membawa AI agents tanpa batas
  • Hadiah tunai reguler total 65.000 dolar AS, juara pertama tiap kategori 7.500 dolar AS
  • Development Continuation Grants hingga 50.000 dolar AS untuk entri menonjol
  • AI tidak wajib, tetapi event ini jelas mendorong eksperimen vibe coding

Telset.id – Epic Games resmi mengumumkan 2026 Epic AI MegaJam, ajang game jam yang mendorong peserta memanfaatkan AI sebanyak mungkin dalam waktu singkat. Event ini berlangsung pada 12 hingga 15 November 2026, dan peserta bisa bekerja sendiri atau dalam tim berisi maksimal lima orang. Mereka dapat membangun game menggunakan Unreal Engine atau Unreal Editor for Fortnite (UEFN), serta membawa “sebanyak apa pun AI agents yang diinginkan.”

Epic secara eksplisit mendorong penggunaan coding agents, aset hasil AI, alat audio, alat penulisan, dan sistem AI lainnya. Halaman resmi event bahkan menuliskan slogan “Vibe your way to $50k.” Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Unreal Engine pada 22 Oktober 2026, menandai langkah Epic yang semakin serius mendorong adopsi AI di kalangan pengembang game.

Fokus pada AI ini bukan tanpa alasan. Epic memang tengah mengarahkan ekosistemnya ke integrasi AI yang lebih dalam, sejalan dengan langkah perusahaan merilis Epic Games Launcher yang dikembangkan lewat pendekatan vibe coding.

Hadiah Total dan Kategori Kompetisi

Epic menyiapkan total hadiah tunai reguler sebesar 65.000 dolar AS atau sekitar Rp1 miliar yang tersebar di berbagai kategori. Game Unreal Engine terbaik, game UEFN terbaik, dan proyek pelajar terbaik masing-masing mendapatkan 7.500 dolar AS untuk juara pertama, disertai hadiah juara kedua dan ketiga yang lebih kecil.

Kategori lain memberi penghargaan untuk pengembang solo terbaik, tim terbaik, game mobile terbaik, visual terbaik, dev log terbaik, hingga proyek UEFN berbasis narasi yang menggunakan NPC bertenaga LLM. Struktur hadiah ini menunjukkan Epic ingin menguji AI di berbagai aspek pengembangan game, bukan hanya dari sisi kode.

Selain hadiah tunai reguler, entri Unreal Engine dan UEFN yang menonjol berpeluang menerima Development Continuation Grants hingga 50.000 dolar AS. Tersedia pula grant tambahan sebesar 25.000 dolar AS dan 10.000 dolar AS di bawah penghargaan utama pada masing-masing track.

Panduan persiapan resmi dari Epic meminta pengembang menyiapkan coding agents dan alat Model Context Protocol (MCP) sebelum kickoff. Alasannya sederhana: mengonfigurasi perangkat tersebut di tengah jam akan membuang waktu membangun game yang sangat berharga.

Penilaian dan Anjuran soal AI

Epic menyatakan bahwa juri akan menilai entri berdasarkan inovasi, gameplay, visual, desain level, audio, dan apakah game yang dihasilkan benar-benar menyenangkan untuk dimainkan. Artinya, meski AI didorong, kualitas permainan tetap menjadi tolok ukur utama.

Menariknya, FAQ MegaJam menegaskan bahwa penggunaan AI sebenarnya tidak wajib. Pengembang bisa berpartisipasi tanpa AI. Namun, ketika event ini dinamai AI MegaJam, meminta peserta membawa agen tanpa batas, dan mengusung slogan “Vibe your way to $50k,” arah eksperimen Epic terlihat jelas.

Langkah ini juga sejalan dengan tren internal Epic. Unreal Engine 5.8 memperkenalkan plugin MCP eksperimental yang memungkinkan model bahasa berinteraksi dengan sistem engine, dan Epic telah menyebut integrasi AI yang lebih dalam sebagai bagian dari masa depan Unreal Engine. Sebelumnya, Epic juga sempat menyoroti Aturan Baru Apple terkait kepatuhan terhadap DMA, memperlihatkan posisi perusahaan yang vokal soal ekosistem terbuka.

games on epic store

Di sisi lain, ajang ini hadir di tengah kecemasan industri game terhadap AI yang terus tumbuh. Riset industri yang dilaporkan tahun ini menunjukkan 52 persen profesional game memandang generative AI secara negatif, meski adopsinya terus meningkat. Vibe coding juga disebut berkontribusi pada lonjakan besar jumlah rilis game baru, tanpa tentu menghasilkan game yang lebih baik.

Bagi pengembang yang ingin menguji pendekatan baru, event ini memberi ruang untuk mengubah ide menjadi sesuatu yang bisa dimainkan dalam satu akhir pekan. Seseorang tanpa tim besar pun berpotensi menghasilkan karya yang layak dinilai, selama ia menyiapkan alat AI-nya sejak awal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.