📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Siri Apple di layar smartphone

Apple Dikabarkan Bayar Publisher untuk Konten Berita Siri AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple dikabarkan bernegosiasi dengan penerbit untuk lisensi konten berita multi-tahun bagi Siri AI
  • Anggaran yang disiapkan berpotensi mencapai ratusan juta dolar AS
  • Langkah ini merespons insiden ringkasan berita Apple Intelligence yang tidak akurat pada awal 2025
  • Reuters Institute mencatat 30% responden global kini mengandalkan media sosial sebagai sumber berita utama
  • 51% pengguna media sosial usia 18-24 lebih mempercayai kreator individu daripada organisasi berita tradisional
  • Pew Research menemukan 38% warga AS usia 18-29 rutin dapat berita dari influencer
  • Apple menghadapi tantangan menyeimbangkan keandalan sumber dengan relevansi percakapan publik

Telset.id – Apple dikabarkan sedang menjajaki kerja sama lisensi konten berita dengan sejumlah penerbit besar untuk meningkatkan akurasi jawaban Siri AI. Menurut laporan The Wall Street Journal, raksasa teknologi asal Cupertino itu dikabarkan tengah berdiskusi dengan penerbit mengenai kesepakatan multi-tahun yang memungkinkan asisten virtualnya menggunakan pemberitaan mereka untuk menjawab pertanyaan pengguna tentang peristiwa terkini.

Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari praktik umum industri AI yang selama ini cenderung mengambil konten tanpa izin. Apple disebut menyiapkan anggaran yang berpotensi mencapai ratusan juta dolar, tergantung pada seberapa banyak karya penerbit yang digunakan Siri. Pendekatan ini dinilai lebih etis dibandingkan metode “scrape-now, argue-later” yang selama ini mendominasi industri kecerdasan buatan.

Mengapa Apple Membayar Publisher?

Keputusan Apple untuk membayar penerbit berita bukan tanpa alasan. Perusahaan telah merasakan sendiri bagaimana cepatnya AI menghasilkan informasi keliru. Pada awal 2025, Apple sempat menghentikan fitur ringkasan notifikasi untuk aplikasi berita dan hiburan setelah Apple Intelligence memproduksi ringkasan yang tidak akurat dari peringatan penerbit.

Salah satu contoh yang banyak diberitakan adalah ketika sistem secara keliru membuat seolah-olah BBC melaporkan bahwa tersangka pembunuhan Luigi Mangione telah menembak dirinya sendiri. Insiden ini menunjukkan betapa berbahayanya AI yang tidak memiliki sumber terverifikasi.

Siri

Dengan melisensikan pemberitaan nyata, Apple dapat mengontrol apa yang Siri katakan dan bagaimana informasi tersebut digunakan. Penerbit pun mendapatkan kompensasi finansial, yang menjadi penting di tengah menurunnya lalu lintas klik ke situs berita karena jawaban AI yang semakin lengkap.

Untuk pertanyaan seperti “Apa yang diumumkan Federal Reserve?” atau “Bagaimana kabar pemilu?”, jauh lebih aman bagi Siri untuk mengambil informasi dari sumber yang telah terverifikasi daripada merangkum konten yang sedang ramai di media sosial.

Tantangan Kebiasaan Konsumsi Berita Modern

Meskipun langkah ini patut diapresiasi, Apple disebut bertaruh pada model bisnis berita yang mungkin tidak lagi sesuai dengan cara kebanyakan orang mendapatkan informasi. Siri tidak bisa hanya mengulang apa yang sedang tren di X, TikTok, atau YouTube. Apple membutuhkan sumber dengan editor, koreksi, dan pihak yang bertanggung jawab ketika terjadi kesalahan.

Gen Z on phone

Data dari Reuters Institute Digital News Report 2026 menunjukkan bahwa media sosial dan platform video telah mengungguli situs web dan aplikasi penerbit sebagai sumber berita di banyak pasar. Secara global, 30% responden kini menyebut platform sosial dan video sebagai sumber utama mereka, naik dari 22% lima tahun lalu.

Perbedaannya bahkan lebih tajam di kalangan anak muda. Lebih dari separuh responden berusia 18 hingga 24 tahun menyatakan media sosial, platform video, dan chatbot AI kini menjadi jalur utama mereka untuk mendapatkan berita. Untuk kelompok usia 18 hingga 34 tahun, penggunaan situs web dan aplikasi berita telah menurun begitu cepat sehingga properti tersebut tidak lagi mewakili sumber utama bagi kelompok usia mana pun secara global.

Pola serupa juga terlihat di Amerika Serikat. Pew Research Center menemukan bahwa 38% warga AS berusia 18 hingga 29 tahun rutin mendapatkan berita dari influencer, dibandingkan hanya 8% untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Lebih dari tiga perempat pengguna muda tersebut mengatakan mereka biasanya menemukan liputan secara tidak sengaja, bukan mencarinya dengan sengaja.

Risiko Siri Terlalu Konservatif

Meskipun pendekatan berbasis penerbit besar memberikan dasar yang solid, ada risiko Siri menjadi terlalu kaku. Jika Siri terlalu mengandalkan beberapa penerbit besar, jawabannya mungkin secara teknis benar tetapi tetap meleset dari konteks. Siri bisa mengulang apa yang ada dalam catatan resmi namun melewatkan wawancara, klip saksi mata, buletin niche, dan laporan independen yang justru membuat pemberitaan menjadi berkualitas.

Tanpa kemampuan membedakan antara laporan langsung, analisis, dan spekulasi acak—sesuatu yang bisa dilakukan jurnalis manusia—Siri berpotensi terdengar terputus dari percakapan yang sedang berlangsung. Penerbit mungkin bisa memberi Siri basis yang kuat, tetapi mereka tidak bisa mencakup seluruh ekosistem berita sendirian.

iPhone screen displaying various social media apps

Perspektif jurnalis menunjukkan bahwa membayar penerbit adalah langkah awal yang baik, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya jawaban Apple atas cara kerja berita saat ini. Sistem yang lebih cerdas diperlukan—Siri harus mampu memulai dari apa yang telah terverifikasi, mengidentifikasi dengan jelas apa yang belum dikonfirmasi, dan mengakui laporan kredibel atau kesaksian langsung yang muncul dari sumber lain.

Apple memang tepat menjadikan keandalan sebagai fondasi. Namun jika terlalu bermain aman, Siri bisa memberikan jawaban akurat yang tetap terasa tertinggal satu hari dari percakapan publik. Keseimbangan antara keandalan dan relevansi menjadi tantangan utama yang harus dipecahkan Apple dalam pengembangan Siri AI ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.