📑 Daftar Isi

Xiaomi Batal Rilis Pesaing iPhone Air, Begini Alasannya!

Xiaomi Batal Rilis Pesaing iPhone Air, Begini Alasannya!

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Xiaomi memutuskan untuk membatalkan proyek pengembangan ponsel ultra-tipis yang dirancang sebagai pesaing langsung iPhone Air milik Apple. Keputusan ini diambil setelah perusahaan menilai bahwa desain tersebut memerlukan terlalu banyak kompromi pada aspek penting seperti daya tahan baterai dan performa.

Presiden Xiaomi, Lu Weibing, mengungkapkan informasi tersebut dalam sebuah sesi livestream yang sedang berlangsung. Ia menjelaskan bahwa Xiaomi sebenarnya sudah sangat dekat dengan tahap produksi massal untuk perangkat tersebut. Perencanaan, riset awal, bahkan persiapan produksi sudah hampir rampung sebelum akhirnya proyek tersebut dihentikan pada menit-menit terakhir.

“Kami menemukan bahwa membuat ponsel yang sangat tipis dan ringan membutuhkan terlalu banyak kompromi di area seperti daya tahan baterai dan performa,” ujar Lu dalam siaran langsung tersebut, seperti dikutip dari Gizmochina pada Minggu (17/5/2026).

Meskipun desainnya terlihat menarik secara visual, Xiaomi merasa produk akhirnya tidak akan memenuhi standar pengalaman yang ingin diberikan kepada pengguna. Menurut Lu, semakin tipis perangkat, semakin sulit untuk memasukkan baterai berkapasitas besar, sistem pendingin yang memadai, dan perangkat keras berperforma tinggi tanpa mengorbankan kegunaan sehari-hari.

Fokus pada Seri Max

Keputusan untuk membatalkan proyek ponsel ultra-tipis ini juga menjelaskan mengapa Xiaomi kini lebih fokus pada perangkat-perangkat berukuran lebih besar dalam lini terbarunya. Lu menegaskan bahwa Xiaomi 17 Max tidak diberi merek sebagai model “Plus” karena perusahaan melihat kedua kategori tersebut secara berbeda.

Secara tradisional, ponsel Plus terutama menawarkan layar yang lebih besar dibandingkan versi standar. Namun dalam kasus Xiaomi, merek Max mewakili lebih dari sekadar ukuran layar. Lu mengatakan bahwa seri Max diharapkan mencakup peningkatan di berbagai area seperti pencitraan, performa, dan daya tahan baterai, selain layar yang lebih besar.

Keputusan ini selaras dengan pesan terbaru Xiaomi seputar perangkat flagship, di mana perusahaan lebih menekankan pada baterai yang lebih besar, sistem kamera canggih, dan perangkat keras yang lebih tinggi, daripada mengejar faktor bentuk setipis mungkin.

Pernyataan Lu Weibing ini muncul di tengah tren banyak produsen ponsel yang mulai bereksperimen dengan perangkat yang lebih tipis dan ringan. Namun, keputusan Xiaomi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut percaya konsumen masih memprioritaskan ketahanan baterai dan performa yang konsisten di atas desain yang ultra-tipis.

Xiaomi memilih untuk tidak meluncurkan produk yang terlihat mengesankan tetapi membuat pengorbanan dalam penggunaan sehari-hari. Sebaliknya, perusahaan memutuskan untuk meninggalkan ide tersebut sepenuhnya dan fokus pada pengembangan perangkat yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Keputusan ini juga memberikan gambaran tentang strategi jangka panjang Xiaomi dalam menghadapi persaingan pasar ponsel pintar. Dengan mengutamakan pengalaman pengguna di atas faktor bentuk, Xiaomi berharap dapat mempertahankan loyalitas konsumen yang menginginkan perangkat dengan performa andal dan daya tahan baterai yang memadai.

Bagi penggemar teknologi yang mengikuti perkembangan spesifikasi terbaru Xiaomi, keputusan ini mungkin mengecewakan karena tidak adanya ponsel ultra-tipis. Namun, fokus pada seri Max justru bisa menjadi angin segar bagi mereka yang mendambakan perangkat dengan daya tahan lebih lama dan performa lebih garang.

Sementara itu, Xiaomi juga terus memperluas ekosistemnya dengan berbagai inovasi lain, termasuk teknologi AI terkini dan eksplorasi kolaborasi di sektor lain. Keputusan untuk membatalkan proyek ponsel ultra-tipis ini menjadi bukti bahwa Xiaomi tidak ragu untuk mengorbankan gengsi demi memberikan produk terbaik bagi konsumen.

Komentar

Belum ada komentar.