Telset.id – Microsoft kembali menaikkan harga jual konsol Xbox di kawasan Eropa dan Inggris dengan kenaikan yang jauh lebih dramatis dibanding pasar Amerika Serikat. Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis Juni lalu, harga Xbox Series X dan Series S di Eropa dan Inggris kini naik hingga lebih dari 43 persen, menjadikan konsol generasi terbaru ini sebagai yang mengalami kenaikan harga paling tajam di industri game.
Kenaikan harga ini merupakan respons langsung terhadap melonjaknya biaya produksi komponen RAM dan storage, yang terdorong oleh permintaan besar dari industri kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini memaksa Microsoft untuk menyesuaikan harga jual di berbagai pasar global, dan pasar Eropa serta Inggris menjadi yang paling terdampak dengan selisih kenaikan mencapai €200 atau £170 untuk beberapa varian.
Konsol Xbox Series X dengan disc drive kapasitas 1TB kini dibanderol £669.99 / €799.99, naik lebih dari 30 persen dari harga sebelumnya £499.99 / €599.99. Sementara itu, Xbox Series S varian 512GB mengalami kenaikan paling besar secara persentase, melonjak lebih dari 43 persen dari £299.99 / €349.99 menjadi £429.99 / €499.99.
Ini merupakan putaran kenaikan harga ketiga yang dilakukan Microsoft sejak Mei 2025. Jika ditelusuri lebih jauh, model tertinggi Xbox Series X kini dibanderol $300 lebih mahal dibanding harga peluncurannya di tahun 2020 yang hanya $499.99. Situasi ini menunjukkan betapa beratnya tekanan biaya produksi yang dihadapi Microsoft di tengah kelangkaan komponen global.
Daftar Lengkap Perubahan Harga Xbox di Eropa dan Inggris
Microsoft memberikan daftar lengkap perubahan harga untuk semua varian Xbox yang beredar di pasar Eropa dan Inggris. Berikut rincian lengkapnya:
- Xbox Series S 512GB: sebelumnya €349.99 / £299.99, kini menjadi €499.99 / £429.99
- Xbox Series S 1TB: sebelumnya €399.99 / £349.99, kini menjadi €599.99 / £519.99
- Xbox Series X Digital 1TB: sebelumnya €549.99 / £449.99, kini menjadi €749.99 / £619.99
- Xbox Series X Disc 1TB: sebelumnya €599.99 / £499.99, kini menjadi €799.99 / £669.99
Selain menaikkan harga, Microsoft juga dikabarkan menghentikan produksi varian Xbox Series X kapasitas 2TB. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menghadapi kelangkaan storage yang sedang melanda industri teknologi global.
Kenaikan harga yang terjadi secara beruntun ini tentu menjadi kabar buruk bagi para gamer di Eropa dan Inggris yang berencana membeli konsol baru. Namun, kondisi ini sebenarnya sudah bisa diprediksi mengingat tekanan biaya produksi yang terus meningkat akibat permintaan chip memori yang melonjak dari sektor AI.
Menariknya, kenaikan harga yang dilakukan Microsoft ini jauh lebih besar dibanding kompetitornya. Meskipun konsol lain juga mengalami penyesuaian harga akibat kenaikan biaya RAM dan storage, tidak ada yang sekorektif kenaikan yang diterapkan Microsoft pada lini produk Xbox-nya.
Kebijakan kenaikan harga ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Microsoft yang saat ini tengah berupaya kembali ke pertumbuhan setelah sebelumnya mengalami penurunan pendapatan. Sebelumnya, Microsoft juga sempat menghadapi penurunan pendapatan Xbox yang cukup signifikan, yang kemudian mendorong perusahaan untuk melakukan reset besar-besaran pada strategi bisnis konsolnya.
Bagi konsumen yang sudah terlanjur memiliki konsol Xbox, kenaikan harga ini tidak berdampak langsung. Namun, bagi mereka yang masih menimbang untuk membeli konsol baru, keputusan menjadi lebih berat mengingat harga yang terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi kelangkaan komponen yang mendorong kenaikan harga ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Permintaan chip memori dari industri AI yang terus meningkat membuat harga RAM dan storage tidak menunjukkan tanda-tanda akan turun dalam waktu dekat.
Microsoft sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah kenaikan harga ini akan berlaku juga di pasar Asia, termasuk Indonesia. Namun, melihat pola yang terjadi di pasar global, kemungkinan besar penyesuaian harga serupa juga akan diterapkan di berbagai negara lain.
Bagi para pengguna Xbox di Indonesia, situasi ini patut menjadi perhatian. Jika kebijakan kenaikan harga diterapkan juga di pasar domestik, maka harga konsol Xbox Series X dan Series S berpotensi naik signifikan dalam waktu dekat. Sementara itu, Microsoft juga sedang menghadapi berbagai tantangan operasional, termasuk insiden gangguan layanan Xbox yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Dengan kenaikan harga yang terjadi tiga kali sejak Mei 2025, total akumulasi kenaikan harga untuk konsol Xbox tertinggi kini mencapai $300 dari harga peluncuran. Angka ini menunjukkan betapa besarnya tekanan biaya yang dihadapi Microsoft, sekaligus menjadi sinyal bahwa era konsol dengan harga terjangkau mungkin akan segera berakhir.
Keputusan Microsoft untuk menaikkan harga di tengah persaingan ketat industri konsol ini merupakan langkah berani. Namun, dengan biaya produksi yang terus meningkat, perusahaan tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin keuntungan.
Ke depannya, para pengamat industri akan terus memantau apakah kebijakan harga baru ini akan berdampak pada pangsa pasar Xbox di Eropa dan Inggris, serta bagaimana respons kompetitor terhadap situasi ini.





Komentar
Belum ada komentar.