Koleksi case Team Fortress 2 milik Vincent Stech yang berjumlah 1,7 juta item

Pemain TF2 Kumpulkan 1,7 Juta Case Senilai Rp1,6 Miliar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Vincent Stech mengumpulkan 1,7 juta case TF2 senilai $100.000 sejak 2017
  • Strategi memanfaatkan perbedaan harga regional Steam untuk akumulasi massal
  • Menggunakan marketplace sebagai solusi keterbatasan slot inventaris
  • Koleksi mencakup 17% dari total case TF2 yang diketahui publik
  • Proses penjualan sudah dimulai dengan target selesai Oktober
  • Hasil penjualan akan digunakan untuk uang muka pembelian rumah

Telset.id – Seorang pemain Team Fortress 2 (TF2) bernama Vincent Stech berhasil mengumpulkan lebih dari 1,7 juta case dalam game selama hampir satu dekade, dengan estimasi nilai total mencapai $100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar. Koleksi masif ini kini tengah dijual dan proses transaksinya sudah dimulai, dengan target rampung sekitar bulan Oktober.

Stech mulai mengoleksi case TF2 sejak akhir 2017, bertepatan dengan update besar terakhir game buatan Valve tersebut. Awalnya, case-case ini tidak memiliki nilai signifikan karena banyak pemain justru membuangnya karena memenuhi slot inventaris. “Case TF2 tidak bernilai apa-apa. Orang-orang memberikannya secara gratis karena memakan slot inventaris,” ujar Stech kepada Tom’s Hardware.

Strategi yang digunakan Stech cukup unik. Ia memanfaatkan Steam Community Marketplace untuk menyiasati batas inventaris yang hanya sekitar 4.000 item per akun. Dengan memasang harga sangat tinggi pada case-case tersebut—yang kemungkinan besar tidak akan laku—Stech bisa menampung puluhan ribu item di marketplace, yang secara efektif melipatgandakan kapasitas penyimpanannya.

TF2

Seiring pertumbuhan inventarisnya, Stech mulai mengotomatisasi proses pengambilan item dan penerimaan trade menggunakan batch file sederhana. Titik balik terjadi ketika ia menemukan celah harga regional di Steam. “Di Venezuela dan Rubel Rusia, mata uang mereka sangat lemah dibanding dolar AS,” jelasnya. “Harga jual terendah item di Steam untuk kami adalah tiga sen, tapi untuk mereka hanya sepersepuluh sen.”

Stech kemudian menjalin kerja sama dengan seorang dokter di Venezuela yang membeli hampir semua case dari Steam Community Market dengan harga sangat rendah, lalu menjualnya kembali ke Stech dengan imbalan key. “Sebagian besar pendapatannya berasal dari uang case,” kata Stech. Untuk konteks, $50 setara dengan lebih dari 37.000 bolívares, mata uang resmi Venezuela.

Cash-out pertama Stech dari Steam adalah $50 saat usianya sekitar 16 tahun. Beberapa tahun kemudian, ia menarik $2.500 untuk membeli mobil pertamanya. Sekitar tiga tahun lalu, Stech berhenti mengoleksi case dan kini memutuskan menjual seluruh koleksinya.

Menjual koleksi sebesar ini bukan perkara mudah. Steam bisa bermasalah ketika trade terlalu besar, sehingga diperlukan ratusan transaksi di puluhan akun berbeda. Selain itu, Stech menguasai porsi signifikan dari total case yang diketahui publik. “Pada satu titik, saya menghitung memiliki sekitar 17% dari semua case TF2 yang diketahui publik,” ungkapnya. “Saya akan kesulitan menjualnya karena saya bagian besar dari pasar. Ini seperti Elon Musk yang tidak bisa langsung menjual banyak sahamnya.”

Backpack

Meski demikian, Stech telah menemukan pembeli yang ingin mengambil seluruh koleksinya. Proses penjualan sudah berjalan, dengan pembeli memiliki hak admin pada trade offer yang dikirim ke akun-akun Stech. “Opsi lain adalah membeli akun-akun tersebut, tapi kami tahu itu bisa menyebabkan ban, jadi kami tidak melakukannya,” jelas Stech.

Ia memperkirakan proses penjualan akan selesai sekitar Oktober. Rencananya, uang hasil penjualan akan digunakan sebagai uang muka pembelian rumah, melanjutkan pola yang sama ketika ia membeli mobil pertamanya dari hasil case TF2.

Team fortress 2 inventory

Fenomena ini menunjukkan bagaimana ekonomi dalam game Valve, termasuk Steam Update, telah berkembang melampaui batas platform. Situs seperti backpack.tf dan stntrading.eu memfasilitasi transaksi di luar Steam, memungkinkan pemain menggunakan material crafting dan key untuk jual-beli item. Ekosistem ini juga membuka peluang bagi komunitas gaming untuk mendapatkan penghasilan tambahan, meski praktik bot automation tetap melanggar Ketentuan Layanan Steam.

Kisah Stech menjadi contoh bagaimana pemahaman mendalam tentang mekanisme pasar dan kesabaran dalam jangka panjang bisa menghasilkan nilai finansial signifikan dari aset digital yang awalnya dianggap tidak berharga.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.