Telset.id – Harga jual GPU Nvidia generasi terbaru, RTX 50 series, dikabarkan mengalami lonjakan signifikan hingga nyaris dua kali lipat dari harga peluncuran aslinya. Kenaikan ini dipicu oleh pergeseran prioritas produksi Nvidia yang kini lebih berfokus pada segmen data center untuk kecerdasan buatan (AI), membuat konsumen gaming harus merogoh kocek lebih dalam.
Laporan terbaru yang bersumber dari pasar China menunjukkan bahwa harga RTX 5060 Ti diperkirakan mencapai sekitar $783, melonjak drastis dari harga peluncuran di angka $429. Sementara itu, RTX 5070 dan RTX 5070 Ti juga tak luput dari kenaikan, masing-masing diperkirakan dibanderol $973 dan $1.408. Padahal, kedua GPU tersebut awalnya diluncurkan dengan harga $549 dan $749.
Yang paling mencengangkan adalah lonjakan harga pada lini tertinggi. RTX 5080 yang semula dijual $999 saat peluncuran, kini dilaporkan meroket hingga sekitar $1.845. Adapun sang flagship RTX 5090 mengalami kenaikan paling ekstrem, dari harga $1.999 menjadi $3.843. Angka-angka ini tentu menjadi kabar buruk bagi para gamer yang tengah merencanakan upgrade atau membangun PC gaming baru.
Yang lebih memberatkan adalah fakta bahwa harga-harga tersebut merupakan harga dasar dari Nvidia. Kartu grafis dari mitra board partner (AIB) yang biasanya menawarkan sistem pendingin kustom atau pabrik overclock, dipastikan akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi lagi. Ini berarti biaya yang harus dikeluarkan konsumen bisa jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Akar masalah dari kenaikan harga ini bukanlah karena tingginya permintaan dari sektor gaming. Justru, pendorong utamanya adalah bisnis AI Nvidia yang sangat menguntungkan. Divisi data center Nvidia, yang menghasilkan pesanan dengan nilai tinggi, telah membuat kapasitas manufaktur GPU menjadi sumber daya yang langka dan lebih menguntungkan. Akibatnya, kartu grafis untuk konsumen gaming diperlakukan sebagai prioritas yang lebih rendah dalam alokasi produksi.
Situasi ini memaksa para gamer untuk berpikir ulang. Jika saat ini Anda masih memegang GPU generasi lama, mungkin ini saatnya untuk memperpanjang masa pakainya. Antara kenaikan harga konsol game dan kini GPU, hobi PC gaming semakin mendekati status sebagai hobi yang benar-benar mahal. Pada titik ini, membangun rig gaming bisa segera membutuhkan anggaran level enthusiast secara default.
Kekhawatiran lain muncul terkait respons kompetitor. Jika pola kenaikan harga ini berlanjut, AMD diprediksi akan mengikuti langkah Nvidia dengan kenaikan harga yang sebanding, alih-alih menawarkan harga yang lebih murah secara signifikan. Pasalnya, kedua perusahaan pada akhirnya bersaing untuk mendapatkan kapasitas manufaktur yang sama dan terbatas di TSMC. Tren ini mengindikasikan bahwa era GPU gaming dengan harga terjangkau mungkin akan segera berakhir.
Bagi para penggemar teknologi dan gamer, ini adalah momen yang menantang. Keputusan untuk membeli Fitur Terbaru kini harus dipertimbangkan dengan lebih matang, mengingat dampaknya terhadap anggaran. Industri sedang bergerak menuju titik di mana memiliki PC gaming high-end bukan lagi sekadar pilihan, melainkan komitmen finansial yang besar.





Komentar
Belum ada komentar.