📑 Daftar Isi

Balon udara S4000 China yang digunakan untuk menghasilkan listrik dari tenaga angin di ketinggian 4.000 meter

China Uji Balon Udara S4000, Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Ketinggian 4.000 Meter

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • China sukses menguji coba balon udara S4000 yang menghasilkan listrik dari tenaga angin di ketinggian 4.000 meter
  • Uji coba disebut sebagai yang pertama di dunia, melibatkan naik ke ketinggian, menghasilkan daya, dan kembali turun
  • S4000 memiliki panjang setara Boeing 747 dan menggunakan turbin di kedua sisi tubuhnya
  • Keunggulan utama: bisa berpindah ke area lebih berangin dan tidak memakan banyak lahan di darat
  • Dikembangkan oleh Sawes Energy Technology bersama Tsinghua University dan Aerospace Information Research Institute
  • Model sebelumnya S1500 dan S2000 mengumpulkan pesanan total 500 juta yuan (US$74,3 juta)
  • Angin di ketinggian lebih kuat dan stabil dibandingkan di permukaan tanah
  • Listrik dikirim ke pangkalan melalui kabel tambat yang panjang

Telset.id – China berhasil menguji coba pesawat udara berjenis balon udara (blimp) bernama S4000 yang mampu menghasilkan listrik dari tenaga angin di ketinggian 4.000 meter. Uji coba yang disebut sebagai yang pertama di dunia ini menandai kembalinya era pesawat udara yang sempat populer hampir 100 tahun lalu, kini dengan misi baru di sektor energi terbarukan.

Menurut laporan stasiun penyiar negara China, CCTV, yang dikutip dari South China Morning Post, uji coba tersebut melibatkan pesawat udara yang naik ke ketinggian 4.000 meter, menghasilkan daya, dan kembali turun ke permukaan tanah. Keberhasilan uji coba ini membawa S4000 selangkah lebih dekat untuk digunakan dalam skala yang lebih luas.

Pesawat udara sepanjang kurang lebih setara dengan panjang pesawat Boeing 747 ini dirancang untuk memanfaatkan angin kencang yang bertiup di ketinggian. Turbin yang dipasang di kedua sisi tubuhnya berfungsi mengubah energi angin menjadi listrik. Listrik yang dihasilkan kemudian dikirim kembali ke pangkalan di darat melalui kabel tambat yang panjang.

The S4000 airship used to generate electricity from the wind.

Nama S4000 sendiri diambil dari ketinggian operasionalnya, yaitu 4.000 meter. Angin yang bertiup di ketinggian tersebut dikenal lebih kuat dan lebih stabil dibandingkan angin di dekat permukaan tanah, sehingga potensi pembangkitan listriknya pun lebih besar.

Keunggulan S4000 Dibanding Turbin Angin Konvensional

Dengan beroperasi di udara, S4000 memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan turbin angin statis tradisional. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk berpindah lokasi menuju area yang lebih berangin sesuai kebutuhan. Hal ini memungkinkan pesawat udara tersebut beradaptasi dengan perubahan kondisi cuaca atau dipindahkan ke tempat yang paling membutuhkan pasokan listrik.

Keunggulan lainnya adalah efisiensi lahan. Dengan beroperasi di ketinggian, S4000 tidak membutuhkan banyak ruang di permukaan tanah. Ini membebaskan lahan untuk penggunaan lain dan berpotensi mengurangi keluhan yang sering dialamatkan kepada pembangkit listrik tenaga angin konvensional, seperti masalah kebisingan dan dampak visual.

S4000 dikembangkan oleh perusahaan China, Sawes Energy Technology, bersama dengan Universitas Tsinghua dan Institut Penelitian Informasi Dirgantara dari Akademi Ilmu Pengetahuan China. Sebelum S4000, perusahaan yang sama telah mengembangkan model S1500 dan S2000 yang berhasil mengumpulkan total pesanan senilai 500 juta yuan (sekitar US$74,3 juta).

The S4000 airship used to generate electricity from the wind.

Upaya Global Memanfaatkan Tenaga Angin

S4000 bukan satu-satunya upaya terbaru dalam memanfaatkan tenaga angin. Sebelumnya, turbin angin portabel Ventyra R1 juga menjadi sorotan. Perangkat ini dapat dilipat menjadi seukuran ransel dan mampu memberikan output daya sebesar 50W, dengan waktu sekitar 35 menit untuk mengisi penuh smartphone yang terhubung.

Perkembangan di sektor pembangkit listrik tenaga angin ini menunjukkan bahwa banyak inovasi sedang dilakukan di dunia energi terbarukan. Kehadiran S4000 dan berbagai pengembangan lainnya menegaskan bahwa industri energi angin terus bergerak maju.

Pengembangan S4000 juga menjadi bagian dari upaya China yang lebih luas dalam transisi energi. Negara tersebut terus berinvestasi besar-besaran dalam berbagai sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik domestiknya yang terus meningkat.

Meskipun era balon udara sebagai moda transportasi penumpang telah berakhir puluhan tahun lalu, inovasi seperti S4000 menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki relevansi baru di abad ke-21. Dengan kemampuan menghasilkan listrik dari angin ketinggian, balon udara dapat kembali hadir di langit dengan peran yang jauh lebih penting bagi masa depan energi.

Keberhasilan uji coba S4000 membuka jalan bagi penerapan teknologi serupa dalam skala komersial. Dengan kemampuan berpindah lokasi dan efisiensi lahan yang lebih baik, pesawat udara pembangkit listrik ini berpotensi menjadi solusi pelengkap bagi infrastruktur energi terbarukan yang sudah ada.

Para pengembang kini tengah mempersiapkan langkah selanjutnya menuju penggunaan S4000 secara lebih luas. Jika berhasil, bukan tidak mungkin kita akan semakin sering melihat balon udara melintas di langit, bukan lagi sebagai wahana wisata, melainkan sebagai pembangkit listrik terbang yang melayani kebutuhan energi manusia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.