📑 Daftar Isi

Helen Chiang, COO pertama Xbox, meninggalkan Microsoft setelah menjabat beberapa bulan

Helen Chiang Mendadak Mundur dari Jabatan COO Xbox

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Helen Chiang meninggalkan Microsoft hari ini setelah menjabat COO pertama Xbox hanya beberapa bulan
  • Posisi COO Xbox baru dibentuk Juli 2025 sebagai bagian dari "reset" besar Xbox
  • CEO Xbox Asha Sharma mengumumkan kepergian lewat memo singkat
  • Tanggung jawab Chiang sementara dibagi ke pemimpin Xbox lain, posisi COO belum dihapus
  • Alasan kepergian belum jelas, Microsoft menolak berkomentar soal personel
  • Kepergian terjadi di tengah rumor PHK tambahan Xbox pada November dan Januari

Telset.id – Helen Chiang resmi meninggalkan Microsoft hari ini, Selasa, setelah menjabat sebagai chief operating officer (COO) pertama Xbox hanya beberapa bulan. Kabar kepergian Chiang tertuang dalam memo internal Xbox yang dilihat The Verge. Posisi COO Xbox sendiri baru diciptakan pada Juli 2025 sebagai bagian dari “reset” besar yang diumumkan CEO Xbox Asha Sharma.

Kepergian Chiang terbilang mendadak. CEO Xbox Asha Sharma menyampaikan pengumuman itu lewat memo yang sangat singkat pada hari yang sama. “Helen Chiang is leaving Microsoft today. I’m grateful for her years of service and wish her well,” ujar Sharma, dikutip dari memo tersebut. Chiang sendiri telah menghabiskan 21 tahun karier di Microsoft, dengan posisi terakhir sebelum promosi sebagai kepala Minecraft.

Tanggung jawab Chiang kini dibagi ke sejumlah pemimpin Xbox lainnya untuk sementara waktu. Sharma menyebut pihaknya akan memberikan keterangan lebih lanjut soal kepemimpinan COO setelah rencana final rampung. “We’ll share more on COO leadership as plans are finalized,” kata Sharma. Pernyataan itu mengindikasikan posisi COO tidak serta-merta dihapus meski baru beberapa bulan terbentuk.

Alasan di balik kepergian Chiang setelah masa jabatan yang singkat masih belum jelas. Microsoft juga menolak menjelaskan detail kondisi keluarnya Chiang. “We don’t discuss individual personnel matters,” ujar Kari Perez, Vice President of Communications Xbox. “We’re grateful for Helen’s years of service and wish her well,” tambahnya.

Posisi COO Baru Berdiri Juli 2025

Jabatan COO Xbox pertama kali diperkenalkan saat Chiang dipromosikan pada Juli 2025. Kala itu, Asha Sharma mendeskripsikan peran tersebut sebagai yang pertama di Xbox, “with end-to-end P&L responsibility across content, hardware, platform, and services.” Artinya, posisi ini memegang tanggung jawab laba-rugi menyeluruh di seluruh lini konten, perangkat keras, platform, dan layanan Xbox.

Chiang melapor langsung kepada Sharma. Promosinya disebut bertujuan “bring our businesses together under one operating model, making sure we make clear investment decisions, learn from our successes and failures, and hold ourselves accountable for results.” Peran COO menjadi bagian dari upaya konsolidasi bisnis Xbox di bawah satu model operasi.

Kepergian Chiang terjadi di tengah rumor bahwa Xbox tengah bersiap melakukan gelombang PHK tambahan. Menurut laporan, PHK tersebut dijadwalkan pada November dan Januari mendatang. Memo singkat dari Sharma, ditambah pembagian tanggung jawab Chiang ke pemimpin lain, memunculkan dugaan bahwa kepergian ini bukan sekadar pengunduran diri.

Dampak bagi Arah Bisnis Xbox

Pergantian di kursi COO menambah lapisan ketidakpastian bagi Xbox yang sedang menjalani fase transisi. Peran ini dirancang untuk menyatukan pengambilan keputusan investasi di seluruh konten, perangkat keras, platform, dan layanan. Dengan tanggung jawab yang kini dipecah sementara, konsolidasi yang dijanjikan lewat pembentukan posisi COO berpotensi tertunda.

Situasi ini juga bersinggungan dengan sejumlah inisiatif Xbox yang tengah berjalan. Di sisi layanan, Xbox tengah menguji coba skema cloud gaming berbayar tanpa langganan Game Pass. Di sisi perangkat, ada dorongan teknologi grafis lewat kehadiran FSR 4.1 di Xbox Series X/S serta rencana peluncuran perangkat genggam generasi baru.

Bagi pengguna di Indonesia, perubahan jajaran pimpinan Xbox ini relevan untuk mencermati arah strategi produk dan layanan ke depan. Sejumlah perangkat Xbox juga sudah hadir di pasar lokal, seperti ROG Xbox Ally X20 yang resmi dipasarkan di Tanah Air. Perubahan di level manajemen biasanya menjadi sinyal awal soal prioritas bisnis yang akan diambil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal siapa yang akan mengisi posisi COO Xbox secara permanen. Sharma hanya memastikan bahwa detail kepemimpinan akan dibagikan setelah rencana final. Yang jelas, kepergian Chiang menandai berakhirnya masa jabatan singkat COO pertama dalam sejarah Xbox, di tengah tekanan efisiensi dan rumor PHK yang membayangi divisi gaming Microsoft.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.