📑 Daftar Isi

Siluet smartphone dengan logo aplikasi Facebook, Messenger, WhatsApp, Instagram, Oculus dan logo META yang buram di latar belakang

Gugatan Meta Diselesaikan dengan USD 18 Miliar, Ini Perubahannya

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta membayar USD 18 miliar untuk menyelesaikan gugatan dari puluhan negara bagian AS
  • Kasus menuding produk Meta dirancang membuat remaja kecanduan dan menyebabkan gangguan mental
  • Perubahan besar diterapkan untuk pengguna di bawah 18 tahun: batas waktu 2 jam, jeda wajib, blokir malam hari, tanpa likes dan filter kosmetik
  • Meta tidak mengakui kesalahan namun setuju mengubah cara kerja Instagram dan Facebook
  • Kekhawatiran efektivitas: kemampuan remaja menembus batasan, kesadaran orang tua, dan sumber daya negara bagian
  • Meta berharap YouTube dan TikTok mengadopsi kebijakan serupa

Telset.id – Gugatan besar yang membayangi Meta akhirnya selesai. Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu setuju membayar USD 18 miliar untuk menyelesaikan tuntutan hukum yang diajukan puluhan negara bagian AS. Kasus ini menuding produk Meta dirancang untuk membuat remaja kecanduan dan berpotensi menyebabkan gangguan mental. Angka tersebut jauh di bawah potensi kerugian USD 1,4 triliun jika Meta kalah di pengadilan.

Kesepakatan ini menandai akhir dari persidangan yang baru memasuki pekan kedua. Meta sepakat untuk melakukan perubahan fundamental pada cara kerja Instagram dan Facebook bagi pengguna di bawah 18 tahun, tanpa mengakui kesalahan atau pelanggaran hukum.

Perubahan ini begitu luas hingga memunculkan pertanyaan di media sosial, apakah aturan tersebut sebaiknya diterapkan untuk semua pengguna platform. Meta berharap YouTube dan TikTok juga mengadopsi kebijakan serupa.

Silhouette of smartphone with Facebook, Messenger, WhatsApp, Instagram, Oculus apps and blurred META logo on background

Rincian Perubahan yang Disepakati Meta

Berdasarkan dokumen penyelesaian yang dirilis, berikut adalah daftar perubahan yang akan diterapkan Meta untuk akun pengguna di bawah 18 tahun:

  • Batas waktu penggunaan (2 jam)
  • Jeda wajib setelah 15 menit scrolling
  • Pemblokiran penggunaan di malam hari
  • Tidak ada notifikasi di malam hari
  • Tidak ada penggunaan selama jam sekolah
  • Tidak ada tampilan jumlah like
  • Tidak ada filter kosmetik
  • Tidak ada feed yang diatur algoritma (jika dipilih)
  • Verifikasi usia
  • Pelaporan konten berbahaya yang lebih baik
  • Kontrol orang tua yang lebih baik

Ada beberapa catatan penting terkait aturan ini. Batas waktu dua jam berlaku akumulatif untuk Instagram dan Facebook. Penghapusan jumlah likes juga mencakup informasi lain yang dapat memicu perbandingan sosial, yang pada dasarnya berfungsi sebagai filter FOMO.

Beberapa perubahan seperti verifikasi usia, kontrol orang tua, dan pengamanan konten merupakan penguatan dari kontrol yang sudah ada. Meta memang telah meluncurkan berbagai fitur kontrol orang tua, terutama di Instagram, dalam dua tahun terakhir. Namun, CEO Instagram Adam Mosseri mengakui bahwa tidak semuanya berjalan efektif.

Kekhawatiran Terkait Efektivitas Penerapan

Kekhawatiran mengenai efektivitas aturan ini disuarakan oleh Paul Dempsey di Bluesky. Ia menyebut setidaknya ada tiga asumsi yang harus terpenuhi agar aturan ini berhasil:

1. Meta akan menerapkan proses yang cukup ketat untuk mencegah anak-anak menembus batasan ini
2. Orang tua dapat mengetahui ketika anak-anak mereka telah menembus batasan tersebut
3. Negara bagian memiliki sumber daya yang cukup untuk mengawasi format baru ini

Dempsey menilai ketiga asumsi tersebut sulit terpenuhi. Meta sendiri telah menggunakan AI untuk mendeteksi perilaku seperti remaja dan secara otomatis mengalihkan akun tersebut ke batasan akun remaja. Namun, efektivitas AI dalam memahami perilaku remaja modern masih dipertanyakan.

Dengan kesepakatan ini, Meta akan menyiapkan aturan yang lebih ketat, termasuk kemungkinan verifikasi identitas untuk pembuatan akun remaja. Hal ini berpotensi mengancam anonimitas platform.

Mark Zuckerberg

Dampak bagi Meta, Orang Tua, dan Remaja

Bagi Meta, perubahan ini akan mengubah produk mereka, namun tidak akan merusak bisnis secara material. Angka USD 18 miliar memang besar, tetapi masih dalam jumlah yang bisa dikelola.

Sementara itu, bagi orang tua dan remaja, akan ada masa sulit dalam menyesuaikan diri dengan perubahan platform. Remaja kemungkinan akan mencari cara untuk menembus batasan yang ada. Orang tua mungkin kembali bertanya-tanya mengapa kamar anak-anak mereka menjadi terlalu sepi.

Kesepakatan ini juga menyoroti tantangan penegakan aturan di tingkat negara bagian. Meskipun kerja sama antar negara bagian dalam kasus ini patut diapresiasi, konsistensi dalam hal hukum dan penalti masih diragukan. Setiap negara bagian memiliki aturan yang berbeda untuk memantau, mendeteksi, menegakkan, dan menuntut pelanggaran.

A child using social media on a smartphone next to a photo of Keir Starmer

Apa yang Terjadi Sebelumnya?

Sebelum kesepakatan ini tercapai, persidangan telah berlangsung selama dua minggu. Pihak negara bagian awalnya menyajikan bukti bahwa Meta mengetahui produknya berpotensi membahayakan remaja namun tidak melakukan tindakan yang memadai.

CEO Instagram Adam Mosseri telah memberikan kesaksian dan mendapat pertanyaan intensif tentang kontrol platform saat ini, seperti prompt yang mendorong remaja untuk “beristirahat”. Mosseri mengaku tampak “kesal” dan menyatakan bahwa “tidak ada solusi sempurna” untuk masalah keselamatan.

Momen yang paling dinantikan adalah kesaksian Mark Zuckerberg yang dijadwalkan pada Rabu (26 Agustus). Namun, dengan adanya kesepakatan ini, kesaksian tersebut tidak akan pernah terjadi.

Kids on Phones

Perbandingan dengan Kasus Sebelumnya

Kasus ini memiliki kemiripan dengan gugatan lain yang pernah dihadapi Meta. Sebelumnya, Meta juga membayar USD 17,1 miliar untuk menyelesaikan gugatan keselamatan anak. Angka USD 18 miliar dalam kasus ini sedikit lebih tinggi, menunjukkan peningkatan skala masalah yang dihadapi perusahaan.

Penyelesaian ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kasus keselamatan anak di ranah digital. Keputusan ini juga menjadi preseden bagi platform lain seperti YouTube dan TikTok yang diminta mengadopsi kebijakan serupa.

Bagi pengguna di Indonesia, perubahan ini mungkin tidak langsung terasa. Namun, kebijakan global Meta sering kali menjadi acuan bagi penerapan aturan di berbagai negara. Perubahan ini juga bisa menjadi bahan diskusi bagi regulator di Indonesia mengenai perlindungan anak di platform digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.