Telset.id – TV pintar modern sering kali hadir dengan pengaturan default yang justru membuat pengalaman menonton kurang optimal. Seorang editor TV senior dari Tom’s Guide membagikan lima langkah pertama yang selalu ia lakukan setelah membongkar dan memasang TV baru. Langkah-langkah ini membuat TV apa pun lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk digunakan.
Masalah utama yang dihadapi banyak pengguna adalah TV baru sering tiba dengan pengaturan yang tidak ideal. Sensor cahaya aktif, mode gambar yang terlalu cerah, dan fitur AI yang mengganggu adalah beberapa contohnya. Padahal, dengan beberapa penyesuaian sederhana, kualitas gambar dan kenyamanan menonton bisa meningkat secara signifikan.
1. Buat Akun untuk Akses Fitur Pintar
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat akun jika diperlukan untuk mengakses fitur pintar. Banyak platform streaming bawaan akan memerlukan registrasi untuk mengakses fitur dasar sekalipun. Ini termasuk penggunaan aplikasi bawaan seperti Netflix, HBO Max, dan aplikasi streaming lainnya.
Pada TV Samsung yang lebih baru seperti Samsung S95H, akun Samsung diperlukan untuk mengakses aplikasi streaming di platform tersebut. Sementara itu, TV yang dibangun di sekitar platform pintar Google TV seperti Sony Bravia 9 II memerlukan akun untuk memanfaatkan toko aplikasi TV tersebut. Meskipun banyak pengguna merasa ragu untuk mendaftar menggunakan email pribadi, proses ini akan memudahkan pengguna memanfaatkan fitur TV secara maksimal.

2. Nonaktifkan Sensor Cahaya dan Penghemat Energi
Hampir semua TV yang dijual saat ini hadir dengan sensor cahaya sekitar yang aktif secara default. Sensor ini secara otomatis menyesuaikan luminansi gambar berdasarkan kondisi pencahayaan ruangan. Meskipun beberapa pengguna memilih untuk tetap mengaktifkan fitur ini karena kebiasaan menonton, ruang tamu, atau penggunaan listrik, editor TV tersebut lebih memilih tidak ada penyesuaian gambar dinamis saat menonton acara atau film.
TV jarang terlihat terbaik saat sensor ini aktif karena sensor cahaya dan perangkat lunak yang mengontrolnya sering kali disetel secara agresif. Pengaturan sensor cahaya biasanya dapat ditemukan di samping pengaturan kecerahan TV. Jika tidak ditemukan di sana, periksa menu yang terkait dengan daya atau penghemat energi — kadang-kadang terpasang pada rangkaian opsi performa ramah lingkungan yang lebih besar.

3. Ganti ke Mode Gambar yang Lebih Baik
Jika TV tidak default ke mode gambar hemat energi (atau Eco) langsung dari kotak, kemungkinan besar TV default ke mode Standard, Vivid, atau Dynamic. Dari opsi ini, sebaiknya hindari mode Vivid dan mode Dynamic. Mode Standard biasanya yang paling dekat dengan akurasi referensi, tetapi editor tersebut tetap menghindarinya di luar pengambilan beberapa pengukuran.
Untuk mendapatkan gambar yang akurat dan halus, pilih mode Filmmaker, Cinema, Movie, atau Theater. Mode Theater kadang-kadang diberi label Theater Day atau Theater Night pada TV Hisense. Pada Sony tahun ini, mode gambar paling akurat disebut Professional, tetapi pada TV Sony yang lebih lama, mode gambar yang disarankan disebut Custom.

4. Nonaktifkan Pengaturan Gambar Ekstra
Pernah bertanya-tanya mengapa TV di bar, hotel, dan ruang tunggu terkadang terlihat aneh, dengan gerakan kenyal yang terlihat hampir artifisial? Ini biasanya bukan hanya karena perangkat keras TV yang murah. Kemungkinan besar, beberapa pengaturan aktif yang tidak perlu — termasuk motion smoothing.
Editor TV tersebut hampir tidak pernah menggunakan pengaturan yang membuat gambar terlalu tajam atau menghaluskan gerakan. Selain itu, ia tidak menyerahkan kontrol pengaturan gambar ke fungsi berbasis AI bawaan merek. Fitur AI cenderung membuat gambar terlalu tajam dan terlalu terang. Fitur-fitur ini juga memiliki kebiasaan menggeser warna TV dengan cara yang tidak diinginkan. Pengaturan motion smoothing biasanya dapat dinonaktifkan di submenu khusus mereka sendiri, sementara fitur AI biasanya tersimpan di menu yang lebih umum.

5. Aktifkan Mode HDMI Enhanced
Tidak semua TV memerlukan langkah ini, tetapi ini adalah salah satu hal pertama yang dicari editor tersebut saat menggunakan TV baru. Jika tidak dapat mengakses HDR10, Dolby Vision, atau performa frame rate tinggi pada konsol game, PC, atau pemutar media, pengguna mungkin perlu mencari opsi di pengaturan TV untuk membuka kemampuan input HDMI bandwidth tinggi.
Pada TV Hisense seperti Hisense UR9, opsi ini dapat ditemukan di submenu Channels & Inputs. Opsi HDMI enhanced pada TV Hisense perlu diaktifkan secara manual untuk memaksimalkan perangkat yang terhubung. Pada TV Samsung, opsi ini tersimpan di Menu Perangkat Eksternal. Namun, tidak seperti TV Hisense yang diuji, TV Samsung yang lebih baru telah mengaktifkan Input Signal Plus secara default.

Baca Juga:
Langkah-langkah di atas memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya terhadap pengalaman menonton sangat besar. Dengan menonaktifkan sensor cahaya sekitar, memilih mode gambar yang tepat, mematikan motion smoothing dan fitur AI, serta mengaktifkan mode HDMI enhanced, TV baru dapat menampilkan kualitas gambar yang jauh lebih baik.
Bagi pengguna yang baru membeli TV pintar, langkah-langkah ini bisa menjadi panduan awal yang berguna. Proses pengaturan awal memang membutuhkan sedikit waktu, tetapi hasilnya sepadan dengan kenyamanan dan kualitas gambar yang didapatkan. Pengaturan yang tepat juga memastikan TV bekerja sesuai dengan preferensi pribadi, bukan sekadar mengikuti pengaturan default pabrik.
Setiap merek TV mungkin memiliki nama menu yang berbeda untuk pengaturan ini. Namun, prinsip dasarnya tetap sama: matikan fitur yang tidak perlu, pilih mode gambar yang akurat, dan pastikan input HDMI mendukung fitur terbaik dari perangkat yang terhubung. Dengan begitu, TV baru bisa langsung dinikmati dengan kualitas terbaik.





Komentar
Belum ada komentar.