Telset.id – Nostalgia iPod kembali mendominasi industri audio portabel. Shanling dan Fiio baru saja meluncurkan pemutar musik hi-res yang desainnya sangat mirip dengan iPod klasik, namun dibekali fitur yang tidak pernah dimiliki Apple. Shanling Q2 hadir sebagai upgrade bergaya iPod nano, sementara Fiio Echo Nano tampil sebagai penerus spiritual iPod shuffle dengan layar.
Kedua perangkat ini muncul di tengah tren kebangkitan gadget era 2000-an yang sedang berlangsung. Kebangkitan iPod memang nyata, terbukti dari banyaknya reseller yang masih aktif mengiklankan perangkat lawas ini. Popularitas iPod Classic bahkan membuat situs refurbish BackMarket mengiklankannya sebagai produk baru.
Fiio Echo Nano diperkenalkan pada awal Agustus 2026 dengan harga $49,99 / £54,99 (sekitar AU$110). Harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga peluncuran iPod Shuffle generasi pertama yang menjadi inspirasi desainnya. Perangkat ini memiliki scroll wheel fisik untuk navigasi dan layar 0,91 inci untuk melihat pilihan musik.
Meski tampilannya sederhana, Fiio Echo Nano menyimpan keunggulan di dalamnya. Perangkat ini dilengkapi DAC berkualitas, dukungan microSD hingga 256GB, dan baterai yang bertahan hingga tujuh jam. Pengguna juga bisa memanfaatkannya sebagai USB DAC dengan menghubungkannya ke PC atau smartphone. Dengan bobot hanya 33,5 gram, pemutar musik ini sangat ringan dan tersedia dalam berbagai pilihan warna.
Sementara itu, Shanling Q2 hadir dengan desain yang mengingatkan pada iPod nano generasi ketiga, meski sedikit lebih tebal. Perangkat ini diperkenalkan pada akhir Agustus dengan harga $269 (sekitar £200, AU$400). Shanling Q2 mendukung format file populer seperti FLAC, WAV, ALAC, dan DSF.

Daya tarik utama Shanling Q2 terletak pada empat chip DAC internal yang menghasilkan kejernihan audio hingga 768kHz/32-bit dan DSD512. Perangkat ini juga mendukung output Bluetooth melalui LDAC atau aptX HD. Berbeda dengan iPod, Shanling Q2 memiliki dua jack headphone: 4.4mm balanced dan 3.5mm standar.
Kapasitas penyimpanan Shanling Q2 bisa mencapai 2TB melalui microSD, namun kartu memori harus dibeli terpisah karena tidak ada ruang penyimpanan internal. Menurut Shanling, perangkat ini mampu bertahan hingga 13,5 jam pemutaran musik dan memiliki bobot 82 gram.
Salah satu keunikan Shanling Q2 adalah kombinasi scroll wheel fisik yang bisa diputar melingkar dengan layar sentuh. Pengguna bebas memilih cara navigasi yang paling nyaman. Bahkan ada aplikasi smartphone yang memungkinkan kontrol pemutar musik dari ponsel, meski hal ini sedikit mengurangi esensi perangkat khusus pemutar musik.
Membandingkan keduanya, perbedaan harga yang signifikan menunjukkan perbedaan fitur yang ditawarkan. Fiio Echo Nano unggul dalam hal portabilitas berkat ukurannya yang ringkas dan bobot super ringan. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang menginginkan gadget ringan untuk aktivitas olahraga atau hari-hari bebas teknologi.

Shanling Q2 menawarkan pengalaman audio yang lebih serius dengan dukungan format hi-res dan konektivitas Bluetooth berkualitas tinggi. Kehadiran dua jack headphone juga menjadi nilai tambah bagi pengguna dengan berbagai perangkat audio.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar perangkat audio non-smart sedang mengalami kebangkitan. Produsen meluncurkan berbagai produk retro seperti pemutar SACD portabel, pemutar kaset, dan turntable bergaya klasik. Konsumen menginginkan perangkat bebas distraksi yang memungkinkan mereka menghindari layanan streaming musik.
Menariknya, tren ini juga diikuti oleh pengembang AI. OpenAI dan Jony Ive dikabarkan mengembangkan perangkat AI yang desainnya mirip iPod Shuffle, menegaskan bahwa daya tarik perangkat sederhana ini masih kuat di kalangan industri teknologi.
Meski Apple secara resmi telah menghentikan lini iPod, iPod Touch masih dijual untuk tujuan koleksi. Hal ini menunjukkan bahwa warisan iPod tetap hidup di hati para penggemar musik.
Baca Juga:
Bagi pengguna yang mencari pemutar musik ringan untuk menemani aktivitas sehari-hari, Fiio Echo Nano adalah pilihan tepat dengan harga terjangkau. Sementara bagi audiophile yang menginginkan kualitas suara terbaik dengan dukungan format hi-res lengkap, Shanling Q2 layak dipertimbangkan meski harganya jauh lebih tinggi.
Kedua perangkat ini membuktikan bahwa desain iPod yang ikonik tetap relevan di tahun 2026. Perpaduan nostalgia dan teknologi modern menciptakan produk yang menarik bagi generasi yang merindukan era pemutar musik portabel, sekaligus memperkenalkan pengalaman baru bagi generasi yang belum pernah merasakan kejayaan iPod.
Dengan hadirnya Shanling Q2 dan Fiio Echo Nano, pilihan pemutar musik hi-res semakin beragam. Keduanya menawarkan pendekatan berbeda terhadap konsep perangkat musik portabel, namun sama-sama menghormati warisan desain yang telah membentuk industri audio selama dua dekade terakhir.





Komentar
Belum ada komentar.