📑 Daftar Isi

Asus ROG Ally X20 dengan sasis transparan dan layar OLED

Asus Pamer ROG Xbox Ally X20, Layar OLED dan Bundling AR

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Asus resmi memperkenalkan ROG Xbox Ally X20 di Computex 2026 dengan layar OLED 7,4 inci (1080p, 120Hz, 600 nits SDR, 1400 nits HDR, VESA DisplayHDR TrueBlack 1000, Dolby Vision, VRR hingga 30Hz)
  • Spesifikasi tetap menggunakan AMD Z2 Extreme, RAM 24GB, penyimpanan 1TB
  • Tombol Library diganti dengan tombol Action untuk screenshot dan rekam layar
  • Joystick anti-drift GuliKit TMR, D-pad transformatif 8/4 arah, tombol ABXY rata dengan sasis
  • Slot microSD Express dengan kecepatan transfer tinggi
  • Bodi lebih lebar 9mm, lebih tebal 0,5mm, lebih berat 41 gram
  • Hanya dijual dalam paket bundling dengan kacamata AR Asus XREAL R1 seharga USD 849
  • Harga bundling resmi belum diumumkan

Telset.id – Asus akhirnya menjawab dua keluhan utama pengguna handheld gaming melalui iterasi terbaru mereka: ROG Xbox Ally X20. Perangkat yang dipamerkan di ajang Computex 2026 ini membawa layar OLED 7,4 inci yang jauh lebih memanjakan mata, menggantikan panel IPS 7 inci pada pendahulunya.

Selain layar, Asus juga merombak total sistem kontrol pada Ally X20. Tombol “Library” yang kerap tidak sengaja terpencet dan mengganggu sesi bermain kini telah diganti dengan tombol “Action” yang lebih fungsional. Satu ketukan pada tombol ini akan mengambil screenshot, sementara ketukan panjang akan mulai merekam layar, mirip dengan kontroler konsol modern.

Tampil mencolok dengan sasis transparan baru, Xbox Ally X20 membawa sederet perombakan masif. Mulai dari layar yang jauh lebih memanjakan mata, penyempurnaan sistem kontrol, hingga pembaruan pendingin.

Layar OLED Terang dan Jeroan Gahar

Peningkatan paling signifikan ada pada sektor visual. Asus meninggalkan panel IPS 7 inci dan menggantinya dengan layar OLED 7,4 inci beresolusi 1080p dengan refresh rate 120Hz. Kualitas panel ini sangat impresif dengan tingkat kecerahan SDR di angka 600 nits dan kecerahan puncak HDR mencapai 1.400 nits—bahkan mengalahkan kecerahan layar Lenovo Legion Go 2.

Layar ini juga telah mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR TrueBlack 1000 serta dukungan Dolby Vision. Fitur Variable Refresh Rate (VRR) turut diperbarui. Jika sebelumnya VRR hanya bisa turun hingga batas 48Hz, kini kemampuannya ditarik hingga 30Hz. Hal ini akan membuat pengalaman bermain terasa jauh lebih mulus, terutama saat game gagal mempertahankan frame rate tinggi secara stabil.

Untuk urusan performa mentah, perangkat ini masih mempertahankan spek monster yang sama seperti pendahulunya: ditenagai prosesor AMD Z2 Extreme, dipadukan dengan RAM 24GB (8000MT/s), dan kapasitas penyimpanan 1TB.

Pembaruan Kontrol dan Aksen Visual

Asus merombak total pengalaman kontrol pada Ally X20. Tombol “Library” yang kerap mengganggu kini telah dimatikan dan diganti dengan tombol “Action” yang lebih fungsional. Mirip dengan kontroler konsol modern, satu ketukan pada tombol ini akan mengambil screenshot, sementara ketukan panjang akan mulai merekam layar.

Pembaruan kontrol lainnya meliputi:

  • Joystick Anti-Drift: Menggunakan modul GuliKit TMR yang kebal terhadap penyakit drift.
  • D-Pad Transformatif: Pengguna bisa mengubah mekanisme D-pad dari 8-arah menjadi 4-arah hanya dengan memutarnya.
  • Tombol ABXY & Bumper: Tombol aksi kini dirancang rata dengan sasis saat ditekan penuh. Tombol bumper (L1/R1) dipindahkan posisinya untuk memberikan umpan balik taktil yang lebih sunyi namun responsif.
  • Aksen Visual & Memori: Tombol logo Xbox kini bisa menyala dengan lampu LED hijau. Slot memorinya juga ditingkatkan ke format microSD Express yang menawarkan kecepatan transfer data jauh lebih tinggi, mirip teknologi pada Nintendo Switch 2.

Untuk mengakomodasi semua perubahan komponen dan desain kipas baru yang diklaim mampu menjaga suhu layar tetap dingin, bodi Ally X20 dirancang sedikit membengkak: lebih lebar 9 mm, lebih tebal 0,5 mm, dan lebih berat 41 gram dari pendahulunya.

Strategi Penjualan yang Menguras Kantong

Sayangnya, ada satu kabar buruk bagi para gamer yang berniat membelinya. Asus memastikan bahwa perangkat baru ini tidak akan dijual secara terpisah. Pada musim liburan mendatang, ROG Xbox Ally X20 hanya akan tersedia secara eksklusif dalam paket bundling bersama kacamata pintar AR R1 buatan Asus dan Xreal.

Sebagai gambaran, kacamata AR tersebut jika dibeli terpisah dibanderol dengan harga USD 849 (sekitar Rp 13,8 jutaan)—angka yang hampir menyamai harga jual mandiri Xbox Ally X versi pertama (USD 1.000). Meski Asus belum membeberkan harga resmi untuk paket bundling ini, banyak pihak menduga strategi “kawin paksa” ini dilakukan untuk menyamarkan harga asli handheld baru tersebut yang kemungkinan meroket tajam, menyusul tren kenaikan harga perangkat gaming portabel akhir-akhir ini, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (2/6/2026).

Keputusan ini tentu menjadi pertimbangan besar bagi calon pembeli. Meskipun upgrade layar OLED dan perbaikan kontrol sangat signifikan, strategi bundling paksa ini membuat harga akhir menjadi sulit ditebak. Bagi yang sudah memiliki kacamata AR atau tidak tertarik dengan fitur tersebut, opsi untuk membeli handheld saja tidak tersedia.

Asus tampaknya ingin mendorong adopsi teknologi AR gaming sekaligus menyamarkan kenaikan harga komponen. Namun, langkah ini berisiko membuat sebagian konsumen beralih ke kompetitor yang menawarkan produk lebih fleksibel.

Dengan segala peningkatan yang ditawarkan, ROG Xbox Ally X20 jelas menjadi salah satu handheld gaming paling canggih di pasaran saat ini. Namun, strategi penjualan yang tidak biasa ini bisa menjadi batu sandungan bagi kesuksesannya di pasar.

Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi lengkap dan harga resmi bundling diperkirakan akan diumumkan mendekati musim liburan.

Komentar

Belum ada komentar.