📑 Daftar Isi

Ilustrasi prosesor Intel Raptor Lake Refresh yang menjadi target pencurian oleh supervisor CBP di Maine

FBI Tangkap Pejabat CBP Curi Prosesor Intel di 46 Komputer Pemerintah

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • FBI menangkap Terry "Jiajia" Liu, supervisor CBP di Calais, Maine, atas pencurian perangkat keras dari 46 komputer DHS
  • Komponen yang dicuri meliputi prosesor Intel Raptor Lake Refresh, modul memori, dan hard drive
  • 39 komputer diganti prosesornya, 6 ditukar memori, 8 diubah hard drive-nya
  • Liu menukarkan chip Core i7 Raptor Lake Refresh 16 kali ke program Trade-In Newegg, Mei 2025–Juli 2026
  • Nilai trade-in $200–$210 per prosesor; kerugian pemulihan capai $20.460 dan penggantian penuh $105.800

Telset.id – FBI menangkap dan mendakwa Terry “Jiajia” Liu, seorang supervisor Customs and Border Protection (CBP) yang berbasis di Calais, Maine, atas tuduhan pencurian dan perusakan properti pemerintah. Liu diduga mencuri perangkat keras komputer, termasuk prosesor Intel 14th Generation Raptor Lake Refresh, modul memori, dan hard drive, dari sedikitnya 46 komputer Department of Homeland Security (DHS) di tiga fasilitas perbatasan di Maine. Kasus ini menjadi sorotan karena pelaku justru menjabat sebagai pejabat yang seharusnya mengawasi integritas perangkat pemerintah.

Menurut laporan The Maine Wire, Liu mengganti komponen yang dicuri dengan perangkat keras yang lebih rendah spesifikasinya. Perangkat hasil curian itu kemudian ditukarkan melalui program trade-in Newegg untuk mendapatkan kredit toko. Aksi ini berlangsung selama 14 bulan, dari Mei 2025 hingga Juli 2026, dan baru terungkap setelah penyelidik menelusuri jejak transaksi serta rekaman kamera pengawas tersembunyi.

Kasus ini menarik perhatian karena menyangkut penyalahgunaan akses terhadap perangkat yang menangani data sensitif. Liu sendiri memiliki tanggung jawab resmi yang terbatas pada dukungan informasi teknologi, sehingga seharusnya tidak memiliki akses untuk memodifikasi komputer pemerintah mana pun.

Modus Operandi dan Temuan Investigasi

Port Director Theodore Cummings sebelumnya telah menegaskan pembatasan tersebut kepada Liu melalui perintah tertulis: “Please do not move any computers or computer parts.” Namun, kamera pengawas tersembunyi merekam Liu membuka komputer pemerintah dan menukar perangkat keras selama shift tengah malam. Pelaku membawa sistem ke ruang pelatihan untuk melakukan aksinya.

Salah satu rekaman kamera menunjukkan Liu menggunakan obeng untuk mengikis thermal paste dari sebuah prosesor dan memasang chip pengganti di satu sistem. Rekaman lain menangkap Liu melepas modul memori dari sebuah sistem dan menyimpannya di laci mejanya.

Berdasarkan affidavit, penyelidik menemukan 39 komputer yang prosesornya diganti, enam mesin dengan modul memori yang ditukar, dan delapan komputer dengan perubahan hard drive. Sistem asli menggunakan chip Raptor Lake Refresh, tetapi kemudian ditemukan memiliki perangkat keras yang lebih tua, bahkan terkadang diturunkan menjadi chip Pentium. Selain penggantian prosesor, sejumlah komputer lain memiliki kapasitas memori dan penyimpanan yang lebih rendah dari konfigurasi aslinya.

Inside of a PC

Alih-alih mencoba menjual perangkat keras curian di pasar barang bekas terbuka, Liu menggunakan pendekatan yang lebih tidak mencolok, yaitu program Trade-In Newegg. Menurut penyelidik, Liu mengirim 13 email antara akun pribadi dan alamat email resmi CBP yang berisi label pengiriman dan tanda terima trade-in untuk model prosesor yang cocok dengan komponen hilang dari komputer pemerintah.

Penawaran trade-in Newegg bervariasi antara $200 hingga $210 per prosesor. Berdasarkan catatan transaksi dari peritel Amerika Serikat tersebut, Liu menukarkan chip Core i7 Raptor Lake Refresh sebanyak 16 kali selama 14 bulan, dari Mei 2025 hingga Juli 2026. Penyelidik juga menemukan tiga kredit senilai $200 dari Newegg dalam catatan American Express milik Liu.

Pengakuan dan Estimasi Kerugian

Dalam sebuah wawancara, Liu mengakui telah mengganti perangkat keras di komputer pemerintah dengan komponen berperforma lebih rendah yang dibeli di Amazon dan Newegg. Ia juga mengakui telah mengirimkan komponen milik pemerintah ke program Trade-In Newegg.

Pada awalnya, Liu mengklaim tindakannya dimotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan performa komputer dan mempercepat waktu perbaikan komputer. Namun, ia kemudian mengakui bahwa perubahan tersebut justru mengakibatkan penurunan performa.

Nvidia Blackwell Ultra B300 racks and servers

Memulihkan perangkat keras yang dicuri diperkirakan menelan biaya sekitar $20.460, sementara mengganti seluruh 46 komputer yang terdampak dengan perangkat keras setara diperkirakan mencapai $105.800. Namun, tambahan tenaga kerja untuk mengonfigurasi setiap sistem untuk keperluan pemerintah akan membuat total biaya menjadi lebih tinggi lagi.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan perangkat keras yang melibatkan penyalahgunaan akses internal. Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di sektor ritel dan industri, seperti yang menimpa sebuah toko PC di Hong Kong yang menuduh dua staf seniornya mencuri stok untuk memasok toko online mereka sendiri selama setahun.

Dari sisi rantai pasok, program trade-in yang seharusnya menjadi kanal resmi untuk mendaur ulang komponen justru disalahgunakan sebagai jalur pencucian perangkat curian. Skema ini sulit terdeteksi karena transaksi dilakukan melalui platform ritel besar dengan nilai per unit yang relatif kecil, sehingga tidak memicu kecurigaan seperti halnya penjualan langsung di pasar gelap.

Investigasi juga menyoroti lemahnya pengawasan internal terhadap pejabat dengan akses terbatas. Meski Liu hanya bertugas di dukungan IT dan tidak memiliki izin memodifikasi komputer, akses fisik ke perangkat tetap memungkinkan aksi tersebut berlangsung selama lebih dari setahun sebelum terdeteksi.

Hong Kong PC store accuses two senior staff of stealing stock to supply their own online shop for a year

Bagi instansi pemerintah dan organisasi besar, kasus ini menjadi pengingat bahwa kontrol akses berbasis peran saja tidak cukup tanpa pengawasan fisik dan audit inventaris perangkat keras secara berkala. Nilai komponen yang relatif kecil per unit dapat menutupi kerugian agregat yang jauh lebih besar, terutama ketika menyangkut sistem yang menangani data sensitif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal persidangan Liu atau langkah lanjutan dari pihak CBP dan DHS terkait pemulihan perangkat yang hilang. Telset.id akan memperbarui perkembangan kasus ini begitu ada informasi resmi berikutnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.