Telset.id – Peluncuran Sony Xperia 1 VIII pada 13 Mei lalu bukannya menuai pujian, malah menjadi sasaran kritik pedas setelah Sony merilis contoh foto dari fitur AI Camera Assistant. Unggahan di akun resmi Xperia di platform X justru memicu gelombang meme dan komentar satir dari warganet, termasuk dari CEO Nothing, Carl Pei.
Kejadian ini bermula ketika Sony memposting serangkaian gambar “sebelum dan sesudah” untuk mendemonstrasikan kemampuan AI Camera Assistant. Alih-alih menunjukkan peningkatan kualitas, hasil foto yang diproses AI justru terlihat kelebihan pencahayaan (overexposed) secara ekstrem. Sorotan pada gambar tampak meledak, warna menjadi pucat, dan pada beberapa contoh, detail hampir hilang sepenuhnya. Satu sampel foto potret menjadi sorotan utama karena wajah subjek tampak hampir memudar setelah diproses.
Reaksi di media sosial pun langsung meledak. Carl Pei, CEO Nothing, turut mengomentari dengan sindiran pedas. Ia membagikan ulang gambar tersebut dan menulis, “Ini pasti strategi untuk mencari engagement, kan?” Unggahan itu sontak memicu kreativitas warganet yang mulai membuat versi “peningkatan AI” mereka sendiri. Beberapa bahkan mengubah foto menjadi putih bersih dengan keterangan sarkastik berterima kasih kepada Sony atas “upgrade” tersebut.
Sony kemudian buka suara untuk memberikan klarifikasi. Perusahaan asal Jepang itu menegaskan bahwa fitur AI Camera Assistant pada Sony Xperia 1 VIII tidak dirancang untuk mengedit foto secara otomatis setelah pengambilan gambar. Sebaliknya, fitur ini menyarankan berbagai gaya dan pengaturan pemotretan berdasarkan pemandangan yang terdeteksi, termasuk penyesuaian eksposur, tone warna, efek lensa, dan bokeh. Pengguna dapat memilih salah satu gaya tersebut atau mengabaikannya sama sekali.
Untuk meredakan kontroversi, Sony membagikan contoh foto tambahan yang tampak jauh lebih wajar dibandingkan unggahan awal. Meskipun demikian, insiden ini telah berhasil mengalihkan perhatian publik dari aspek positif peluncuran Sony Xperia 1 VIII. Secara ironis, ponsel ini sendiri masih menuai reaksi positif berkat perangkat kerasnya yang mumpuni dan pendekatan kamera yang fokus pada kreator.
Baca Juga:
Spesifikasi Unggulan di Balik Kontroversi
Di balik hiruk-pikuk media sosial, Sony Xperia 1 VIII tetap menjadi perangkat flagship dengan spesifikasi kelas atas. Ponsel ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang merupakan prosesor terkencang dari Qualcomm. Sektor kameranya juga tidak main-main, dengan lensa ZEISS yang menjadi andalan Sony dalam menghasilkan kualitas gambar profesional.
Keunikan lain dari Sony Xperia 1 VIII adalah keberadaan fitur-fitur yang sudah jarang ditemukan di ponsel flagship modern. Sony masih mempertahankan slot ekspansi penyimpanan (microSD) dan jack headphone 3,5 mm. Dua fitur ini menjadi nilai jual tersendiri bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas penyimpanan dan konektivitas audio tanpa adaptor.
Baca Juga:
Pelajaran dari Kesalahan Marketing Sony
Insiden ini menjadi pengingat bahwa pemasaran produk teknologi, khususnya yang berkaitan dengan fotografi, harus dilakukan dengan hati-hati. Contoh foto yang buruk dapat dengan cepat merusak persepsi publik terhadap produk yang sebenarnya memiliki kualitas baik. Sony sendiri telah mengakui bahwa contoh foto awal tersebut tidak representatif dan telah memberikan klarifikasi serta contoh foto yang lebih baik.
Kontroversi ini juga menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar di era media sosial. Sebuah kesalahan kecil dalam materi pemasaran bisa berubah menjadi krisis reputasi dalam hitungan jam. Bagi Sony, insiden ini jelas menjadi pembelajaran berharga untuk lebih teliti dalam memilih materi promosi di masa mendatang.












Komentar
Belum ada komentar.